Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pesan Para Pejuang pada Hari Pahlawan di SMA Negeri 14 Medan
Suasana upacara peringatan Hari Pahlawan di SMA Negeri 14 Medan, Jumat 10 November 2023.

Pesan Para Pejuang pada Hari Pahlawan di SMA Negeri 14 Medan

Tanggal 10 November 2023 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan tahun ini bertepatan jatuh pada hari Jumat, hari di mana biasanya setiap pekan pelaksanaan olah raga dan Jumat Bersih di SMA Negeri 14 Medan. Kali ini kedua kegiatan tersebut tidak dilaksanakan, digantikan dengan pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan yang ke-78 tahun 2023. Sebagaimana biasanya bertindak sebagai pembina upacara adalah kepala sekolah SMA Negeri 14 Medan, Eva Fitra, S.Pd., M.Si., dengan petugas pelaksana merupakan gabungan dari OSIS, paskib dan anggota pramuka serta kelompok paduan suara.

Semua rentetan acara tidak ada yang berbeda dari pelaksanaan upacara bendera seperti biasanya, kecuali adanya pembacaan Pesan Perjuangan Pahlawan Nasional. Adanya pembacaan pesan dari para pahlawan ini membuat momen peringatan Hari Pahlawan 10 November menjadi semakin sarat makna. Pesan perjuangan yang dibacakan tentunya ditujukan kepada semua peserta upacara baik siswa maupun guru bahkan kepala sekolah.

Suara Naomi Virginia Lubis siswa kelas XII MIPA5 yang jelas dan lantang pada saat membacakan pesan para pahlawan nasional tersebut, menciptakan aura seolah para kesuma bangsa tersebut hadir menyampaikan langsung pesan mereka kepada anak bangsa. Pesan-pesan yang dipenuhi dengan semangat perjuangan yang bergelora, kiranya tidak hilang begitu saja tergerus roda zaman. Untuk itu, agar pesan-pesan tersebut tetap terpatri di hati, penulis mengukir ulang semuanya di sini. Dengan tujuan semoga kita dapat mengabadikan semangat dan meneruskan cita-cita perjuangan mereka.

Berikut ini beberapa Pesan Perjuangan dari Pahlawan Nasional :

1. Ir. Soekarno

“ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”

2. Moh. Hatta

“Pahlawan yang setia itu berkorban bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita.”

3. Bung Tomo

“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat memberikan secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapa pun juga.”

4. Silas Papare

“Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku.”

5. Supriyadi

“Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi.”

6. I Gusti Ngurah Rai

“Kami sanggup dan berjanji bertempur terus hingga cita-cita tercapai.”

7. Abdul Muis

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang.”

8. Ki Hajar Dewantara

“Ing ngarso sung tulodo ( di depan memberi contoh), ing madyo mangun karso (di tengah memberi semangat), tut wuri handayani ( di belakang memberi dorongan)”.

9. Dokter Cipto Mangunkusumo

“Hari kemudian dari pada tanah kita dan rakyat kita terletak dalam hari sekarang, hari sekarang itu ialah kamu, hari generasi muda.”

10. Gubernur Suryo

“Berulang-ulang telah kita katakan bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur dari pada dijajah kembali.”

11. Nyi Ageng Serang

“Untuk keamanan dan kesentosaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya.”

12. Teuku Nyak Arif

“Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama.”

13. Pattimura

“Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-Pattimura muda akan bangkit.”

14. Prof. Moh.Yamin,SH

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.”

15. Jenderal Sudirman

“ Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus.”

16. RA.Kartini

“Tahukah engkau semboyanku? Aku mau 2 patah kata yang ringkas itu sufah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat.” Melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau.” Membuat kita mudah mendaki puncak gunung.”

17. Tjut Nyak Dien

“Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan.”

Tak lupa di akhir upacara dipanjatkan doa kiranya bangsa Indonesia yang dalam waktu dekat akan melaksanakan pesta demokrasi, senantiasa di dalam bimbingan dan rahmat Allah SWT untuk dapat memilih pemimpin bangsa yang terbaik yang dapat mempersatukan seluruh elemen bangsa dan terhindar dari perpecahan.

Aamiin.

pesanpahlawannasional#

#nkrihargamati#

#bangsayangbesarbangsayangmenghargaipahlawannya#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 10 November 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post