Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ternyata Bukan Sunah Rasul
Lontong kuliner kampung halaman yang menggugah selera.

Ternyata Bukan Sunah Rasul

Ada banyak episode yang bisa dituliskan setiap kali perjalanan ke kampung halaman suami. Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di Kota Medan suasana desa sangat memikat hatiku. Dari mulai pemandangan alam yang memanjakan mata , kuliner yang ngangeni, belum lagi ramah tamah tegur sapa setengah berteriak tiap kali melewati areal persawahan ataupun halaman rumah yang tidak terdengar di kehidupan kota. Masih banyak lagi suasana yang begitu menenangkan hati.

Selama 35 tahun menikah, baru kali ini kami menikmati sarapan bukan hasil olahan di dapur emak. Pasalnya karena sudah hampir seminggu rumah ditinggalkan, tak ada stok bahan pangan di dapur. Ditambah lagi karena kami tiba di kampung pada pukul sepuluh malam dan sudah kelelahan. Setelah sholat Subuh, emak sudah kepo karena tak ada bahan yang akan dimasak untuk sarapan pagi. Berbeda dengan gen-z, dengan enteng mengatakan, “Nanti kita beli lontong atau nasi gurih saja.” Aku pun mengikuti saran ponakan tersebut karena kondisi tubuh yang mulai demam.

Sesekali sarapan lontong di kampung halaman ternyata punya sensasi tersendiri. Begitu bungkus lontong dibuka, aroma yang merangsang kelenjar saliva bekerja menyeruak tajam dan membangkitkan selera makan. Lontong sayur dengan toping mie gomak, tauco kikil, ditambah telur sambal dan bakwan benar-benar membuat lupa diri.

Nasehat makan setelah lapar, bisa dituruti. Namun, berhenti sebelum kenyang sepertinya sulit. Hehehe. Kuingat kalimat bijak tersebut sebagai sunah Rasulullah SAW, namun ternyata bukan. Beberapa hasil berburu di dunia maya menjelaskan bahwa kalimat “Makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang”, yang kebanyakan orang mengatakan adalah sunah Rasul, ternyata keliru.

Berikut ini penulis kumpulkan pendapat dari ustadz kondang Adi Hidayat di dalam You Tube channel Audio Dakwah dan Erlangga Danny yang artikelnya tentang hal ini ada di dalam link berikut :

**(censored)**

Ternyata dari sebuah kisah didapatkan bahwa kalimat makan saat lapar berhenti sebelum kenyang, tidak pernah dilontarkan Rasulullah SAW tetapi adalah nasehat seorang dokter Sudan kepada raja Kisra, Persia. Kalimat ini terdapat dalam kitab karya Imam Jalaludin As-Suyuthi yang berjudul Ar-Rahmah fi Thib wa Al-Hikmah.

Dikisahkan bahwa seorang raja Kisra, Persia meminta resep obat yang tidak ada efek sampingnya kepada empat dokter yang berasal dari empat negeri yang berbeda, yaitu Irak, Romawi, India dan Sudan.

Tiga dari dokter-dokter itu memberikan resep obat yang tidak ada efek sampingnya kepada raja Kisra. Dokter dari Irak berkata agar minum tiga teguk air hangat saat bangun tidur di pagi hari. Dokter Romawi berkata agar setiap hari menelan sedikit biji rasyad (sejenis sayuran). Sedangkan dokter dari India mengatakan agar raja memakan tiga biji ihlilaj hitam (sejenis gandum yang tumbuh di Afghanistan, India, dan Cina) setiap hari.

Namun dokter dari Sudan hanya diam saja sehingga membuat sang raja bertanya mengapa ia tidak berbicara. Dokter Sudan kemudian menjelaskan, “Wahai Tuanku, air hangat dapat menghilangkan lemak ginjal dan melonggarkan lambung. Biji rasyad dapat mengeringkan shafra' (jaringan tubuh), dan ihlilaj dapat mengeringkan jaringan tubuh lain.”

Raja sangat tertarik dengan penjelasan dokter Sudan dan melanjutkan pertanyaannya, "Lantas nasehat apa yang ingin engkau katakan kepadaku?" Dokter Sudan itu pun berkata, "Wahai Tuanku, obat yang tidak ada efek sampingnya adalah makan setelah lapar. Ketika Anda makan, angkatlah tangan Anda sebelum kenyang. Maka Anda tidak akan terkena penyakit kecuali penyakit mati." Kemudian, ketiga dokter tadi membenarkan perkataan dokter Sudan itu.

Bagi penulis sendiri meskipun kalimat bijak ini bukanlah sunah Rasul, namun ini merupakan nasehat yang baik agar kita dapat hidup sehat. Bismillah, semoga bisa menerapkan gaya hidup sehat : “Makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang”.

#kulinerdesamenggugahrasa#

#makansaatlaparberhentisebelumkenyang#

#edisikuatkanhati53#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Kabupaten Simalungun, Desa Bahung Kahean, 22 November 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post