Enam Petuah Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani Agar Terhindar Maksiat Hati
Dari mata turun ke hati, begitu kata pepatah. Benar, setiap kali kita bertemu dengan orang lain, pandangan mata memberikan kesan pertama. Berikutnya, kesan itu perlahan-lahan akan merambati hati. Tak masalah jika kesan itu baik. Namun jika kemudian hati memberikan penilaian yang buruk terhadap seseorang, meremehkannya, dan menganggap diri lebih baik, ini yang harus diwaspadai. Hal ini merupakan penyakit yang tergolong maksiat hati yang harus dihindari.
Ada banyak nasehat ataupun petuah yang bisa kita jadikan pedoman dalam menjaga hati. Tentunya paling baik jika petuah itu berasal dari orang yang taat kepada Allah dan rasul-Nya. Syaikh Abdul Qadir Al Jailani (14 Maret 1079 – 4 November 1175 M) adalah seorang ulama fiqih dan sufi serta aqidah masyhur yang tidak diragukan lagi sebagai waliyullah yang dijadikan panutan oleh para wali. Keagungan ilmu yang dimilikinya membuat beliau bergelar Sulthonul Auliya (Rajanya Para Wali).
Beliau dilahirkan di negara Jailan. Satu negara bawahan Tobaristan, wilayah kuno bersejarah yang kini berada dalam wilayah Iran. Kelahiran Syekh Abdul Qadir tepat pada malam pertama Ramadhan tahun 470 Hijriah. Sementara wafatnya di negara Baghdad (Irak), tepat pada tanggal 10 Muhrarram tahun 571 Hijriah dalam usia 91 tahun. Ulama fiqih yang bermazhab Hambali ini, memiliki keluasan Ilmu yang ajarannya tersebar luas ke seluruh dunia, menjadikannya sebagai aliran tarekat yang paling banyak dianut.
Sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa menghindari interaksi dengan manusia lainnya. Untuk menjaga kewarasan hati saat bertemu dengan orang lain, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani memberikan petuah sebagai berikut :
1. "Bila engkau bertemu dengan seseorang, hendaknya engkau memandang dia itu lebih utama daripada dirimu. Dan katakan dalam hatimu: ‘Boleh jadi dia lebih baik di sisi Allah daripada diriku ini dan lebih tinggi derajatnya’.”
2. “Jika dia orang yang lebih kecil dan lebih muda umurnya dari pada dirimu, maka katakanlah dalam hatimu: “Boleh jadi orang kecil ini tidak banyak berbuat dosa kepada Allah. Sedangkan aku adalah orang yang telah banyak berbuat dosa. Maka tidak diragukan lagi kalau derajat dirinya jauh lebih baik daripada aku.”
3. Bila dia orang yang lebih tua, hendaknya engkau mengatakan dalam hati: “Orang ini telah lebih dahulu beribadah kepada Allah daripada diriku.”
4. Jika dia orang yang alim, maka katakan dalam hatimu: “Orang ini telah diberi oleh Allah sesuatu yang tidak bisa aku raih. Telah mendapatkan apa yang tidak bisa kudapatkan. Telah mengetahui apa yang tidak aku ketahui, dan telah mengamalkan ilmunya.”
5. Bila dia orang yang bodoh, katakan dalam hatimu: “Orang ini durhaka kepada Allah karena kebodohannya. Sedangkan aku durhaka kepada-Nya padahal aku mengetahuinya. Aku tidak tahu dengan apa umurku akan Allah akhiri atau dengan apa umur orang bodoh itu akan Allah akhiri (apakah dengan khusnul khatimah atau dengan su’ul khatimah).”
6. Bila dia orang yang kafir, maka katakan dalam hatimu: “Aku tidak tahu bisa jadi dia akan masuk Islam lalu menyudahi seluruh amalannya dengan amalan saleh. Bisa jadi aku terjerumus menjadi kafir. Lalu menyudahi seluruh amalku dengan amal yang buruk itu.”
Petuah-petuah Syaikh Abdul Qodir Al-Jailanitersebug mengajarkan kepada kita agar memandang orang lain lebih baik dari kita. Sebagian ulama berdoa “Ya Allah jadikanlah aku orang yang pandai bersabar dan bersyukur. Jadikanlah aku seorang yang hina menurut pandangan diriku sendiri. Jadilah aku orang yang besar menurut pandangan orang lain.”
(Disarikan dari berbagai sumber.)
#edisikuatkanhati#
#menghindarimaksiathati#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 8 Juli 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
