Ice Breaking Pemecah Kejenuhan Siswa
Beberapa hari yang lalu, penulis melihat ada kiriman video di grup WA Sicopusa ( Sience Community Sepuluh Satu )nama keren dari kelas X-1 di mana penulis sebagai wali kelasnya. Ternyata video itu berisi kegiatan ice breaking pada saat mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penulis tersenyum menyaksikan video tersebut. Terlihat siswa betul-betul menikmati ice breaking tersebut.
Masih asyik memutar video tersebut, penulis sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di dalam video tersebut yaitu Melky Gunawan Harefa, S.Pd. Jelas terlihat wakil kepala sekolah bidang kurikulum itu, sangat piawai mengemas suasana belajar yang menyenangkan. Guru penggerak angkatan ke-2 tersebut, sangat asyik menerapkan ilmu yang diperolehnya.
Suasana belajar yang kaku dan monoton tentu akan mendatangkan kejenuhan. Tak hanya bagi siswa, namun guru pun akan merasakan hal itu. Sayangnya, banyak guru yang lupa melakukan ice breaking ini untuk memecah kejenuhan dan mengembalikan konsentrasi siswa. Apalagi dalam durasi waktu yang cukup lama siswa harus menerima pembelajaran dari banyak mata pelajaran. Maka, ice breaking seperti yang dilakukan pak guru di atas merupakan solusi terbaik.
Apalagi jika siswa sudah memperlihatkan tanda-tanda kejenuhan seperti mengantuk, tidak fokus yang akhirnya tidak tertarik dengan pembelajaran yang sedang berlangsung. Melakukan ice breaking beberapa saat akan membuat suasana berbeda dan menyenangkan. Jika sudah demikian, siswa akan siap untuk mengikuti pembelajaran kembali.
Meski dilakukan dalam waktu yang tidak lama, namun ternyata ice breaking akan mendatangkan banyak manfaat, antara lain :
1. Membangun kembali suasana yang menyenangkan setelah dilanda kejenuhan sehingga proses pembelajaran dapat dilanjutkan kembali.
2. Sebagai hiburan bagi siswa untuk mendapatkan semangat belajarnya kembali.
3. Membangun hubungan antara siswa dan juga guru, sehingga terasa friendly dan menyenangkan untuk menumbuhkan lingkungan belajar yang produktif.
4. Mempersiapkan konsentrasi siswa untuk melanjutkan pembelajaran ke tahap berikutnya.
Sebenarnya tidak sulit melakukan ice breaking ini. Hanya dibutuhkan kemauan untuk melakukannya. Apalagi di zaman digital ini, ada begitu banyak ice breaking yang dapat kita pelajari dan aplikasikan. Diramu dengan bumbu kreativitas, ice breaking menyenangkan siap untuk memecahkan kejenuhan siswa.
Tak butuh peralatan khusus, panca indra anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa adalah alat terbaik untuk melakukannya. Contohnya : ice breaking berhitung.
Permainan ini sangat simpel namun mampu membangkitkan suasana belajar yang menyenangkan. Guru dapat membuat peraturan seperti ini, masing-masing siswa harus berhitung, tapi setiap hitungan kelipatan 7, peserta harus menyebutkan kata “dorr”. Siswa yang salah sebut dianggap gugur. Contohnya : 1, 2, 3, 4, 5, 6, dorr, 8, 9, 10, 11, 12, 13, dorr, dst. Guru juga dapat mengubah aturan yang lebih sulit lagi.
Ice breaking sederhana lainnya adalah “ Ikuti apa yang saya lakukan, jangan lakukan apa yang saya katakan.” Permainan ini betul-betul membutuhkan konsentrasi dari siswa. Misalnya, guru mengatakan “pegang hidung” sementara tangannya memegang telinga. Jadi, siswa harus memegang telinga, bukan memegang hidungnya. Jika siswa tidak konsentrasi pada aturan main, maka dia akan terkecoh dengan memegang hidungnya. Keseruan permainan ini mampu membuat suasana menyenangkan sehingga siswa siap untuk mengikuti proses pembelajaran kembali.
Jika ada banyak jenis ice breaking yang mudah, kenapa kita sulit melakukannya?
#edisikuatkanhati105#
#icebreakingmemecahkejenuhan#
#belajarmenyenangkan#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 24 Januari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan