Disiplin dan Budaya Malu
Kompilasi Amanat Pembina Upacara (15)
Disiplin dan Budaya Malu
Oleh
Lastiar Nenny Soneta Marbun, S.Pd
(Terinspirasi dari para pembina upacara setiap hari Senin, penulis menggagas tulisan ini. Sambil berdiri di bawah cerahnya sang surya yang gagah mentransfer energi cahayanya, penulis berpikir untuk mengumpulkan setiap amanat yang disampaikan oleh pembina upacara. Setiap hari Senin, yang bertindak sebagai pembina upacara bergiliran dari wali kelas yang satu ke yang lain. Uniknya, setiap pembina tampil dengan mengusung tema yang berbeda. Hal ini yang menurut penulis sangat sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja. Mengabadikannya dalam sebuah tulisan menjadi catatan tersendiri bagi penulis untuk terus belajar dan belajar dari wejangan yang mereka sampaikan.)
Senin, 5 Februari 2024
Diawali dengan ucapan salam dan rasa syukur, pembina mengajak seluruh peserta upacara untuk senantiasa bersyukur atas begitu banyak nikmat yang diberikan oleh Tuhan sehingga dapat melaksanakan upacara bendera sebagaimana mestinya. Upacara bendera dilaksanakan untuk menanamkan disiplin, menumbuhkan nasionalisme di dalam diri kita.
Pada upacara kali, pembina upacara mengangkat tema “Disiplin dan Budaya Malu” dalam amanatnya. Lastiar Nenny Soneta Marbun, S.Pd., selaku pembina upacara, dalam amanat pembina upacara terlebih dahulu menjelaskan pengertian dari disiplin. “Disiplin merupakan sikap dan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya. Dengan adanya kedisiplinan seorang siswa diharapkan mampu menciptakan suasana lingkungan belajar yang nyaman dan tenteram di dalam kelas. Kita mulai dari disiplin waktu, misalnya. Seorang siswa yang disiplin akan datang ke sekolah tepat waktu.” Guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris ini menyampaikan dengan bahasa yang jelas dan lugas.
Kemudian amanat dilanjutkan kembali, “ Selain itu, seorang siswa yang disiplin akan taat terhadap semua peraturan dan tata tertib sekolah sehingga ia akan berperilaku sesuai dengan norma-norma yang belaku. Seseorang yang disiplin akan merasa malu untuk melakukan kesalahan. Disiplin dan budaya malu menjadi dua hal yang tak terpisahkan, yang diistilahkan dengan cause and effect atau kita sebut hukum sebab akibat. Terbiasa disiplin akan menumbuhkan rasa malu di dalam diri seseorang. Orang yang disiplin akan malu datang terlambat. Kebiasaan ini akan menjadi karakter seseorang.”
Pembina upacara menutup amanatnya dengan mengajak seluruh siswa untuk melaksanakan disiplin dan budaya malu agar sukses di kemudian hari. “Karena itu, mari kita biasakan disiplin sehingga akan menumbuhkan budaya malu di dalam diri kita. Tentu saja hal ini dimulai dari pembiasaan di rumah sebagai sekolah pertama bagi seorang anak. Anak yang terbiasa disiplin dari rumah, maka akan menunjukkan karakter itu di mana pun dia berada termasuk di sekolah.”
#edisikuatkanhati117#
#disiplindanbudayamalu#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 6 Februari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan