Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
The Power of Kepepet
Berlian Hutabarat, Miranda Armaini dan Maulida Hasanah, dalam suasana aksi nyata pembuatan perangkat pembelajaran kurikulum merdeka belajar, Rabu 30 Agustus 2023.

The Power of Kepepet

 

Judul di atas terinspirasi saat  MGMP Biologi SMA Negeri 14 urun rembuk dalam aksi nyata membuat perangkat pembelajaran kurikulum merdeka. Sungguh, cara kerja ini tak baik untuk ditiru. Ibarat sebuah tayangan televisi, ada tulisan “Adegan ini jangan ditiru.” Hehehe.

Memang situasi dan kondisi kepepet (baca : terdesak) membuat seseorang/tim menjadi  full power, namun jangan diaplikasikan.  Bukan baru kemarin tugas kami itu diberikan, melainkan sudah satu purnama yang lalu. Bukan juga sengaja lalai dalam pemenuhan tugas, karena selama ini pun masing-masing anggota tidaklah berdiam diri. Selama berjalannya waktu yang diberikan, masing-masing kami belajar dan berusaha mencari informasi mengenai perangkat pembelajaran dari kurikulum yang baru tahun ini diterapkan di sekolah kami. Maka, tak jarang setiap kali ketemu terjadi dialog : “Gimana.., sudah sampai di mana yang dikerjakan?” Pertanyaan ini jelas mempertanyakan sejauh mana sudah administrasi guru kurikulum merdeka itu dikerjakan. “Jujur.., Aku gagal paham walaupun sudah membaca beberapa contoh dari mbah google.” Hahaha..., jawaban ini tak kalah sering terdengar di antara kami. “Gawat kita ini. Orang-orang koq bisa cepat ngertinya...ya?” Di antara derai tawa, serempak kami menyadari, “Berarti kita yang lola nih.” Pecah lagi tawa bersama.

Terlena dengan waktu, ini juga satu hal yang sering terjadi dan sulit terlepas dari jeratnya. “Eh..., ini sudah tanggal berapa? Dead line tinggal beberapa hari lagi. Yuk, Kita sepakati sekarang kapan bisa kerja bareng. Abaikan saja dulu perihal kita paham atau tidak. Yang paling utama, kita sudah mencoba  belajar dan mengerjakannya. Soal benar atau salah, itu nanti saja. Lhaa..., malah kebetulan kan kalau  nanti disupervisi oleh pengawas, kita bisa memuaskan ketidaktahuan ini. Kita pun sering bilang  begitu ke siswa. Mudah-mudahan ini menjadi proses pembelajaran yang baik untuk kita memahami apa itu kurikulum merdeka.”  Kalimat bijak ini menjadi tameng yang  disadari dan disepakati bersama.

Pada kenyataannya memang agak sulit mencari waktu untuk bisa duduk membahas ini bersama. Namun, akhirnya dead line membuat yang tidak bisa menjadi bisa, walaupun tetap saja ada yang tidak bisa. Ketika waktu yang disepakati tiba,  masing-masing memang sudah memiliki bekal untuk didiskusikan.  Menyatukan, meramu, hingga proses penyuntingan pun dilakukan. Ketika telah menemukan kesepakatan dan yakin dengan apa yang dibuat maka “klik” proses print out pun dilakukan.

Tetap semangat !

 

#pekerjaanbisaditundanamunwaktutidak#

#maumengajarsiapbelajar#

#belajarsepanjanghayat#

 

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 31 Agustus 2023

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post