PjBL Pembelajaran Inovatif Aktif Kreatif dan Kolaboratif
Perkembangan zaman yang diikuti dengan perubahan kurikulum mengharuskan guru untuk senantiasa adaptif dengan kondisi ini. Setelah melalui kurikulum 13, saat ini pendidikan di Indonesia memberlakukan kurikulum merdeka. Dipastikan bahwa seorang guru membutuhkan model pembelajaran untuk membantu pelaksanaan proses pembelajaran sehingga tujuan dapat tercapai secara optimal. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Project Based Learning (PjBL). Sebagaimana salah satu implementasi kurikulum merdeka ini adalah P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di mana pendekatan pembelajarannya berbasis PjBL (Project Based Learning).
Apa dan bagaimana pembelajaran Project Based Learning? Berikut ini beberapa pendapat dari ahli pendidikan mengenai PjBL :
1. Grant (2002), Project based learning adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang melakukan suatu investigasi terhadap sebuah topik, secara konstruktif peserta didik diajak melakukan eksplorasi dengan melakukan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata dan relevan.
2. Goodman dan Stivers (2010), project based learning dapat diartikan sebagai pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang diberikan tantangan kepada peserta didik yang terkait dengan kebutuhan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.
3. Saefudin (2014) merupakan metode pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dengan beraktivitas secara nyata dalam kehidupan. Hal ini dilakukan untuk membantu, mendorong dan membimbing peserta didik fokus pada kerja sama dengan melibatkan kerja kelompok dan membantu siswa untuk fokus pada perkembangan mereka.
4. Fathurrohman (2016), project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dicapai peserta didik.
Mengacu pada pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Project Based Learning adalah model pembelajaran yang melibatkan peran aktif siswa. PjBL merupakan pembelajaran yang inovatif di mana pada proses kegiatan belajar mengajarnya memberi penekanan kuat pada pemecahan masalah sebagai usaha kolaboratifnya yang melibatkan siswa untuk mengerjakan suatu proyek.
Meski PjBL bukanlah hal yang baru, namun untuk dapat melakukan model pembelajaran ini secara kontinu dibutuhkan beberapa syarat berikut :
1. Pendidik memiliki keterampilan untuk mengidentifikasi kompetensi dasar yang lebih menekankan pada keterampilan atau pengetahuan pada tingkat penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.
2. Pendidik bertanggungjawab untuk melakukan penguasaan materi sehingga dapat memilih materi atau topik-topik yang akan dijadikan tema proyek sehingga menjadi menarik.
3. Pendidik harus terampil memotivasi peserta didik dalam mengerjakan proyek. Dengan begitu, peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” proyek yang sedang dijalankan.
4. Adanya fasilitas dan sumber belajar yang mendukung sehingga siswa atau kelompok siswa bisa terpenuhi kebutuhannya.
5. Pendidik harus memastikan siswa memiliki kesesuaian waktu proyek dengan kalender akademik agar kegiatan proyek dapat berjalan tanpa harus bentrok atau mengalami hambatan tertentu.
Dengan demikian PjBL memiliki karakteristik di mana guru sebagai fasilitator yang memberikan permasalahan berupa studi kasus yang nantinya akan diselesaikan pada peserta didik dalam bentuk proyek. Maka tak heran apabila Project Based Learning ini menekankan pada keaktifan dan keterlibatan siswa. Selain itu di dalam proses pembelajarannya, PjBL dapat mengembangkan partisipasi aktif , menumbuhkan inisiatif dan kemandirian siswa. Dalam hal ini, guru sebagai fasilitator harus mendampingi selama proses berjalan, melakukan evaluasi secara berkala, melatih kolaborasi dan tanggung jawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk mencari solusi sehingga proyek pembelajaran menghasilkan sebuah produk yang jelas.
Berdasarkan karakteristik PjBL di atas, dapat dijabarkan model pembelajaran project based learning memiliki keunggulan dalam pelaksanaannya sebagai berikut :
1. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
2. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
3. Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
4. Meningkatkan kolaborasi.
5. Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi.
6. Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber.
7. Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
8. Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang berkembang sesuai dunia nyata
9. Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata
10. Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.
Semoga bermanfaat.
Disarikan dari berbagai sumber :
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
#edisikuatkanhati106#
#modelpembelajaranpjbl#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 25 Januari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
