Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Brassica oleracea var capitata si Kol Kerucut yang Bikin Hati Terpincut

Brassica oleracea var capitata si Kol Kerucut yang Bikin Hati Terpincut

Seperti biasanya rutinitas Ahad pagi blusukan di pasar tradisional berburu sayuran dan ikan segar untuk kebutuhan seminggu. Belanja di pasar tradisional di pagi hari sungguh memanjakan selera. Aneka sayuran hijau yang segar dipandang mata ini, bisa membuat khilaf jika tidak melihat catatan apa yang harus dibelanjakan sesuai dengan menu yang direncanakan.

Dari kejauhan aku melihat sayuran berbentuk kerucut yang semakin dekat semakin jelas kalau sayuran itu sejenis kubis (kol). Hanya berbeda bentuk saja. Jika pada umumnya kol berbentuk bulat, yang ini berbentuk kerucut. “Sayur apa ini, Kak?” Tanyaku pada penjual sayur langgananku, Kak Ros. Di kios Kak Ros ini , memang sering menjual sayuran yang berbeda dari kios sayur yang lain. Termasuk sayuran hidroponik sering mejeng di sana. “Ini kol juga, Dek.” Kak Ros menjawab pertanyaanku. Hatiku betul-betul terpincut dengan penampilan kol yang satu ini. “Harganya berapa, Kak?” Aku melanjutkan pertanyaanku. “Dua puluh lima ribu, Dek.” Sahut Kak Ros sambil membenahi letak dagangannya setelah diserbu kaum emak.

Waduuuh, mahal amat, Kak. Tiga kali lipat harga kol biasa.” Responku sambil membalik-balik tubuh si kerucut yang indah itu. “Iya, hidroponik itu, Dek. Rasanya pun lebih enak.” Timpal Kak Ros berusaha meyakinkan aku bahwa harganya sesuai dengan rasanya yang lebih maknyus dibandingkan dengan kol biasa. “Satu saja Kak.” Aku memutuskan dengan mengukur rasa yang ditawarkan ditambah keunikan bentuk dan harganya yang tinggi.

Sesampai di rumah, bukannya masak tetapi berburu keterangan tentang si kol kerucut ini tak bisa terbendung. Nama ilmiahnya adalah Brassica oleracea var capitata. Memiliki nama lain Conehead, kubis ini berbeda bentuk, tekstur dan rasanya dengan varietas kubis pada umumnya. Kubis kerucut ini berasal dari Filder Jerman dan menyukai iklim dingin. Ukuran panjangnya dapat mencapai satu kaki dengan diameter di pangkalnya enam inci dan berat hingga 10 pon. Dikenal sebagai tanaman yang ramping sehingga dapat ditanam secara rapat, sehingga sangat menguntungkan ditanam di areal yang terbatas.

Sama seperti sayuran lainnya, kandungan nutrisi utama kol adalah serat yang dilengkapi vitamin dan mineral. Sayur yang sering dikonsumsi sebagai lalapan, tumisan, sup sayuran ataupun salad ini, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan karena kandungan zat-zat di dalamnya.

Dari Data Komposisi Pangan Indonesia, dikatakan bahwa di dalam 100 gram sayur kol atau kubis memiliki kandungan gizi sebagai berikut :

• Energi : 51 kalori

• Protein : 2,5 gr

• Karbohidrat : 8 gr

• Serat : 3,4 gr

• Vitamin C : 16 mg

• Kalsium : 100 mg

• Vitamin B1 : 0,4 mikrogram (mcg)

• Kalium : 100 mg

• Natrium : 50 mg

• Vitamin B2 (Ribovlavin) : 0,1 mg

• Niasin : 0,2 mg

Dari kandungan nutrisi ini, conehead adalah sayuran sumber antioksidan dan vitamin C yang tinggi.

Selain itu, ada beberapa kandungan lain yang turut melengkapi nutrisi sayur kol yaitu besi, folat, vitamin K serta antioksidan dalam bentuk polifenol dan belerang.

Dengan kandungan-kandungan zat tersebut, maka sayuran kol memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh sebagai berikut :

1. Melancarkan sistem pencernaan, karena kandungan seratnya yang tinggi.

2. Mencegah kanker

Kandungan vitamin C yang tinggi pada sayur kubis tak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi harian saja, tetapi juga memiliki manfaat untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas.

3. Menurunkan tekanan darah

Peningkatan tekanan darah merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner dan stroke. Makanan dengan garam (natrium) yang tinggi bisa meningkatkan tekanan darah.

Sebaliknya, makanan yang tinggi kalium bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah.

4. Menyehatkan otak

Kubis termasuk sayuran yang diketahui berkhasiat dalam menjaga fungsi kognitif otak agar tetap optimal seiring bertambahnya usia.

Kandungan nutrisi di dalam kol dapat membantu melancarkan aliran darah pada otak. Aliran darah yang lancar akan membuat otak lebih mudah mengingat, menyerap, dan memproses informasi.

5. Meredakan peradangan

Sulforaphane dan adalah salah satu jenis antioksidan pada sayur kol yang berperan sebagai agen anti-inflamasi.

6. Membantu proses penyembuhan luka dengan kandungan vitamin K1 yang dimilikinya.

Disarikan dari berbagai sumber :

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

#makanansehat#

#dapoeraestetic#

#edisikuatkanhati71#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi VII, Baiti Jannati, 10 Desember 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post