Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sejumput Nostalgia Bawa Bahagia
Reuni tipis-tipis di Cafe Anggrek Jalan Pelajar Medan. Dari kiri ke kanan : Arfah, Anita, Dewi dan penulis.

Sejumput Nostalgia Bawa Bahagia

Derai tawa terdengar lepas mengiringi cerita nostalgia masa SMA di Cafe Anggrek Jalan Pelajar Medan, 6 September 2023. Suatu kesempatan di mana bisa berkumpul dengan sahabat masa sekolah. Pertemuan yang tidak direncanakan dengan tiga orang sahabat di bangku sekolah dulu yang salah satunya sejak menikah hingga kini bermukim di negara bagian Uni Emirat Arab nan jauh di sana. “Uthi, teman uthi datang,” begitu Faihana cucuku yang ke-2 memberi tahu. Sudah menjadi qodarullah jika ternyata sahabat-sahabatku ini datang pada saat kondisi kesehatanku kurang prima. Ini, kali ke-3 mereka selalu datang pada saat demikian. Mungkin chemistry yang kuat di antara sahabat. Hehehe.

Canda ria dan gelak tawa yang mewarnai pertemuan, apalagi kalau bukan karena mengingat tingkah polah saat muda dahulu. Membuat hati ini sejenak menghangat diselimuti memori zaman putih abu-abu puluhan tahun yang lalu. “Sekarang, kita sudah mendekati 60 tahun. Tinggal mempersiapkan diri kembali pada-Nya. Apalagi kalau bukan itu?” Retorika sarat makna yang diucapkan Arfah sahabatku, yang jawabnya ada pada diri masing-masing.

Bertemu teman lama merupakan momen yang membahagiakan. Sejumput nostalgia pun membawa bahagia. Meski bernostalgia tidak selalu tentang kenangan positif yang membuat kita merasa bahagia, namun juga ada kenangan pahit yang bisa jadi menyedihkan. Di sinilah kita dituntut untuk dapat menggunakan nostalgia sebagai kekuatan bukan kelemahan. Nostalgia akan dapat memberikan semangat yang memunculkan keyakinan pada diri karena telah berhasil melalui banyak cerita dan kesulitan.

Nostalgia restoratif begitu orang-orang menyebutnya adalah di mana momen masa lalu dihidupkan kembali di masa sekarang. Tentunya hal ini muncul karena adanya rasa rindu terhadap kenangan masa lalu sehingga terdorong untuk mengulang atau membuat suasana menyerupai masa lalu itu. Kita pun dihadapkan pada kenyataan bahwa waktu terus berjalan dan membawa semua kenangan yang tak bisa terulang.

Berbeda dengan nostalgia reflektif di mana kita harus menerima kenyataan bahwa masa lalu tidak bisa diulangi kembali. Sehingga kita akan lebih menghargai masa lalu dengan cara menikmati dan mensyukuri kebahagiaan dari kenangan tersebut tanpa ada dorongan untuk mengulanginya kembali.

Reuni yang terjadi mengingatkan perjalanan yang sudah dilalui. Dari kenangan yang menyenangkan hingga yang tidak diinginkan yang mengiringi perjalanan hidup sehingga membentuk pribadi kita sekarang ini. Hal ini membuat kita lebih menghargai dan mensyukuri apa yang ada pada diri kita, karena semuanya merupakan hasil proses panjang dari perjuangan dan keberanian kita dalam mengambil keputusan. Di samping itu kita juga jadi lebih menghargai kehadiran orang-orang di sekitar kita yang masing-masing memiliki peran sepanjang perjalanan hidup.

Adanya reuni yang meskipun tipis-tipis ini, memberikan kesempatan bagi kita untuk menghibur diri. Senyuman, gelak tawa, canda atau mungkin celaan yang dulu pernah ada, hadir kembali memenuhi suasana pertemuan sahabat lama. Pastinya, ada rasa bahagia dan semangat baru yang dapat dibawa pulang setelah bernostalgia. Pada akhirnya, sejumput nostalgia yang pernah ada merupakan penjelajahan ke masa lalu untuk mendorong menuju ke masa depan bukanlah untuk mundur ke belakang. Nostalgia pun menjadi sarat makna ketika menjadi meditasi spiritual untuk merenung dan mengambil ibrah dari apa yang sudah terjadi. Tidak tertutup kemungkinan jika bernostalgia juga menjadi ajang silaturrahmi untuk merajut networking.

Sehat-sehat selalu, sahabat-sahabatku.

Semoga senantiasa di dalam ridho Allah SWT.

Aamiin yaa Robbal ‘alaamiin.

#edisinostalgiabawabahagia#

#reunijalinsilaturrahmi#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Cafe Anggrek Pelajar, 6 September 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post