Jika Bisa Ahad-Rabu Kenapa Harus Senin-Kamis
Ada sesungging senyum di bibir berbalur rasa bahagia di hati ketika melihat anggrek dondrobium di teras rumah yang mulai memamerkan kuntum-kuntum bunganya. Sementara pada tanaman yang lain, tunas-tunas baru terlihat menyembul. Menanam dan merawat tanaman bagiku merupakan salah satu seni memanjakan diri. Tak harus berjalan jauh, melangkah ke teras rumah kemudian memandangi hijaunya daun, memangkas ranting dan dedaunan kering kemudian menyirami atau bahkan memupuk tanaman juga merupakan sebuah bentuk healing yang dapat me-refresh kejenuhan dan meng-up grade semangat yang tak jarang kedap kedip bagaikan lampu minyak yang tertiup angin. Hehehe.
Di Ahad pagi ada banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan. Penulis memilih untuk bermesra ria dengan tanaman di teras rumah yang tidak seberapa. Meski tak banyak, tanaman-tanaman ini sebisa mungkin mendapatkan perawatan yang cukup. Menyiraminya dua kali sehari dan memberikan nutrisi tambahan seminggu sekali. Untuk pemberian nutrisi tambahan (pupuk) ini, tentunya harus disesuaikan dengan jenis pupuknya. Sambil mengaduk campuran 1 sendok pupuk (sendoknya sudah tersedia di kemasan pupuk) dengan satu liter air, penulis flashback saat membeli pupuk tersebut.
“Ini pupuk Senin-Kamis, Bu.” Petugas di sebuah nursery yang penulis kunjungi menjelaskan pupuk yang digunakan untuk kesuburan tanaman hias yang dijualnya. Sambil memandangi tanaman hias di situ yang tumbuh subur dengan bunga warna-warni yang anggun ditiup angin semilir. Lhaa..., hati siapa yang tak tergoda. Apalagi hati emak-emak yang gampang meleleh dengan pemandangan indah dipenuhi bunga-bunga di mana-mana. Hihihi.
Aku pun membaca komposisi pupuk Senin-Kamis tersebut. Satu paket pupuk Senin -Kamis ternyata terdiri dari dua macam pupuk. Pertama, pupuk yang berfungsi untuk memperkuat pertumbuhan tanaman, pertumbuhan akar, batang dan daun. Pupuk ini mengandung Nitrogen 21% dan Phosphotic Acid. Kedua, pupuk perangsang tumbuhnya bunga yang mengandung Nitrogen 13,5%, Phosphoric Acid 27% dan Potash 27%.
“Yang ini untuk hari Senin, yang ini hari Kamis, begitu Mbak?” Tanyaku sambil menunjuk pupuk-pupuk tersebut. Aku ingin memastikan agar tak salah menggunakannya. “Terserah ibu yang mana. Yang penting, setiap pupuk digunakan seminggu sekali.” Si Mbak menjelaskan sambil tersenyum ramah. Oh...begitu. Aku pun mengangguk-angguk mengerti. “Mbak, kenapa namanya pupuk Senin-Kamis?” Tanyaku kepo. “Oh.., itu untuk memudahkan mengingatnya, Bu. Ingat puasa Senin Kamis, ingat memupuk tanaman.” Jawabnya ringan dengan senyum mengembang.
Sambil menyemprotkan cairan pupuk, di dalam hatiku bergumam kalau bisa hari Ahad-Rabu kenapa harus Senin-Kamis. Masalahnya, pasti Aku akan kerepotan kalau harus melakukan pemupukan di hari Senin-Kamis mengingat hari-hari tersebut adalah hari-hari sibuk. Hari Ahad kita maklumi adalah hari libur, sementara itu kebetulan pula di hari Rabu aku off mengajar. Jadilah aku healing di hari Ahad dan Rabu. Hahaha.
Menanam dan merawat tanaman penting dilakukan agar kita bisa terus menerus bernapas gratis. Benar kan?
#edisikuatkanhati88#
#pupuknutrisitambahantanaman#
#memanfaatkanwaktuluang#
#healingmudahdanmurah#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, Hari ke-7 Januari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
