Guru Bukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Tetapi Pembangun Insan Cendekia
Untuk mengawali tulisan ini, penulis mengajak pembaca mengingat kembali sejarah pada tahun 1945 di mana Jepang diserang oleh Amerika dengan bom nuklirnya. Jepang terpaksa menyerah kepada sekutu karena banyaknya tentara Jepang yang gugur dan keadaan Nagasaki dan Hiroshima yang sudah hancur total.
Hal yang paling menarik dari sejarah tersebut adalah saat itu Kaisar Hirohito bertanya : “Berapa jumlah guru yang masih tersisa?” Mengapa kaisar menanyakan jumlah guru yang ada? Karena menurut Kaisar Hirohito, “Jepang kuat dalam senjata dan strategi perang, akan tetapi tidak tahu bagaimana mencetak bom sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak belajar, bagaimana kita akan mengejar mereka? Maka, kumpulkan sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini. Karena, sekarang kepada merekalah kita akan bertumpu, bukan pada kekuatan pasukan.”
Cerita tersebut seakan menyadarkan semua orang begitu pentingnya peran seorang guru. Kaisar menyadari bahwa kekalahan Jepang disebabkan karena tidak belajar. Kemajuan Jepang kembali diraih karena jasa guru dalam memberikan jalan perubahan yang lebih baik melalui pendidikan. Tanpa seorang guru anak-anak tidak akan bisa membaca, tidak mampu berhitung, tidak berbudi pekerti luhur sehingga dunia seakan menjadi gelap gulita.
Untuk menghargai jasa guru, beberapa negara di dunia memperingati Hari Guru Nasional. Tidak hanya Indonesia, namun ada banyak negara di dunia yang juga memiliki Hari Guru Nasional misalnya India, Turki, Vietnam, Korea Selatan, Somalia, Venezuela, Argentina, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa guru layak disebut sebagai pahlawan karena ketulusannya dalam mengajar, membimbing dan mendidik siswanya dari tidak tahu menjadi tahu banyak hal. Seorang guru bagaikan jendela dunia yang membawa perubahan lebih baik dalam kehidupan melalui berbagai pengetahuan yang diajarkannya.
Di Indonesia setiap kali memperingati Hari Guru Nasional tiap itu pula dinyanyikan lagu Hymne Guru.
Dalam lirik lagu Hymne Guru terdapat kata-kata yaitu :
“Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa”
Tidak banyak yang tahu bahwa lagu 'Hymne Guru' pada bait terakhirnya sudah berubah yaitu :
"Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa..."
Kata-kata 'tanpa tanda jasa' diganti menjadi 'pembangun insan cendekia'. Jadi bait terakhir tersebut berbunyi :
"Engkau patriot pahlawan bangsa...
Pembangun insan cendekia...
Perubahan lirik lagu Hymne Guru pada kalimat terakhir diperkuat dengan surat edaran Persatuan Guru Republik Indonesia Nomor 447/Um/PB/XIX/2007 tanggal 27 November 2007.
Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan profesi guru telah menjadi profesi yang terhormat, mulia dan dilindungi sejak lahirnya Undang-Undang No. 14 Tahun 2005. Ini juga sebagai bukti kesungguhan pemerintah dalam memperhatikan nasib Guru. Keadaan ini juga yang menginspirasi perubahan lirik lagu dari sebutan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” menjadi “Pahlawan Bangsa Pembangun Insan Cendekia”. Perubahan ini juga mengisyaratkan bahwa Guru adalah sebuah profesi, layaknya seperti seorang dokter, pengacara dan profesi lainnya.
Bergesernya paradigma ini, mewajibkan seorang guru memiliki profesionalitas. Seorang guru haruslah memiliki kompetensi profesional meliputi penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, termasuk penguasaan kurikulum, substansi keilmuan, dan struktur serta metodologi keilmuannya. Hal-hal tersebut dapat dijadikan indikator profesionalnya seorang guru.
Guru adalah garda terdepan dalam membentuk masa depan bangsa. Tidak hanya sebagai pemberi ilmu, tetapi juga sebagai sosok yang membantu siswa untuk menemukan potensi terbaik dalam diri mereka. Semakin kompleks dan dinamisnya tantangan-tantangan di dalam dunia pendidikan membuat guru harus bergerak bersama mengejar perkembangan zaman sehingga pendidikan tetap relevan dan bermakna.
Guru harus menjadi pionir perubahan dalam dunia pendidikan dengan meningkatkan keterampilan, terbuka terhadap inovasi, dan menjadi panutan bagi siswa-siswa untuk menciptakan generasi yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter.
Selamat Hari Guru Nasional 2023.
Semoga semangat para guru tetap membara untuk terus bergerak bersama membangun insan cendekia menuju masa depan pendidikan yang lebih baik.
#harigurunasional2023#
#gurupembanguninsancendekia#
#edisikuatkanhati56#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 25 November 2023.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
