Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Diawali dan Diakhiri dengan Membaca
Sumber : Indozone

Diawali dan Diakhiri dengan Membaca

innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Ucapan duka dalam berbagai versi memenuhi halaman grup WA. Menyampaikan rasa turut berduka cita. Tak sedikit pula yang melontarkan tanya : “Almarhum (ah) sakit apa?” Keluarga ahli musibah dengan sarat duka pun bercerita. Sering terselip kalimat : “Padahal.., “ yang bermuatan rasa tak menduga jika almarhum(ah) meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya.

Kematian merupakan rahasia Allah SWT. Tak ada yang dapat memastikan kapan akan terjadi. “Tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34).

Iqro’, bacalah. Sebagai orang yang awam, penulis memaknai wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW sebagai sebuah perintah suci agar bahagia hidup di dunia dan selamat di akhirat. Membaca dari apa yang terjadi bahwa segala sesuatu yang akan datang adalah ghaib, tak ada yang mengetahui kecuali Allah SWT. Sejatinya manusia senantiasa dalam kondisi bersiap menghadapi kematian. Berbuat baik kapan dan di mana saja serta dalam kondisi apa pun. Karena semua pasti mati. Orang kaya, miskin, raja, rakyat biasa, bayi, anak-anak, apalagi orang tua semuanya akan mengalami. Akan datang suatu saat yang semua makhluk tak bisa menghindarinya.

QS Al Araf ayat 34

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”

Agar dapat menjalani hidup dengan baik , manusia harus dapat membaca. Membaca bukan hanya yang tertulis di dalam kitab sebagai ayat qauliyah namun juga membaca apa yang ada dan terjadi di alam ini sebagai ayat kauniyah Allah. Membaca ayat qauliyah sebagai pedoman dan penuntun serta mengambil pelajaran dari apa yang kita lihat (kauniyah).

Iqro’, bacalah. Pada akhirnya di ujung cerita, kelak kita juga akan diperintahkan untuk membaca. Firman Allah SWT di dalam surat Al-Isro’ ayat 14 yang artinya :

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.”

Saat yaumul hisab tiba, kelak kita akan membaca sendiri seluruh catatan amal baik dan buruk yang kita lakukan. Saat itu, setelah Allah SWT perintahkan kita membacanya, pada akhirnya kita pun bisa mengukur akan masuk ke mana diri kita, surga atau neraka.

Ya...robbana, irhamna. Kami memohon, senantiasa peluk dan bimbinglah kami agar dapat membaca ayat-ayat-Mu dengan baik dan benar sehingga kami tak kan malu membaca catatan diri di akhir kelak. Aamiin yaa Robbal alaamiin.

Wallahu a’lam bishowab.

#edisikuatkanhati#

#berbuatbaiksetiapsaat#

#berimanpadayangghaib#

#membacasehatmenulishebat#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 2 Mei 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post