Sulitnya Menaklukkan Diri Sendiri
Kompilasi Amanat Pembina Upacara (10)
Sulitnya Menaklukkan Diri Sendiri
Oleh : Dra. Raihana Rasyid
(Terinspirasi dari para pembina upacara setiap hari Senin, penulis menggagas tulisan ini. Sambil berdiri di bawah cerahnya sang surya yang gagah mentransfer energi cahayanya, penulis berpikir untuk mengumpulkan setiap amanat yang disampaikan oleh pembina upacara. Setiap hari Senin, yang bertindak sebagai pembina upacara bergiliran dari wali kelas yang satu ke yang lain. Uniknya, setiap pembina tampil dengan mengusung tema yang berbeda. Hal ini yang menurut penulis sangat sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja. Mengabadikannya dalam sebuah tulisan menjadi catatan tersendiri bagi penulis untuk terus belajar dan belajar dari wejangan yang mereka sampaikan.)
Senin, 4 Desember 2023
Hari ini, sinar sang surya terasa lembut menyentuh kulit. Tidak segarang biasanya, intensitasnya lebih bersahabat sehingga tak sempat membuat glandula sudorifeous (kelenjar keringat) bekerja ekstra. Serasa nyaman menikmati paparan sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet (UV) mengubah prekursor ke dalam bentuk provitamin D3 (kolekalsiferol) dan D2 (ergokalsiferol).
Petugas upacara bendera hari ini adalah kelas X-1 yang wali kelasnya adalah penulis sendiri. Alhamdulillah, semua petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Mempersiapkan hal ini, siswa kelas X-1 telah melakukan latihan pada hari Sabtu 2 Desember 2023. Meski di bawah rintik hujan, latihan berjalan dengan baik. Kemudian dilanjutkan dengan penguatan yang penulis lakukan di dalam kelas, mengingat turunnya hujan semakin deras.
Pada kesempatan upacara kali ini, penulis selaku pembina upacara menyampaikan amanat dengan tema Sulitnya Menaklukkan Diri Sendiri.
“Hari ini merupakan upacara bendera terakhir yang kita lakukan di tahun 2023 ini. Artinya, kita sudah sampai pada penghujung tahun. Mari kita evaluasi dan mengilang kaji apakah apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan tujuan yang akan kita capai.” Begitu penulis menggiring pemikiran peserta upacara untuk introspeksi terhadap apa yang sudah dilakukan.
“Belajar adalah suatu usaha untuk berubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak baik menjadi baik.” Penulis melanjutkan amanat dengan merinci apa definisi belajar. Hal ini dimaksudkan agar siswa bisa melihat kembali pada tujuannya datang ke sekolah.
“Setelah hampir satu semester berlalu dan beberapa hari lagi kita akan memasuki asesmen sumatif, mari kita evaluasi mengapa kita masih saja melakukan banyak kesalahan. Semua kita yang hadir saat ini mengerti mana yang baik dan yang buruk. Semua kita mengerti bahwa kita harus disiplin, harus melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Namun, mengapa kita masih saja tidak disiplin dan melakukan kesalahan berulang-ulang?” penulis menyampaikan retorik yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan.
“Jawabannya, karena kita tidak bisa menaklukkan diri sendiri. Seperti ungkapan Plato, filsuf Yunani terkenal, "Kemenangan pertama dan terbaik adalah menaklukkan diri sendiri." Musuh terdahsyat manusia bukan di luar diri manusia. Di dalam diri kita sendiri itulah musuh besar kita. Adanya rasa malas yang sering mengintai, sifat pemarah, iri dan sombong, pikiran negatif, emosi-emosi yang tidak berguna, dan lain-lain. Semua ini harus bisa kita lawan sehingga kita dapat menenangkan diri, selalu berpikiran positif yang menguasai imaginasi. Mengalahkan rasa iri dan sombong dan memiliki sifat pemaaf. Jika ini dapat dilakukan maka kesuksesan akan terbentang di depan mata.”
Di akhir amanat, pembina upacara mengingatkan agar siswa belajar dengan baik mengilangi pelajarannya di rumah dan segera melunasi kewajiban administrasinya sebelum asesmen sumatif dilaksanakan.
#menaklukkandirisendiri#
#edisikuatkanhati64#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 4 Desember 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
