Kemudahan Seorang Musafir
Tak ada alasan untuk meninggalkan sholat. Dalam situasi dan kondisi bagaimana pun kewajiban menegakkan sholat harus dilaksanakan. Tidak sanggup berdiri, duduk. Tak bisa duduk, berbaring. Tak sanggup berbaring, dengan isyarat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
Dari Imran bin Hushain, ia berkata, aku dulu sakit bawasir, maka aku bertanya pada Nabi SAW tentang (pelaksanaan) Shalat, maka beliau bersabda: “Shalatlah kamu dengan berdiri, bila kamu tidak bisa maka (shalatlah) dengan duduk, bila kamu tidak bisa maka (shalatlah) dengan berbaring “. (HR. Ahmad, Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Demikian kemudahan yang diberikan Allah, maka tak ada alasan untuk meninggalkan kewajiban sholat. Jika tak juga mampu dengan berbaring dan isyarat, itu pertanda harus disholatkan.
Selain kemudahan di dalam sholat, Islam memberikan kemudahan bagi hambanya untuk menunaikan perintah-Nya. Termasuk ketika dalam keadaan musafir. Orang yang sedang bepergian atau dalam perjalanan diberi keringanan untuk beribadah kepada-Nya. Pada hakikatnya Allah SWT mensyariatkan hukum-hukum Islam untuk memberi kemudahan kepada kaum muslimin, bukan untuk menyulitkan.
Dari beberapa referensi yang penulis kumpulkan ada banyak kemudahan yang Allah berikan bagi seorang musafir, antara lain :
1. Menjamak (menggabungkan dua sholat) dan mengqashar ( meringkaskan sholat).
2. Tidak berpuasa pada siang hari di bulan Ramadhan jika safarnya penuh kesulitan. Namun jika tidak ada kesulitan apa pun, puasa tetap wajib dilaksanakan.
3. Bisa mengerjakan sholat di atas kendaraan dengan menghadap ke arah yang dituju oleh kendaraan.
4. Bertayamum karena ketika safar lebih dibutuhkan dibanding saat mukim saat tidak ditemukan air atau sulit menggunakan air.
Begitu pun bagi musafir, dengan kasih sayang Allah keringanan-keringanan yang diberikan, tetap dicatat mendapatkan pahala sebagaimana orang yang mukim.
Sebagaimana hadis Rasulullah SAW :
“Jika seseorang sakit atau bersafar, maka dicatat baginya pahala sebagaimana ia mukim atau ketika ia sehat.” (HR. Bukhari no. 2996)
Semoga dengan pengetahuan kita dalam beragama akan membuat setiap aktivitas kehidupan kita tercatat sebagai amal baik yang memberatkan timbangan di yaumul mizan kelak.
Disarikan dari berbagai sumber :
**(censored)**
**(censored)**
Pangkal Pinang - Bangka Belitung, 9 Februari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
