Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Literasi Sepanjang Jalan
Sumber : Tribun Medan

Literasi Sepanjang Jalan

Suatu pagi, setelah menyelesaikan urusan di bank , penulis hendak melanjutkan urusan yang lain. Celingak celinguk kanan kiri, penulis tidak menemukan ada becak bermotor ataupun angkutan kota (angkot) yang bisa penulis tumpangi ke tempat tujuan. Sembari menunggu angkot atau becak, penulis berjalan santai. Hitung-hitung sambil berolah raga.

Lima menit berlalu tidak juga ada angkot yang diinginkan. Penulis memutuskan untuk berjalan kaki saja setelah mengukur jarak yang akan ditempuh. Dari kejauhan menara masjid Taqwa sudah terlihat. Penulis merasa jarak ini tak jauh lagi, karena tempat yang dituju ada di depan masjid tersebut. Tapi.., tak selamanya yang terlihat itu dekat. Buktinya langit. Sangat jelas terlihat, namun jaraknya jauh. Hehehe. Ada-ada saja.

Sambil berjalan santai, penulis menikmati pemandangan sekitar. Suasana pagi yang energik. Aktivitas penuh semangat menjemput rezeki terlihat di sana-sini. Masing-masing dengan kesibukannya. Melintasi pasar tradisional, penulis melihat pedagang sayur dan buah segar yang menggoda mata. Ada keinginan mengabadikan momen barter antar penjual dan pembeli. Eits...nggak jadi deh. Ada rasa takut, teringat kejadian-kejadian yang disebarkan melalui media sosial di mana gadget dijambret di pinggir jalan. Bukan suuzon, tapi lebih kepada rasa waspada. Kejahatan sering terjadi karena ada kesempatan.

Wusssh.., penulis kaget karena sebuah mobil melesat cepat beberapa senti di sisi penulis. Astaghfirullah, padahal posisi penulis sudah sangat menepi. Setelah penulis amati, ternyata mobil tersebut ambil jalan potong untuk mendahului kendaraan yang lain sehingga posisinya nyaris membahayakan pejalan kaki. Begitulah, jika tidak tersedia tempat bagi pejalan kaki. Duuhhh, harus ekstra hati-hati. Dag-dig-dug jantung ini dibuatnya. Mudah-mudahan nanti setelah terpilih anggota dewan yang baru, hal-hal seperti ini akan diperhatikan.

Menara masjid semakin jelas terlihat. Itu pertanda tempat yang dituju semakin dekat. Sepanjang jalan penulis melihat banyak hal. Jauh berjalan banyak dilihat, peribahasa ini terbukti. Asalkan kita dapat mengambil hikmah dari apa yang dilihat, maka akan mendatangkan manfaat. Melihat banyak hal di sepanjang jalan, akan meningkatkan rasa syukur di dalam diri karena ternyata ada banyak orang yang tidak seberuntung kita. Selain itu, tebaran energi positif dari banyak aktivitas di sepanjang jalan akan dapat memotivasi diri untuk berbuat lebih baik lagi.

#edisikuatkanhati118#

#jauhberjalanbanyakdilihat#

#belajardariuniversitaskehidupan#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 7 Februari 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post