3S Pesona Haramain
(Tulisan ini terinspirasi dari ceramah Al-Ustaz Drs. H. Legimin Syukri, MH., saat pemberangkatan jamaah haji tempo hari dan didedikasikan untuk Al-Ustaz Muhammad Iqbal, M.Pd.I yang sedang melaksanakan umrah. Semoga ibadah umrahnya berjalan lancar dan insya Allah mendapatkan umrah yang mabrur.)
Serasa tak menemukan kata yang setara untuk menggambarkan keindahan dua tempat mulia di bumi Allah ini yaitu Makkah dan Madinah karena bercampur rasa takjub, haru dan juga rindu. Seakan tak terkatakan dan tak terwakili di lisan ini terbalut ketakjuban maha indah. Namun, butiran kristal yang mengaca di ujung mata mampu bercerita semuanya.
Cerita tentang Makkah dan Madinah (Haramain) tak kan pernah usai hingga dunia ini berakhir. Berkunjung ke sana, sungguh merupakan perjalanan spiritual yang menunjukkan hubungan vertikal seorang hamba dengan Khaliqnya. Tak hanya itu, harmoni interaksi horizontal di antara sesama hamba juga dipertaruhkan. Itulah sebabnya mengapa perjalanan ini menjadi berbeda bahkan untuk semacam wisata religi sekali pun.
Bagaimana hubungan vertikal seorang hamba dengan penciptanya, hanya dirinya yang tahu. Namun sejatinya, setiap insan wajib bersikap santun pada sesama jika dia patuh pada penciptanya. Dia pula yang tahu rasa apa yang ada di dalam dada saat berada di tempat yang paling dimuliakan oleh Rob-nya. Begitulah halnya, menjadi wajar jika pengalaman seseorang berbeda dengan yang lain manakala mengunjungi kedua tanah haram.
Sesungguhnya, apa yang harus kita lakukan ketika Allah berikan kesempatan berkunjung ke sana? Lakukanlah 3S yaitu Saksikan, Serap dan Syiar-kan. Saksikanlah semua keistimewaan-keistimewaan Makkah dan Madinah yang tidak terlepas dari perjalanan dan perjuangan para nabi dan rasul kekasih Allah. Napak tilas perjuangan orang-orang pilihan Allah, menyerap dan mengambil ibrah dari apa yang disaksikan hingga menyiarkannya dalam bingkai menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wataala.
Kita dapat menyaksikan dan mengalami sendiri sholat di hadapan baitullah sebagai kiblat kita. Padahal selama ini kita hanya menghadapkan wajah ke arahnya pada saat kita beribadah kepada Allah. Di mana pun umat manusia berada, wajib menghadapkan wajahnya ke baitullah.

Keistimewaan lainnya, baitullah merupakan tempat peribadatan pertama kepada Allah subhanahu wataala sebagaimana Allah jelaskan di dalam surat Ali Imran ayat 96 :
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
Baitullah pula yang dijadikan tempat berhaji sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imran àyat 97.
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”
Sungguh, ada banyak keutamaan yang dapat disaksikan di dua tanah haram yaitu Makkatul Mukarromah dan Madinatul Munawwarah. Bagi jamaah haji dan umrah alangkah beruntungnya karena berkesempatan mengunjungi dua tempat paling mulia di bumi Allah ini. Tempat di mana semua orang dari segala penjuru bumi akan terus menerus mendatanginya.
Mulianya kedua tempat ini sehingga Allah mengutus malaikatnya untuk senantiasa menjaga sehingga Dajjal tidak akan bisa masuk untuk menyebar fitnah sampai akhir zaman. Padahal tidak satu pun negeri yang tidak dimasuki Dajjal, kecuali Haromain.
Dalam hadis Fathimah bin Qois radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Dajjal mengatakan,
السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِى عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلاَئِكَةً يَحْرُسُونَهَا
“Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam selain Makkah dan Thoybah (Madinah Nabawiyyah). Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.” (HR. Muslim no. 2942)
Dajjal tidak akan memasuki empat masjid.
لاَ يَأْتِى أَرْبَعَةَ مَسَاجِدَ الْكَعْبَةَ وَمَسْجِدَ الرَّسُولِ والْمَسْجِدَ الأَقْصَى وَالطُّورَ
“Dajjal tidak akan memasuki empat masjid: masjid Ka’bah (masjidil Haram), masjid Rasul (masjid Nabawi), masjid Al Aqsho’, dan masjid Ath Thur.” (HR. Ahmad)
Begitu mulianya Allah jadikan kedua tanah haram tersebut sehingga Dajjal pun tidak diizinkan Allah untuk memasukinya. Belum lagi adanya jaminan dari Allah bahwa tanah haram sebagai tempat yang penuh rasa aman sebagaimana do’a Nabi Ibrahim Alaihissalam yang diabadikan di dalam surat Al-Baqarah ayat 126, yaitu:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آَمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آَمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
Begitu pula disebutkan dalam ayat lainnya,
وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آَمِنًا
“Barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia” (QS. Ali Imran: 97).
Seluruh jamaah haji dan umrah juga bisa menyaksikan dahsyatnya perputaran roda perekonomian di Haromain. Kunjungan seluruh umat manusia ke dua tanah haram mendatangkan rezeki yang luar biasa bagi penduduk kedua negeri.
Inilah juga berkat do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam :
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37).
Doa nabi Ibrahim ini telah diijabah Allah, di mana kita dapat menyaksikan sendiri bahwa geliat perekonomian paling dahsyat ada di kota Makkah dan Madinah dengan berkunjungnya manusia dari berbagai penjuru dunia.
Tak habis pula kata untuk menyaksikan, menyerap dan menyiarkan keistimewaan-keistimewaan di tempat mustajabnya doa seperti Multazam, Hijir Ismail, Rukun Yamani, maupun Maqam Ibrahim.

Di Madinah, tak kuasa diri ini menahan air mata yang tertumpah ketika serasa begitu dekat dengan jasad manusia paling mulia junjungan seluruh alam, Rasulullah Shallahu alaihi wasallam. Kerinduan yang membuncah meski terpisah jarak berabad-abad.
Tak peduli harus berebutan untuk bisa berada di Raudhah yang terletak di antara mimbar dan kediaman Rasulullah agar bisa sholat, berzikir, membaca kalam Allah dan berdoa di sana. Bersimpuh, menengadahkan tangan, menghamba sepenuh jiwa, berharap apa yang disemogakan akan Allah kabulkan karena Raudhah adalah kepingan taman surga yang Allah turunkan ke bumi itu adalah tempat mustajabnya doa.
Ya...Allah, beri kesempatan pada diri ini untuk berkunjung ke sana. Tak pernah cukup apa yang disaksikan, diserap dan syiarkan karena Kebesaran dan Kekuasaan -Mu yang tak berbatas.
Ballighnaa ya Rahman.
#edisikuatkanhati#
#cintaharamain#
#rinduharamain#
#ballighnayarahman#
Baiti Jannati, Perisai Pribumi, 25 Agustus 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
