Pentingnya Kesadaran Diri (Self Awareness)
Kompilasi Amanat Pembina Upacara (13)
Pentingnya Kesadaran Diri (Self Awareness)
Oleh : Elfitria Darmariska, S.Pd.
(Terinspirasi dari para pembina upacara setiap hari Senin, penulis menggagas tulisan ini. Sambil berdiri di bawah cerahnya sang surya yang gagah mentransfer energi cahayanya, penulis berpikir untuk mengumpulkan setiap amanat yang disampaikan oleh pembina upacara. Setiap hari Senin, yang bertindak sebagai pembina upacara bergiliran dari wali kelas yang satu ke yang lain. Uniknya, setiap pembina tampil dengan mengusung tema yang berbeda. Hal ini yang menurut penulis sangat sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja. Mengabadikannya dalam sebuah tulisan menjadi catatan tersendiri bagi penulis untuk terus belajar dan belajar dari wejangan yang mereka sampaikan.)
Senin, 22 Januari 2024
Sebelum bel awal pembelajaran berbunyi, siswa kelas X-4 yang bertugas sebagai pelaksana upacara sudah terlihat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Begitu pula wali kelas mereka Elfitria Darmariska, S.Pd., sejak hari Sabtu sebelumnya telah meluangkan waktu mendampingi kelas asuhannya. Mereka berlatih sebagai persiapan dalam melaksanakan tugasnya. Persiapan yang berwujud sebuah latihan dan pendampingan wali kelas, menjadi motivasi bagi siswa untuk dapat tampil optimal saat melaksanakan tugasnya.
Dalam kesempatan penyampaian amanat pembina upacara, guru penggerak angkatan ke-9 ini, tak lupa menyampaikan salam dan apresiasi bagi petugas upacara dan beberapa siswa yang memperoleh prestasi di bidang olah raga. Apresiasi bagi siswa berprestasi memang diberikan sesaat sebelum upacara dilaksanakan. Ini sudah menjadi budaya di SMA Negeri 14 dalam mengapresiasi prestasi siswa sebagai motivasi untuk terus mengukir prestasi.
Elfitria Darmariska, S.Pd., guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini, mengangkat tema “Pentingnya Kesadaran Diri”. Menurut beliau, hal ini dirasa penting karena banyak siswa atau bahkan kita semua yang tidak bisa bersikap dengan baik saat menghadapi masalah.
“Kesadaran diri atau Self-awareness adalah kemampuan individu untuk bisa mengidentifikasi dan memahami dirinya secara utuh, baik dari sifat, karakter, emosi, perasaan, pikiran dan cara adaptasi dengan lingkungan.” Pembina upacara mengawali penjelasannya mengenai kesadaran diri.
Kemudian beliau melanjutkan amanatnya dengan memaparkan mengapa kesadaran diri sangat penting. “Dengan adanya kesadaran diri kita akan dapat mengenali berbagai potensi diri sendiri baik berupa kekuatan, kelemahan hingga kepribadian. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan dan dievaluasi untuk meningkatkan kualitas diri. Selain itu, individu dengan kesadaran diri yang baik akan cenderung tidak mudah tersinggung atau sakit hati jika dikritik oleh orang lain.”
Selanjutnya pembina upacara menjelaskan bahwa: “Jika kita memiliki kesadaran diri yang baik maka akan membuat ia fokus untuk memperbaiki diri, hal ini tentunya akan mendorong untuk selalu ingin belajar. Ia akan selalu memikirkan terlebih dahulu baik saat akan berkata apalagi sebelum bertindak. Anak-anak sekalian, lantas apa yang harus kita lakukan sehingga kita bisa memiliki kesadaran diri yang baik?” Pembina upacara menyampaikan retorika agar perhatian anak-anak terpusat kembali pada apa yang disampaikan.
“Seluruh siswa yang saya banggakan, beberapa hal berikut ini dapat dilakukan untuk membangun kesadaran diri (self-awareness) yang baik :
1. Mari kita selalu menerapkan pola pikir yang sehat, yaitu dengan lebih peka terhadap apa yang dilakukan sehingga membantu kita dalam mengerti keadaan dan kondisi di sekitar kita.
2. Mempercayai kemampuan diri sendiri. Keyakinan akan kekuatan diri sendiri akan meningkatkan kemampuan kita dalam bersikap dan mengambil keputusan meskipun sedang dihadapkan dalam permasalahan.
3. Evaluasi diri sendiri. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan sebagai bahan untuk memperbaiki diri lebih baik lagi.
4. Meluangkan waktu untuk merenung sebagai bentuk introspeksi diri dan mengelola emosi sehingga dapat menenangkan diri, terhindar dari stres dan fokus pada tujuan hidup.
5. Mengendalikan emosi. Pentingnya mengendalikan emosi membuat seseorang akan mengetahui emosi yang dirasakan, penyebab munculnya emosi, hubungan antara emosi yang sedang dirasakan dengan apa yang dipikirkan sehingga dapat mengontrol pengaruh emosi terhadap kinerja dan semangat diri.”
“Demikianlah amanat yang bisa saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh dan selamat pagi.” Pembina upacara menutup amanatnya dengan sebuah harapan dan tak lupa mengucapkan salam.
#edisikuatkanhati111#
#upacaranasional#
#kesdarandiri#
#selfawareness#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sskolahku, SMA Negeri 14 Medan, 30 Januari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan