Bagaimana Agar Sholat Bisa Khusyuk (2)
Sholat merupakan ibadah paling utama bagi umat Islam. Sebagai rukun Islam yang kedua setelah mengucap dua kalimah syahadat, kedudukan sholat menjadi sangat penting karena mengandung unsur syahadatain di dalamnya. Sholat adalah ibadah yang pertama dihisab pada saat hari kiamat nanti.
Dalam pelaksanaannya, sholat haruslah khusyuk walaupun khusyuk bukanlah rukun sholat. Hal ini disebabkan karena sholat pada hakikatnya merupakan sarana terbaik untuk berkomunikasi dengan sang Maha Pencipta, untuk membersihkan jiwa dan menyucikan diri dari sifat-sifat buruk.
Mentadaburi gerakan dan bacaan sholat setelah mendengar kajian dari Al-Ustaz Muhammad Iqbal, M.Pd.I., menjadi obsesi tersendiri bagi penulis. Di sisa usia ini, menuliskan kembali apa yang didengar menjadi upaya penguatan bagi diri untuk mengikat ilmu yang didapat. Terus belajar dan belajar untuk bisa memahami apa yang dikerjakan dan dibaca dalam sholat, memulainya dengan takbiratul ikhram hingga salam. Semoga upaya ini mendatangkan manfaat. Tak berharap muluk-muluk, paling tidak bermanfaat bagi diri sendiri.
Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang sudah membahas gerakan dan bacaan sholat sampai pada iktidal. Setelah itu tentu saja kita pun bersujud. Gerakan sujud adalah gerakan di mana dahi menyentuh bumi, sebagai bentuk tunduk patuh kepada Allah. Sujud tidak dibenarkan untuk zat lain apalagi kepada orang tertentu.
Walaupun sujud merupakan gerakan dengan posisi terendah, namun pada saat sujud justru seorang hamba berada pada posisi terdekat dengan Allah swt. Rasulullah bersabda, “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-Nya adalah dalam keadaan dia sujud.” (HR. Muslim).
Gerakan sujud memiliki makna bentuk seorang hamba memasrahkan diri, tunduk dan patuh kepada Allah. Menunjukkan diri kita adalah makhluk yang rendah dan tidak berdaya tanpa bantuan Allah. Laa haula walaquwwata illa billah.
Betapa indahnya sujud, karena pada saat sujud kita berbisik(berzikir) di bumi namun getarannya menembus ke langit.
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a’laa wa bihamdih (3x)
Artinya: “Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”
Sejatinya pada saat sujud seorang hamba sangat dekat dengan Sang Khaliq maka perbanyaklah doa dan meminta kepada-Nya.
Berikutnya, duduk di antara dua sujud. Gerakan duduk di antara dua sujud ini penting sekali maknanya dalam sholat, karena merupakan rukun sholat. Artinya, kalau gerakan ini beserta doanya dilewatkan begitu saja dengan sengaja, maka sholat yang kita lakukan menjadi tidak sah. Pada dasarnya, setiap gerakan dalam sholat adalah penggerak mekanisme hidup. Semuanya punya manfaat dan ada hikmahnya, bukan sekedar membaca doa saja.
Berikut ini doa duduk di antara dua sujud :
رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
“Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”
Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki, dan petunjuk untukku.”
Gerakan dan bacaan tersebut di atas kita lakukan pada tiap rakaat. Pada rakaat kedua (jika sholat 3 atau empat rakaat) kita pun melakukan duduk tahyat awal.
Duduk tahyat awal adalah bagian dari sunnah sholat yang dilakukan pada rakaat kedua. Cara duduk tahyat awal sama seperti duduk di antara dua sujud (iftirasy), yaitu dengan posisi duduk di atas telapak kaki kiri, dan telapak kaki kanan dalam keadaan tegak.
Sementara itu posisi kedua telapak tangan diletakkan pada lutut dan jari-jari tangan rapat lurus ke depan, sejajar dengan ujung lutut.
Ketika posisi tahyat awal, disunahkan untuk membaca doa berikut.
لتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tetap tercurahkan atasmu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tetap terlimpahkan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Wahai Allah, limpahkanlah rahmat kepada penghulu kami, Nabi Muhammad saw."
Tidak jauh berbeda dengan duduk tahyat awal, pada duduk tahyat akhir pelaksanaannya dilakukan saat sebelum salam di akhir sholat.
Caranya yaitu setelah bangun dari sujud terakhir, posisi duduk dengan mengulurkan kaki kiri ke arah kanan dan telapak kaki kanan tegak, sedangkan pantat langsung menyentuh tanah.
Hal-hal yang harus dilakukan pada saat tahyat akhir yang menjadi bagian dari rukun sholat adalah membaca tasyahud dan sholawat kepada Nabi Muhammad Saw. Berikut bacaan doa tahyat akhir.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًارَسُوْلُ الله,
اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ وعلى آلِ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّد, كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tetap tercurahkan atasmu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tetap terlimpahkan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Wahai Allah, limpahkanlah rahmat kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada penghulu kami, Nabi Ibrahim dan kepada keluarganya."
Doa tahyat awal dan akhir merupakan bagian dari rangkaian ibadah sholat. Meskipun sekilas terlihat sama, tahyat awal dan akhir memiliki beberapa perbedaan, mulai dari bacaan, pelaksanaan, hingga hukumnya di dalam sholat.
Seperti yang kita ketahui, dalam ibadah sholat terdapat beberapa rukun sholat dan salah satunya adalah tahyat akhir.
Setelah membaca doa tahyat di atas, saat tasyahud akhir kita dianjurkan untuk membaca doa berikut:
اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal." (HR Bukhari Muslim).
Pada akhirnya, sholat ditutup dengan mengucapkan salam. Salam yang statusnya rukun salat adalah salam pertama, sedangkan salam kedua hukumnya sunah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali: Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali.” (HR. Baihaqi).
Sesuai dengan maknanya bahwa salam berarti selamat, sehingga orang-orang yang melaksanakan sholat akan selamat hidupnya di dunia dan akhirat. Semoga upaya diri dalam memahami gerakan dan bacaan sholat akan dapat meningkatkan kekhusukan dalam melaksanakan ibadah sholat.
Wallahu a’lam bishowab.
#edisikuatkanhati#
#sholattiangagama#
#sholatkhusyuk#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 10 Agustus 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan