Generasi Z Generasi Instan
Ada yang menarik perhatian penulis tiap kali proses pembelajaran berlangsung. Dari tiap kelas yang penulis masuki, ada penelitian tipis-tipis yang menyimpulkan bahwa generasi z yang sedang penulis hadapi di dalam kelas adalah generasi instan. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka tiap kali harus melakukan kajian referensi. “Anak-anak, untuk menjawab teka-teki silang ini, kalian bisa membaca buku paket dari halaman 141-143 yang sudah kita bahas sebelumnya. Jadi, tak perlu bertanya pada mbah Google. Kasihan mbah Google capek.” Gelak tawa terdengar bersamaan.
Pada kejadian di atas, penulis sengaja menggiring opini siswa untuk membaca buku sebagai sumber referensi. Tapi, nyatanya apa yang penulis inginkan tidak terjadi. Masing-masing anak malah sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Lebih ekstrim lagi, tak sabar dengan mengetikkan pertanyaan di kolom pencarian, malah ada yang menggunakan pesan suara. Atau sebagian yang lain menggunakan aplikasi tertentu untuk bisa menjawab pertanyaan pada kolom teka teki silang yang penulis bagikan. Momen ini betul-betul menyita perhatian penulis.
Pada kesempatan lain, penulis mengamati sebagian anak yang memesan makanan dan minuman melalui aplikasi online saat akan melanjutkan kelas ekskul sepulang sekolah. Apakah ini juga gambaran bahwa mereka sudah terbiasa dan fasih memanfaatkan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang memudahkan aktivitas tanpa membutuhkan waktu yang lama dan energi yang banyak?
Kebiasaan-kebiasaan tersebut di atas membuat gen Z sangat tergantung pada teknologi dan proses yang instan. Dikhawatirkan hal ini menjadi penyebab kemalasan untuk melakukan aktivitas yang kemudian akan menjadi kebiasaan buruk.
Generasi Z yang lahir di kisaran tahun 1995-2010 memang sering diidentikkan dengan sosok yang manja, menyukai hal yang serba instan dan gampang menyerah. Apakah benar demikian? Melihat kejadian di sekolah, penulis hampir menyetujui hal tersebut. Namun dari beberapa referensi yang penulis kumpulkan opini penulis mulai bergeser. Psikolog klinis remaja Tara de Thouars mengatakan bahwa hal tersebut adalah miskonsepsi. Lebih lanjut Tara mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi gen Z begitu banyak. "Lihat bagaimana beban mereka makin tinggi mulai dari dari inner circle maupun social media, biaya hidup meningkat, dan kondisi lingkungan yang kian mengkhawatirkan," kata Tara dalam diskusi bersama susu Greenfields Extra beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan. Hal tersebut bahkan membuat lebih dari separuh Gen Z mengalami permasalahan kesehatan mental.
Dengan melihat tantangan yang dihadapi gen Z, sebaiknya kita fokus bagaimana menemani mereka untuk mengerti bahwa kemudahan-kemudahan yang mereka dapatkan sekarang ini adalah karena proses yang dijalani. Mengajak mereka berpikir bahwa kemajuan teknologi dengan banyak kemudahan sekarang ini, justru tidak instan. Menjelaskan dan membimbing mereka untuk menelusuri perjalanan ditemukannya sebuah fasilitas dengan tujuan agar mereka menghargai sebuah proses. Menekankan bahwa fasilitas-fasilitas yang didapatkan sekarang ini, telah melalui banyak tahapan, bahwa untuk sebuah pencapaian melalui proses dan kerja keras. Penelusuran tersebut mengajarkan pada mereka untuk memiliki sifat teliti dan sabar. Untuk mencapai tujuan, anak harus menjaga integritas dan kejujuran, serta senantiasa bersyukur dan tawakkal kepada Tuhan untuk menjalani proses kehidupan yang akan dijalani.
#edisikuatkanhati104#
#genzgeninstan#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 23 Januari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
