Semangat Jas Merah pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMA Negeri 14 Medan
Meski tanggal 1 Oktober 2023 jatuh pada hari Minggu, sesuai surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tetap dilaksanakan meskipun hari libur. SMA Negeri 14 Medan pun menggelar upacara tersebut di lapangan depan sekolah mengingat lapangan utama sedang dalam renovasi. Sehingga jumlah peserta upacara juga dibatasi yaitu siswa-siswa dari kelas yang sudah ditentukan.
Tak mengurangi semangat , meski tidak diikuti oleh seluruh siswa mengingat keterbatasan tempat upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila tahun 2023 di SMA Negeri 14 Medan ini tetap berlangsung penuh rasa hikmat. Seluruh rangkaian acara terlaksana dengan baik dari awal hingga akhir. Ruh Kesaktian Pancasila semakin terasa kental dirasakan pada saat pembacaan ikrar oleh kepala sekolah yang bertindak sebagai pembina upacara. Suaranya jelas terdengar membawa pesan-pesan sejarah.

“Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya: bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia; bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara; bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia; maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Upacara ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Muhammad Fachri Ramadhan Nasution siswa kelas X-1. Semoga semua do’a diijabah oleh Allah SWT. Aamiin.

Judul tulisan ini terinspirasi dari percakapan di WA grup guru-guru yang setelah pelaksanaan upacara tetap hangat membahas sejarah bangsa. Kata Jas Merah dilontarkan oleh guru mata pelajaran Sejarah SMA Negeri 14 Medan, Imelda Megawati Gultom, S.Pd.
Siapa yang tak kenal istilah populer ini? Jas Merah populer setelah pidato kenegaraan presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Faktanya, presiden pertama RI yang akrab disapa dengan panggilan Bung Karno ini merupakan orator ulung yang pidatonya kerap menggelegar dan menghunjam ke dada pendengarnya.
Fakta berikutnya, Menurut Sejarawan Rushdy Hoesein bahwa istilah Jas Merah yang begitu populer di negeri ini, bukan berasal dari Bung Karno. Rushdy Hoesein mengatakan singkatan "Jas Merah" untuk judul pidato "Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah” adalah judul yang diberikan Kesatuan Aksi 66 terhadap pidato Presiden, bukan judul yang diberikan Bung Karno," kata Rushdy dalam bedah pidato Bung Karno di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu 15 Mei 2019. “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah” merupakan pidato kepresidenan terakhir Bung Karno pada 17 Agustus 1966, di mana bangsa Indonesia sedang menghadapi masa-masa yang gawat dan konflik sesama anak bangsa.
“Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah” yang kemudian populer dengan istilah Jas Merah menjadi motivasi bagi anak negeri untuk mengisi kemerdekaan dan membangun bangsa dengan semangat yang termaktub dalam filosofi Pancasila dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jas Merah adalah penyemangat bangsa untuk tetap komitmen memelihara persatuan dan kesatuan bangsa di dalam keberagaman masyarakat Indonesia dan siap memberantas setiap upaya memecah belah bangsa.
Fakta selanjutnya, masih banyak yang keliru dengan istilah Jas Merah. Ada yang menyebutkan Jas Merah merupakan akronim dari “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”. Maka berdasarkan dari sejarah yang terjadi, yang benar adalah “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”.
Kata melupakan dan meninggalkan memiliki makna yang sangat berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) :
· Melupakan merupakan kata kerja dengan kata dasar lupa.
Ada tiga makna kata melupakan, yaitu tidak ingat, menghapus ingatan, dan melalaikan atau tidak mengindahkan.
· Meninggalkan adalah bentuk kata kerja dari kata dasar tinggal.
Kata meninggalkan memiliki makna : tidak dibawa pergi, menyisakan, membiarkan lepas, tidak memasukkan dalam perhitungan, mengesampingkan, membuang. Dari KBBI kita bisa melihat perbedaan yang sangat jauh antara kedua kata tersebut.
Maka dengan demikian, Jas Merah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) dapat dimaknai untuk tidak menghilangkan peran orang-orang yang telah berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Sama dengan adanya diri kita tidak terlepas dari peran orang tua kita. Terlepas dari baik buruknya orang tua, para pahlawan dan pemimpin bangsa kita. Dengan belajar sejarah kita dapat mengambil kebaikan dan membuang keburukannya. Petik kebaikan dari setiap peristiwa dan matangkan sebagai bekal dan pembelajaran bagi generasi untuk melanjutkan pembangunan bangsa ini menuju Indonesia sejahtera adil dan makmur.

Masih mengutip ucapan The Founding Fathers kita Bung Karno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, kita menyadari sepenuhnya bahwa kemerdekaan bangsa ini diperoleh dengan penuh pengorbanan para pahlawan, baik jiwa, raga ataupun harta bahkan kehilangan keluarga. Memperingati hari Kesaktian Pancasila adalah bagian dari upaya untuk tetap menghidupkan ruh perjuangan di dalam diri. Mengenang perjuangan para pendahulu, mikul dhuwur mendhem jero pitutur luhur bahasa Jawa yang berarti memikul tinggi-tinggi, memendam dalam-dalam yang bermakna muliakan orang tua, pendahulu, guru kita setinggi-tingginya, serta memaafkan dan pendam dalam-dalam segala aib dan kesalahan mereka. Biarlah kesalahan yang terjadi di masa lalu terkubur tergilas roda waktu dan jangan sampai terjadi lagi. Dengan semangat Jas Merah marilah kita isi kemerdekaan dengan berbagai kebaikan dan kontribusi positif.
Semoga semangat Jas Merah terus menginspirasi guru, siswa dan seluruh warga sekolah di SMA Negeri 14 Medan dan seantero negeri.

Disarikan dari berbagai sumber :
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
#jasmerah#
#jangansekalikalimeninggalkansejarah#
#bangsayangbesarbangsayangmenghargaipahlawannya#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, Hari Pahlawan 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
