Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Makna Nilai Diri dalam Kehidupan
Sri Hasmarini Octavia Sihombing, S.Pd., M.Hum., saat bertindak sebagai pembina upacara di SMA Negeri 14 Medan, Senin 26 Februari 2024. ( Sumber : RaRa)

Makna Nilai Diri dalam Kehidupan

Kompilasi Amanat Pembina Upacara (16)

Makna Nilai Diri dalam Kehidupan

Oleh

Sri Hasmarini Octavia Sihombing, S.Pd., M.Hum

(Terinspirasi dari para pembina upacara setiap hari Senin, penulis menggagas tulisan ini. Sambil berdiri di bawah cerahnya sang surya yang gagah mentransfer energi cahayanya, penulis berpikir untuk mengumpulkan setiap amanat yang disampaikan oleh pembina upacara. Setiap hari Senin, yang bertindak sebagai pembina upacara bergiliran dari wali kelas yang satu ke yang lain. Uniknya, setiap pembina tampil dengan mengusung tema yang berbeda. Hal ini yang menurut penulis sangat sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja. Mengabadikannya dalam sebuah tulisan menjadi catatan tersendiri bagi penulis untuk terus belajar dan belajar dari wejangan yang mereka sampaikan.)

Senin, 26 Februari 2024

Seperti biasanya rutinitas di hari Senin pagi setelah bel pertama berbunyi, semua siswa bergerak menuju lapangan membentuk barisan untuk melaksanakan upacara bendera. Rutinitas ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan semangat kebangsaan di dalam diri siswa. Meski terkadang tak mudah untuk menumbuhkan kesadaran bagi siswa berbaris walau telah dikomandokan, tetap saja surut kita berpantang untuk menyerah.

Hari ini yang mendapat giliran sebagai pelaksana upacara bendera adalah siswa kelas X-9. Itu berarti wali kelas X-9 Sri Hasmarini Octavia Sihombing S.Pd., M.Hum., yang bertindak sebagai pembina upacara.

Setelah mengucapkan syukur dan salam hormat kepada seluruh peserta upacara, pembina menyampaikan tema amanatnya yaitu : Makna Nilai Diri dalam Kehidupan.

“Siapakah di antara kalian yang berminat dengan uang yang saya pegang ini?” Pembina upacara memulai materi dengan menunjukkan lembaran uang bernilai seratus ribu rupiah. Spontan anak-anak menjawab serentak : “ Mauuu...” Kemudian, pembina yang juga pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris ini, meremuk uang seratus ribu rupiah tersebut di dalam genggamannya dan kembali bertanya, “ Apakah setelah saya remuk seperti ini masih ada yang mau mengambil uang ini?” Seluruh siswa kembali menjawab mau. “Kalau saya remuk, kemudian diinjak dan dibuang, apakah masih mau?” Anak-anak tetap menjawab mau.

“Ok.., kalau begitu saya tanyakan pada kalian, kenapa kita masih mau mengambilnya meskipun telah diremuk, dipijak, kumal dan kotor?” Pembina upacara melontarkan retorik yang kemudian ia jawab sendiri. “Karena nilai yang ada pada uang tersebut.”

Ternyata, pembina upacara ingin menganalogikan nilai uang tersebut dengan nilai diri kita. Jika seseorang memiliki nilai diri yang tinggi maka bagaimana dan di mana pun orang akan tetap menghargainya. Lantas bagaimana caranya agar kita bisa memiliki nilai diri?

Pembina upacara melanjutkan amanatnya, “Nilai diri dapat kita peroleh dan tingkatkan dengan 3 cara, yaitu miliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap atau attitude.”

“Milikilah ilmu pengetahuan dengan cara rajin dan giat belajar di sekolah, di rumah dan di mana pun kita berada. Kita dapat memanfaatkan berbagai sumber misalnya guru, buku, majalah, internet, ataupun sumber lainnya. Sejalan dengan pengetahuan yang kita miliki maka berikutnya akan muncul keinginan di dalam diri untuk memiliki keterampilan sehingga dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan di dalam kehidupan nyata. Lantas, baik ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki akan menjadi sempurna jika didukung dengan sikap yang baik. Dengan demikian, makna nilai pada kehidupan kita sendiri akan menjadi tinggi di mata orang-orang di sekeliling kita.”

Amanat pembina upacara kali ini cukup singkat dan padat nutrisi. Semoga dengan disampaikannya nasehat di setiap upacara, kiranya akan berdampak positif bagi perkembangan karakter siswa.

Semoga.

#edisikuatkanhati137#

#nilaidiri#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 26 Februari 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post