Gerakan Terselubung Tumbuhkan Minat Baca
“Bapak dan ibu, bukan perkara mudah mengajak anak untuk gemar membaca. Gerakan membaca di Sanggar Lingkaran ini, diawali dengan mengumpulkan anak-anak untuk bermain. Kami ajak mereka bermain. Namun di sekeliling arena bermain, sudah kami sediakan buku-buku bacaan untuk mereka. Nyatanya, di sela-sela waktu mereka bermain ada yang tertarik untuk sekadar melihat-lihat buku yang dipajang di sekitar tempat bermain. Lama kelamaan mereka menjadi terbiasa untuk melihat dan membaca buku yang ada.” Hal ini diceritakan oleh Irwanto, SH owner dari Cafe Baca di Desa Wisata Kampoeng, Kabupaten Deli Serdang saat acara Kemah Literasi besutan Perkumpulan Pendidik Penulis Sumatera Utara bulan Desember 2023 lalu.
Terinspirasi dengan perjuangan beliau untuk menggerakkan kearifan lokal kampungnya melalui gerakan literasi, penulis pun melakukan “gerakan terselubung” untuk menumbuhkan minat baca pada siswa yang semakin tergerus. Perpustakaan kini minus pengunjung.
Ada dua model pembelajaran yang telah penulis lakukan di dalam kelas untuk menumbuhkan minat baca siswa, yaitu Barter Soal dan ProPo Keren (Proyek Power Point Keren). Keduanya dikerjakan secara berkelompok. Untuk Sintak Barter Soal telah penulis jelaskan dalam artikel berjudul “ Barter Soal Metode Seru Pembelajaran Berdiferensiasi”.
Metode ProPo Keren, penulis terapkan sebagai gerakan terselubung untuk menumbuhkan minat baca siswa. Diawali dengan membagi siswa menjadi 6 kelompok, di mana satu kelompok terdiri dari 6 orang siswa. Kemudian guru membagi materi pelajaran yang akan dibahas oleh kelompok diskusi. Kelompok-kelompok ini, ditugaskan untuk membuat power point yang akan mereka presentasikan pada pertemuan berikutnya.
Dalam pertemuan pertama ( 2 jam pelajaran) mereka berdiskusi mengenai materi yang ditugaskan. Agar apa yang tugaskan berjalan sesuai dengan yang dirancang guru, tiap kelompok diwajibkan mengirim outline dan desain pengantar materi pelajaran yang dikirimkan ke grup WA. Dari desain yang dikirimkan ke grup, guru dapat menilai proses yang berlangsung. Selain itu, akan memantik semangat kompetitif di antara kelompok karena melihat kelompok lain sudah mengirimkan hasil kerjanya.
Tak lupa penulis menjelaskan pada siswa bahwa penilaian yang diberikan ada dua jenis, yaitu nilai kelompok dan nilai individu. Caranya, setiap kelompok membagi materi pada anggota dan masing-masing membuat power point-nya. Dari sini bisa didapatkan penilaian untuk individu. Setelah itu, slide-slide dikumpulkan menjadi satu, inilah menjadi nilai kelompok. “Anak-anak ibu, jadi di dalam ProPo Keren ini, ada nilai individu dan ada nilai kelompok. Nilai individu bisa lebih tinggi dari nilai kelompok, jika pada saat presentasi tiap-tiap anggota bisa menjelaskan dengan baik power point yang dibuatnya. Ok.., jika ada kesulitan bisa kita diskusikan bersama.” Penulis menjelaskan reward yang akan mereka dapatkan. Menurut penulis, reward ini memang harus dijelaskan. Jika tidak, akan mengurangi daya pikat.
Beberapa saat berselang, mereka terlihat asyik dengan gadgetnya masing-masing. “Sudah dibagi tugasnya masing-masing?” Tanya penulis saat berkeliling mengamati mereka bekerja. “Ingat ya.., Nak. Buku paket kita tetap sebagai referensi utama selain sumber lainnya.” Penulis mengingatkan agar mereka menggali informasi dari buku bukan Googling.
“Anak-anak, hari ini kalian wajib menyetorkan satu desain sebagai tanda bahwa kalian bekerja. Selebihnya bisa kalian selesaikan di rumah dan minggu depan masing-masing kelompok mempresentasikannya.”
Tang-ting-tang-ting.., notifikasi bersusulan pertanda ada pesan yang masuk. “Bu.., kelompok 2 sudah mengirim ke grup.” Ucap seorang siswa. Ternyata setelah satu kelompok mengirimkan desainnya, kelompok yang lain pun terpacu melakukan hal yang sama.
Penulis melihat, cara ini sangat mereka sukai. Gen-Z sangat akrab dengan cara-cara seperti ini. Tak disangka, hasilnya luar biasa. Mengajak mereka membaca dengan cara terselubung memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang memang sesuai dengan zamannya. Amazing.., ternyata power point yang mereka buat dengan berbagai aplikasi lebih bagus dari buatan gurunya. Alhamdulillah.
#edisikuaykanhati112#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, Awal Februari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
