Asa di Ujung Malam
Dipeluk larutnya kelam
Di ujung malam
Hening dalam diam
Hamba khitbah sebuah nama dalam doa
Tanpa sudah
Sepenuh asa berserah jiwa
Agar nama yang hamba serah diijabah
Kristal bening mengaca di titik mata
Tak pandai ia bercerita
Tak mampu dengan kata
Hanya Engkau yang paham akan bahasanya
Ya.. Mujibassailin, ya.. Robbul izzati, kabulkanlah
Segala apa yang tak mampu terukir pada lisan ini
Dengan kun fayakun-Mu
Allahumma yasir walaa tuassir-Mu
Kabulkanlah doa yang selalu hamba ulang
Teguhkan hati meyakini kekuatan doa
Meski takdir tertulis sudah
Tak ada yang sulit bagi-Mu
Mengubah takdir karena pinta hamba
Ya...Samii’ud du’a
Mana kala bersujud hamba
Berbisik di bumi mencoba mengetuk pintu langit
Izinkan hamba memohon
Berikanlah yang terbaik untuk segala hal yang hamba nanti
Bimbing hati ini agar selalu yakin
Tak semua yang hamba pinta baik menurut-Mu
Jika tidak Engkau perkenan
Yakinkan hati ini
Itulah sesungguhnya takdir terindah dari-Mu
#edisikuatkanhati#
#sepenuhjiwamenghamba#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 17 Juli 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
