Hormati Gurumu
Kompilasi Amanat Pembina Upacara (17)
Hormati Gurumu
Oleh : Ginio Situmorang, S.Pd.
(Terinspirasi dari para pembina upacara setiap hari Senin, penulis menggagas tulisan ini. Sambil berdiri di bawah cerahnya sang surya yang gagah mentransfer energi cahayanya, penulis berpikir untuk mengumpulkan setiap amanat yang disampaikan oleh pembina upacara. Setiap hari Senin, yang bertindak sebagai pembina upacara bergiliran dari wali kelas yang satu ke yang lain. Uniknya, setiap pembina tampil dengan mengusung tema yang berbeda. Hal ini yang menurut penulis sangat sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja. Mengabadikannya dalam sebuah tulisan menjadi catatan tersendiri bagi penulis untuk terus belajar dan belajar dari wejangan yang mereka sampaikan.)

Meski langit sedikit mendung, namun semangat untuk melaksanakan upacara bendera tetap bergelora. Upacara bendera yang digelar setiap hari Senin merupakan ajang untuk melestarikan nasionalisme di dada generasi muda. Menghargai perjuangan para pahlawan terdahulu sehingga bangsa ini bebas dari cengkeraman penjajah.
Seperti biasanya yang bertindak sebagai petugas upacara bergantian dari kelas yang satu ke yang lain. Wali kelas dari kelas yang bertugas pun didapuk sebagai pembina upacara. Senin, 29 Juli 2024 yang bertindak sebagai petugas upacara adalah kelas XII MIPA1, sehingga dengan demikian yang bertindak sebagai pembina upacaranya adalah wali kelas mereka yaitu Ginio Situmorang, S.Pd.
Meski diwarnai dengan sedikit insiden pada saat pengibaran, hal ini menjadi bahan evaluasi pada pelaksanaan upacara berikutnya. Pembina upacara sangat mengapresiasi usaha siswa XII MIPA 1 yang telah berlatih pada hari Sabtu pekan sebelumnya.
Dalam amanatnya, pembina upacara menekankan adab siswa kepada guru. Menghormati guru merupakan salah bagian yang sangat penting dalam pendidikan, karena kedudukan adab di atas ilmu. Jika siswa menghormati gurunya maka secara otomatis siswa tersebut akan mematuhi tata tertib dan disiplin yang diterapkan di sekolah. Ilmu yang diperoleh pun akan menjadi berkah.
Pada kenyataannya banyak siswa yang tidak menghormati guru dan tidak pula mematuhi peraturan serta tata tertib yang diberlakukan di sekolah. Padahal, siswa yang patuh kepada gurunya maka akan sukses nantinya karena guru adalah pengganti orang tua di sekolah.
Di akhir amanatnya, pembina menyampaikan sebuah lagu untuk siswa yang liriknya sebagai berikut :
Bila bentakan kecilku patah kan hatimu
lebih keras dari itu dunia kan menghakimimu
Ku bentuk dirimu menjadi engkau hari ini
Kau harus kuat kau harus hebat muridku tersayang
Semoga dengan pelaksanaan upacara bendera ini, siswa semakin cinta pada bangsanya serta menghormati orang tua dan gurunya.


#edisikuatkanhati#
#upacarabenderanasionalismedidada#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 29 Juli 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
