Saya Generasi Disiplin
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mencapai Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur adalah dengan pendidikan. Melalui pendidikan peserta didik disiapkan agar harapan-harapan tersebut dapat tercapai.
Dalam menjalankan pendidikan di sekolah harus ada peraturan-peraturan dan tata tertib yang mengatur dan mengikat. Tanpa adanya peraturan maka peserta didik akan dapat menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma pendidikan. Tata tertib yang merupakan seperangkat peraturan yang berlaku untuk menciptakan situasi dan kondisi yang tertib dan teratur. Kepatuhan siswa terhadap semua peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolah dapat dikatakan sebagai kedisiplinan siswa. Walaupun sesungguhnya peraturan dan tata tertib sekolah tidak hanya ditujukan kepada siswa semata, namun juga diperuntukkan bagi guru dan perangkat pendidikan lainnya.

Bagaimana sebuah peraturan dapat dijalankan dengan baik haruslah ada kedisiplinan. Dengan adanya disiplin akan membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab dan membantu pencapaian tujuan dalam kegiatan belajar mengajar karena disiplin adalah rasa patuh dalam melakukan sesuatu dengan penuh rasa tanggung jawab.
Tidak mudah menanamkan disiplin pada peserta didik. Harus ada langkah-langkah strategis yang membutuhkan keterlibatan dan kerja sama yang solid dari seluruh warga sekolah dan orang tua. Salah satu strategi untuk menanamkan disiplin ini, di SMA Negeri 14 Medan dilaksanakan program “Saya Generasi Disiplin”. Digawangi oleh guru-guru BK, didukung oleh bidang kurikulum dan tentunya bidang kesiswaan juga, hal ini dirasa tak cukup tanpa kerja sama dari seluruh wali kelas dan guru. Ditambah lagi, butuh kekonsistenan sehingga program ini dapat terus berjalan yang pada akhirnya akan menjadi budaya positif di sekolah.

Dalam program ini, secara berkala dilakukan pemeriksaan kerapian pakaian seragam, kaos kaki, sepatu dan atribut, rambut, kuku dan yang paling penting siswa harus disiplin waktu. Salah satu contoh tata tertib yang harus dipatuhi adalah gerbang segera ditutup sesaat setelah bel berbunyi. Jumat, 3 November 2023 kemarin, terlihat pemandangan siswa-siswa yang harus memotong kukunya karena tidak disiplin dengan apa yang sudah ditentukan. Mereka juga harus merapikan rambutnya yang telah melewati ukuran standar.
Secara kontinu seterusnya akan dilakukan berbagai razia terkait banyak hal yang tentunya telah disosialisasikan terlebih dahulu. Artinya, siswa diberikan waktu untuk bisa mematuhi peraturan sebelum diberikan sangsi hukum jika melanggarnya. Sangsi hukum diberikan dalam rangka pembinaan dan dukungan kepada siswa agar dapat mematuhi peraturan dengan baik.
Semoga.
#sayagenerasidisiplin#
#sayagenerasihebat#
#edisikuatkanhati36#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 4 November 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan