Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Fitnah Dunia

Fitnah Dunia

“Alhamdulillah, kakak baru selesai merawat pasien, Mak.” Begitu chating dari Haqqy Mardhiah, putri sulung kami dengan menyematkan emoticon lelah. Saat itu kulihat jam di dinding menunjukkan pukul 22.32 WIB, hari mulai merangkak larut. “Alhamdulillah, sehat-sehat ya anak mamak.” Kubalas chat-nya dengan tak lupa mengirimkan emoticon hati. Dalam pengamatanku, sebagai dokter gigi ia sangat membutuhkan energi dan ketelitian dalam merawat pasien setelah ilmu yang didapatkannya. Sebagai orang tua hanya bisa terus menyemangati dan mendo’akannya agar ia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Alhamdulillah, segala puji kupersembahkan hanya pada-Mu ya Allah. Begitu banyak nikmat yang Kau beri. Nikmat iman, kesehatan hingga anak dan cucu yang tak terbilang nilainya. Semoga amanah ini dapat terjaga dengan baik sebagaimana yang Engkau tetapkan dan Rasul-Mu ajarkan. “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” ( Surat Al-Anfal ayat 27)

Sejatinya anak dan harta adalah fitnah dunia sebagaimana Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Anfal ayat 28 yang artinya : “Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu sebagai fitnah, dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” Dari berbagai sumber yang penulis kumpulkan , kata fitnah dalam ayat ini tidaklah dikonotasikan pada sesuatu yang buruk. Walau tak sedikit orang tua yang gagal dalam memperlakukan keduanya yaitu harta dan anak. Namun pada kenyataannya banyak pula orang yang mempergunakan hartanya untuk kebaikan sesuai tuntunan syariat di jalan Allah. Mereka mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang sholeh dan taat.

Kata fitnah di sini untuk mengingatkan kita bahwa harta dan anak adalah ujian. Sering kali keberadaan anak dan harta menjadi penyebab pengkhianatan cinta kita kepada Allah. Orang tua lebih cinta pada keduanya, sehingga akan lalai terhadap kewajiban pada Allah dan rasul-Nya. Inilah yang disebut sebagai orang yang berkhianat terhadap amanah yang telah diberikan oleh-Nya.

Padahal seharusnya harta dan anak tidak menjadi penghalang bagi orang tua untuk beribadah kepada Allah dan memenuhi semua tanggung jawabnya. Anak dan harta seharusnya menjadi motivasi tersendiri untuk semakin giat dan semangat dalam menunaikan semua kewajiban dan tanggung jawab. Ada pahala yang besar akan Allah berikan pada orang-orang yang dapat menunaikan amanah-Nya dengan baik.

“Ya Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui, kami memohon kepada-Mu bimbinglah kami untuk melaksanakan tanggung jawab terhadap amanah yang Engkau Titipkan. Masukkan kami ke dalam golongan hamba-Mu yang pandai bersyukur. Menjalani hidup dengan bimbingan-Mu. Bersyukur saat bahagia dan bersabar kala berduka.”

Aamiin yaa Robbal alaamiin.

#edisikuatkanhati94#

#kakakadik#

#jagaamanah#

#senantiasabersyukur#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 13 Januari 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post