Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus
Judul di atas terinspirasi dari profil whatsapp Al-ustaz Muhammad Iqbal, M.Pd.I. Sebaris kalimat sederhana yang sarat hikmah. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Kalimat sarat nasehat agar dalam hidup ini Allah menjadi prioritas utama.
Adanya interaksi sesama manusia membuat manusia tak terlepas dari berbagai permasalahan. Dalam menghadapi masalah yang terjadi, tak jarang manusia banyak yang galau bahkan depresi. Tapi semua itu tak akan terjadi jika manusia mendahulukan Allah dalam hidupnya.
Semua persoalan akan menjadi mudah ketika manusia mendahulukan Allah, berserah diri dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Semua kebingungan, kegundahan dan depresi tidak akan terjadi karena Allah sebagai tempat bergantung dan meminta. Tak ada cinta dan kasih sayang sebagai mana Allah mengasihi hamba-Nya.
Pada kenyataannya banyak hamba yang tidak mendahulukan Allah dalam hidupnya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan janji yang selalu diucapkan pada saat sholat :
inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin, yang merupakan penggalan surat Al-An’am ayat 162 yang artinya : Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanya untuk Tuhan Semesta Alam."
Namun yang terjadi tidak demikian. Masih banyak yang melalaikan perintah sholat. Pada saat azan berkumandang tidak segera berwudhu dan memenuhi panggilan Allah. Padahal Rasulullah SAW dan para sahabat telah memberikan suri teladan dengan segera bergegas mengerjakan sholat apabila telah datang panggilan azan.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Aisyah RA ditanya, “Apa yang biasa dilakukan Nabi SAW di rumah? Aisyah menjawab, “ Beliau membantu keluarganya, jika waktu sholat tiba, beliau berwudhu dan keluar untuk sholat.”
Begitu pula para sahabat yang selalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan perniagaannya, akan langsung meninggalkan pekerjaannya dan bersegera mengerjakan sholat berjamaah, begitu cerita Ibnu Abbas RA. Abdullah bin Umar pun menyaksikan di sebuah pasar ketika ia datang. Begitu tiba waktu sholat para pedagang serentak menutup toko-toko mereka dan bergegas bersama-sama menuju ke masjid untuk sholat berjamaah.
Sesibuk apa pun mereka, tetap mendahulukan Allah dalam hidupnya. Sesungguhnya sibuk itu palsu. Semua tergantung prioritas. Sesibuk apa pun bekerja, jika sholat telah menjadi prioritas maka akan selalu mendahulukan sholat. Sediakan waktu untuk sholat dengan tenang. Karena sejatinya urusan dunia masih bisa menunggu. Jika pun dunia berakhir pada saat sedang mengerjakan sholat, maka saat itu adalah cara paling indah pulang ke haribaan-Nya.
Pada saat Allah memanggil kita maka langsung memenuhinya dalam kondisi apa dan bagaimana pun. Begitulah pesan Imam Syahid Hasan Al-Banna, “Bangkitlah segera melaksanakan sholat apabila azan berkumandang walau bagaimanapun keadaannya.” Itulah tanda bahwa seorang hamba selalu mendahulukan Allah, lagi dan terus tanpa henti. Semoga kita tak pernah lupa untuk selalu mengajari hati kita agar senantiasa bergantung kepada Allah. Bahwa diri ini tak ada apa-apanya tanpa pertolongan Allah. Itu sebabnya kita harus mendahulukan Allah, Allah lagi dan Allah terus.
#edisikuatkanhati#
#AllahduluAllahlagiAllahterus#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, Hari ke-4 Juli 2024.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
