Memaknai Tahun Baru Hijriah
Tanggal 1 Muharam 1446 H jatuh bertepatan dengan tanggal 7 Juli 2024. Seluruh umat muslim memasuki era baru dengan datangnya pergantian tahun baru Islam ini. Menyongsong datangnya 1 Muharam 1446 H esok hari, penulis mengawali tulisan ini dengan sebuah hadis Rasulullah SAW yang artinya :
"Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka)." (HR. Al-Hakim)
Sebuah hadis yang mengandung spirit bahwa hidup kita hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih cerah dari hari ini. Datangnya tahun baru hijriah ini menjadi momen yang tepat bagi kita untuk muhasabah, mengevaluasi diri sendiri.
Lazimnya kita ketahui bahwa datangnya 1 Muharam selalu identik dengan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dan para sahabat dari Kota Makkah ke Madinah. Hijrah dimaknai sebagai semangat perubahan menuju yang lebih baik. Selain itu, peristiwa hijrah sendiri merupakan tonggak paling bersejarah dalam perkembangan agama Islam sehingga ditetapkan sebagai permulaan penanggalan Hijriah.
Waktu terus berlalu. Kini tahun hijriah telah memasuki kurun 1446 H. Datangnya tahun baru ini, tidaklah kita lewati dengan hijrah makani (memaknai peristiwa hijrahnya Rasulullah) belaka, namun juga menjadikan momen ini sebagai hijrah maknawi yaitu memaknai hijrah baik secara individual menjadi pribadi yang takwa dan berakhlak mulia serta hijrah secara sosial yaitu turut berkontribusi dalam pembangunan peradaban masyarakat dan bangsa.
Hijrah yang juga berarti pindah, dengan maksud berpindah secara moral dan mental serta kehidupan religius sehingga dapat mengubah sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri menjadi sifat-sifat yang baik dan terpuji sebagai upaya untuk menggapai ridho Allah SWT.
Apalagi di era globalisasi ini sangat penting untuk memperkuat karakter dan akhlakul karimah agar tidak tenggelam dalam gemerlap kehidupan modern dan tergilas oleh perputaran roda zaman.
Peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dan para sahabat juga mengajarkan semangat persaudaraan yang tinggi. Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Tak hanya sesama saudara seiman, Rasulullah SAW juga mencontohkan bahwa beliau telah membina hubungan baik dengan beberapa kelompok Yahudi yang hidup di Madinah dan sekitarnya pada masa itu.
Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW mengingatkan kita agar selalu mawas diri dan dapat menggunakan waktu sebaik mungkin dalam menjalani hidup ini :
"Gunakan lima perkara sebelum datang lima perkara; masa mudamu sebelum masa tua, sehatmu sebelum sakitmu, kekayaanmu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, dan kehidupanmu sebelum kematianmu." (Imam Hakim)
Selamat Tahun Baru 1446 Hijriah. Semoga amalan yang baik dapat ditingkatkan sedangkan yang buruk ditinggalkan dan senantiasa di dalam ridho Allah SWT.
#edisikuatkanhati#
#selamattinggal1445hselamatdatang1446h#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, hari ke-6 Juli 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
