Sholat Jamak dan Qashar Mengambil Hadiah dari Allah
Pematang sawah menghijau terhampar di sepanjang sisi jalan menggantikan jajaran gedung bertingkat yang ditinggalkan di kota. Pemandangan ini sungguh menyejukkan dan memanjakan mata yang lelah. Perjalanan menuju kampung halaman di awal tahun 2024 ini dalam rangka menjalin ukhuwah bersama keluarga besar di desa Air Batu Kabupaten Asahan yang berjarak 181 kilometer dari Kota Medan.
Menempuh jarak sejauh itu, Allah SWT memberikan hadiah berupa berbagai keringanan ( rukhsah) dalam pelaksanaan ibadah sholat, yaitu jamak dan qashar. Allah Maha Pengasih dan Penyayang serta Maha Mengetahui situasi dan kondisi hamba-Nya. Sholat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan bagaimana pun. Jika tak mampu sholat berdiri, laksanakanlah dengan cara duduk, jika tidak bisa duduk lakukan dengan cara berbaring, jika berbaring tidak juga mampu, maka dengan isyarat. Artinya dalam kondisi bagaimana pun, sholat wajib dilaksanakan.
Dalam keadaan safar, di mana situasi dan kondisi di tengah perjalanan bukan tidak mungkin sulit jika harus berhenti lima kali untuk melaksanakan sholat. Tak sedikit yang akhirnya meninggalkan sholat demi kepentingan perjalanannya. Oleh karenanya, syariat Islam memberikan kemudahan bagi orang-orang yang sedang bepergian dan untuk mengurangi kemungkinan tadi, dengan ditetapkannya rukhsah melakukan sholat jamak dan qashar.
Jamak berarti mengumpulkan dua sholat fardhu dalam satu sholat, sedangkan qashar bermakna meringkas jumlah rakaat sholat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Hal ini telah Allah firmankan di dalam Al Qur’an surat An-Nisa ayat 101 :
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ
Artinya: “Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qashar shalat.”
Rasulullah SAW juga berpesan beberapa abad yang lalu di dalam sebuah hadits yang artinya : “Bepergian adalah sepotong siksaan. Ia menghalangi salah seorang dari kalian dari tidur, makan, dan minum. Maka, jika telah selesai dari keperluan perjalanannya, segeralah kembali pada keluarganya.” (HR Abu Hurairah).
Maksud dari hadits di atas adalah setiap perjalanan tidak bisa lepas dari sebuah kesulitan. Sehingga bagi seorang musafir ada pilihan untuk melaksanakan Sholat wajib dengan cara menjamak atau mengqasharnya. Artinya Sholat Jamak dan Qashar ini akan lebih meringankan orang yang sedang dalam kondisi tertentu. Inilah yang penulis maksudkan dalam judul di atas, mengambil hadiah dari Allah.
Sholat Jamak dan Sholat Qashar juga bisa disatukan menjadi Sholat Jamak Qashar sehingga bisa digabung dan diringkas.
Berikut ini ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaan sholat Jamak dan sholat Qashar.
Ketentuan Sholat Jamak
1. Dalam perjalanan yang baik, bukan untuk tujuan maksiat.
2. Dapat dilaksanakan dalam perjalanan dengan jarak minimal yang ditempuh harus mencapai farsakh atau menurut beberapa pendapat para ulama adalah 64 km, 80 km, atau 94,5 km atau disebut dua marhalah.
3. Sholat jamak dilakukan secara muwalat (berurutan). Setelah sholat pertama selesai dilakukan harus segera takbiratul ihram untuk sholat kedua.
Ketentuan Sholat Qashar
1. Dalam perjalanan lebih dari 2 marhalah atau setara 80 kilometer lebih.
2. Kepepet waktu jika tidak di qashar bisa menyebabkan tidak dapat melaksanakan sholat tepat waktu.
3. Perjalanan sebagai Musafir mencapai 3 marhalah lebih sekitar jarak 120 kilometer lebih.
Melaksanakan Sholat Jamak Qashar
1. Menjamak dan mengqashar Sholat Dzuhur dengan Ashar artinya menggabungkan dua sholat sekaligus meringkas.
2. Melaksanakannya tetap seperti biasa yaitu mengerjakan Sholat Dzuhur terlebih dahulu dengan diringkas.
3. Setelah selesai, dilanjutkan lagi dengan Sholat Ashar Jamak Qashar diringkas pula rakaatnya menjadi 2 rakaat.
Jika dilaksanakan di waktu Dzuhur maka disebut Sholat Jamak Qashar Taqdim jika dilaksanakan di waktu Ashar maka disebut Sholat Jamak Qashar Takhir. Begitu pula dengan sholat Maghrib dan Isya.
• Niat Sholat Jamak Qashar Zuhur-Ashar Taqdim
Sholat dilakukan di waktu Dzuhur, sholat Dzuhur diringkas dua rakaat dilanjutkan dengan sholat Ashar. Berikut niatnya,
أصَلَّى فَرْضَ الظُّهْر رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجمُوعًا إِلَيْهِالْعَصْرُ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhazh zhuhri rak'ataini qashran majmuu'an ilaihil 'ashru adaa'an lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat fardhu Dzuhur dua rakaat secara qashar yang dikumpulkan padanya sholat Ashar karena Allah."
* Niat Sholat Jamak Qashar Zuhur-Ashar Takhir.
Sholat dilakukan di waktu Ashar, sholat Ashar diringkas dua rakaat dilanjutkan dengan sholat Dzuhur. Berikut niatnya,
أصَلَّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا يَجْمُوْعًا إِلَىالظُّهْرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhal 'ashri rak'ataini qashran yajmuu'an ilazh zhuhri adaa'an lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat fardhu Ashar dua rakaat secara qashar yang dikumpulkan kepada sholat Dzuhur karena Allah."
* Niat Jamak Qashar Maghrib-Isya Taqdim
Sholat dilakukan di waktu Maghrib, sholat Maghrib tiga rakaat terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan sholat Isya diringkas dua rakaat. Berikut niatnya :
أَصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَىالْمَغْرِبِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhal 'isyaai rak'ataini qasran majmuu'an illa maghribi lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat fardhu Isya dua rakaat secara qashar dikumpulkan pada sholat Maghrib karena Allah."
* Niat Jamak Qashar Maghrib-Isya Takhir
Sholat dilakukan di waktu Isya, sholat Isya diringkas dua rakaat dilanjutkan dengan sholat Maghrib tiga rakaat karena tidak boleh diringkas. Berikut niatnya:
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ تَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعِشَاءُ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhal maghribi tsalath rak'atin tajmu'an ilaihiil 'isyaa' lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat dikumpulkan padanya salat Isya karena Allah."
Semoga dengan adanya hadiah dari Allah SWT berupa kemudahan-kemudahan dalam pelaksanaan ibadah sholat, semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya.
#edisikuatkanhati83#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Kabupaten Asahan, Desa Air Batu, 1 Januari 2024
Disarikan dari berbagai sumber :
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
