Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Panggung Kreasi di Pentas Demokrasi (1)
Salah satu adegan yang diperankan siswa kelas X-6 SMA Negeri 14 Medan dalam drama parodi pada IKM-P5, Kamis 26 Oktober 2023.

Panggung Kreasi di Pentas Demokrasi (1)

Panggung Kreasi di Pentas Demokrasi 1

( Kelas X-6 yang Bernalar Kritis : DPR Tak Berpihak pada Kepentingan Rakyat)

Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA Negeri 14 Medan baru saja usai. Penulis mengamati ada banyak catatan yang perlu diulas yang diharapkan bermanfaat bagi keberlanjutan P5 berikutnya dan yang paling penting tentunya bagi penulis sendiri dalam kaitannya belajar dan terus belajar. Sejatinya, seorang guru yang berani mengajar harus siap untuk belajar.

Implementasi kurikulum Merdeka melalui P5 di SMA Negeri 14 Medan yang mengusung tema “Suara Demokrasi” mencapai puncaknya pada aksi nyata dengan Gelar Karya yaitu Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2023-2024. Bersamaan dengan dibentuknya KPO (Komisi Pemilihan OSIS), Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) dan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang terdiri dari 35 orang siswa sebagai persiapan pesta demokrasi kecil di sekolah, peserta didik lainnya disibukkan dengan mempersiapkan penampilan mereka di sela-sela acara “Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS” dan di hari-H pemilihan OSIS. Setiap kelas akan unjuk kebolehan menampilkan kreativitasnya.

Hal ini disambut baik oleh seluruh peserta didik terbukti dengan performa yang mereka tampilkan yang menunjukkan dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, dan mandiri.

Ada banyak kreativitas yang ditampilkan. Semuanya menarik dan memiliki daya pikat sendiri-sendiri. Dalam setiap pertunjukan, setiap kelas berusaha menonjolkan satu atau beberapa dimensi Profil Pelajar Pancasila. Dalam tulisan kali ini, penulis mengangkat dimensi “Bernalar Kritis” yang menjadi suguhan siswa kelas X-6. Drama parodi yang mereka pertontonkan sarat muatan kritik kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang di dalam drama ini digambarkan tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Di sela meriahnya tepuk tangan dan sorak kekaguman penonton dengan penampilan mereka, penulis berbincang ringan dengan Hambani Perkasa Pratama Saragih ketua kelas X-6 yang juga salah satu pemeran utama di drama parodi tersebut. “Kenapa kelas X-6 mengangkat tema ini?” Penulis memulai pertanyaan pada Hambani setelah kami adu tos (high five) sebagai gestur apresiasi penulis terhadap “kehebohan” penampilan mereka. “Iya.., Bu. Kami mencari di You-tube apa yang sedang trending saat ini.” Sang ketua kelas membuka penjelasannya. “Emang nggak takut angkat tema kayak gini?” Penulis mencoba menakar keberanian tunas bangsa yang penuh semangat ini. “Enggak.., Bu. Supaya wakil-wakil rakyat kita dapat menjalankan tugasnya dengan baik.” Hambani pun dengan penuh semangat menjelaskan apa peran DPR untuk rakyat dan mengingatkan pula bahwa mereka dipilih oleh rakyat. Penulis menangkap semangat yang membara dalam nada bicara anak muda pemegang estafet kepemimpinan ini. Di dalam hati penulis berharap penuh, semoga anak-anak hebat ini akan tetap terjaga nalar kritisnya, kebersihan nurani dan kegigihannya menyuarakan kebenaran, serta solidaritas yang tinggi dalam semangat gotong royong membangun bangsa.

“Persetan dengan rakyat. Ini saatnya kita mencari keuntungan sendiri.” Suara anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang mereka perankan terdengar lantang. Menggambarkan keangkuhan dan kesombongannya yang tak peduli dengan nasib rakyatnya. Applause penonton berulang kali terdengar riuh tiap kali dialog para wakil rakyat diparodikan. Satu kata, AMAZING.

Teruslah belajar dan berkarya, anak-anak hebat. Karena kemampuan bernalar kritis yang kalian miliki harus selalu diasah sejak dini dan tidak datang tiba-tiba. Butuh pemikiran yang logis dan sistematis sehingga soft skill ini dapat bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Bernalar kritis merupakan modal penting untuk meraih kesuksesan di masa mendatang untuk membantu dalam menemukan kebenaran dari sebuah informasi. Dengan bernalar kritis, seseorang tidak akan mudah dipengaruhi oleh orang lain karena selalu mengedepankan kebenaran sehingga ia akan terlebih dahulu melakukan analisis dan evaluasi sebelum mengambil tindakan.

Membiasakan nalar kritis yang terorganisir akan membuat seseorang menjadi lebih kreatif, terhindar dari berita hoax yang kerap berpotensi untuk memprovokasi.

Bravo.

#ikmp5#

#projekpenguatanprofilpelajarpancasila#

#nalarkritis#

#edisikuatkanhati32#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, Awal November 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post