Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menua Bersama
Bubur ayam buatan "Made in Dewe"

Menua Bersama

Apakah menu favorit setelah 35 tahun hidup bersama dalam sebuah mahligai rumah tangga? Apakah sayur asem, tumis bunga kates, tempe bacem, ikan pepes, sambal teri, ayam goreng kalasan, tumis pare atau ada menu yang lain? Yups.., ternyata setelah sekian lama bersama dari begitu banyaknya menu, menu favorit dan andalan bagiku di usia senja ini adalah “Menua Bersama”. Hehehe.

Tahun demi tahun, menjalani hidup, melewati aral melintang, suka dan duka menjadi racikan menu yang penuh cita rasa. Asam dan garam yang tertuang dalam kancah kehidupan menjadi zat adiktif yang menguatkan. Pahitnya pil ghibah berkolaborasi dengan bisik-bisik tetangga berdampak resistan pada imunitas. Bersyukur pada apa yang ada dan meyakini itulah yang terbaik yang diberikan oleh-Nya.

Roda waktu bergulir, melewati masa setengah abad lebih. Sekuat dan sesehat apa pun wajar jika organ tubuh mulai melemah. Menyadari semua itu, tidak ada lagi yang diharapkan kecuali saling menguatkan. Memahami kekurangan dan kelebihan pasangan. Saling melengkapi dan memahami sehingga menua bersama akan membawa bahagia.

Belajar menguatkan diri bahwa tak ada yang abadi. Pun apa yang ada pada diri. Sejatinya semua berganti. Muda menjadi tua, kuat menjadi lemah. Bersama dengan revolusi bumi mengubah masa demi masa menuju ke satu titik yang pasti.

“Gimana.., gak selera makan?” pertanyaan meluncur ketika melihat nasi di piring masih tersisa. Tak biasanya. Suhu tubuh yang meninggi, metabolisme terganggu dan produksi hormon sitokin membuat nafsu makan menurun. Kondisi seperti ini tak boleh berlarut-larut. “Coba dimakan bubur ini. Enak lho, masih panas. Baru saja mama masak. Lebih enak dari bubur ayam Jakarta yang dijual di perempatan sana. Yuk.., dimakan. Setelah itu biar bisa makan obatnya.” Dengan menu andalan “Menua Bersama” fase-fase sulit bisa dilewati dengan manis.

Irhamna.., ya Robbana. Hanya kasih sayang dan rahmat-Mu yang akan selalu menyatukan dua hati. Mengikatnya dalam tali merah nan suci. Berkekalan hingga ke jannah-Mu di akhirat nanti.

Semoga.

#baitijannati#

#menuabersama#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 4 Oktober 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post