Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Orang yang Dilaknat Al-Qur'an Meski Rajin Membacanya

Orang yang Dilaknat Al-Qur'an Meski Rajin Membacanya

Disarikan dari ceramah Al-Ustaz Muhammad Iqbal, M.Pd.I

Di Pengajian Ash-habul Jannah- Perisai Pribumi, Medan

Bagi seorang muslim membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain. Sebagaimana Rasulullah menyampaikan di dalam salah satu hadis yang artinya:

“Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).

Al-Qur’an diturunkan Allah SWT sebagai mukjizat kepada Rasulullah SAW yang merupakan kitab suci umat Islam sekaligus pedoman hidup manusia agar selamat di dunia dan bahagia di akhirat. Maka, seorang muslim diperintahkan untuk membaca dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.

Rasulullah SAW memberikan motivasi yang kuat bagi kaum muslimin dengan memberitahu bahwa setiap satu huruf yang dibaca dalam Al-Qur’an akan dibalas satu kebaikan dan setiap kebaikan tersebut akan dilipatkan menjadi sepuluh.

Untuk hal ini Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Kata Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mîm satu huruf’.” (HR. At-Tirmidzi).

Namun dalam tausiahnya Al-Ustaz Muhammad Iqbal, M.Pd.I mengingatkan adanya orang yang dilaknat Al-Qur’an meskipun rajin membacanya. Orang yang bagaimanakah yang dilaknat Al-Qur’an? Al-Ustaz pun melanjutkan bahwa salah satu orang yang dilaknat Al-Qur’an adalah orang yang membaca Al-Qur’an namun tidak benar cara membacanya. Di mana makhraj, sifat dan hukum-hukum hurufnya tidak seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Mari belajar membaca Al-Qur’an dengan benar, karena kesalahan membacanya dapat menyebabkan dosa. Karena itu mempelajari ilmu tajwid, tahsin merupakan hal yang sangat penting agar kita dapat membaca Al-Qur’an sebagaimana yang diwahyukan.” Demikian Al-Ustaz menekankan. Selagi hayat masih di kandung badan, selalu ada kesempatan untuk belajar dan memperbaiki bacaan kita sehingga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dilaknat Al-Qur’an.

Tausiah dilanjutkan dengan mengulas bacaan Al-Fatiha. Sebagaimana kita ketahui bahwa membaca Al-Fatiha merupakan salah satu rukun sholat. Bagaimana sholat kita diterima olah Allah SWT jika rukunnya tidak bisa kita penuhi karena bacaan Al-Fatihah kita salah.

Setelah mengetahui hal ini, mari kita perbaiki bacaan Al-Qur’an kita dalam kaitannya mengharap ridho dan rahmat Allah SWT dengan selalu berusaha memperbaiki kualitas ibadah sebelum maut menjemput.

Wallahu A'lam Bishawab

#edisikuatkanhati#

#tahsindantajwid#

#tingkatkankualitasibadah#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 1 Agustus 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post