Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Saling Menguatkan di Kala Duka
Ibu-ibu anggota Pengajian Ash-Habul Jannah-Perisai Pribumi, Medan sedang menyiapkan makanan untuk ahli musibah. (Dokumen: Yanti)

Saling Menguatkan di Kala Duka

(Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Telah berpulang ke rahmatullah..., dan seterusnya.)

Tiap kali pengumuman tersebut disebar baik melalui pengeras suara di masjid ataupun di grup WA, masyarakat pun bertakziah ke rumah duka. Bagi ibu-ibu anggota pengajian Ash-Habul Jannah, ada rutinitas yang indah yang semoga tetap bertahan tak lapuk oleh masa, yaitu membacakan surat Yasin, takhtim dan tahlil beserta do’anya yang selalu disepakati dilaksanakan sekitar pukul 9.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan lainnya yang sangat membesarkan hati adalah ibu-ibu secara bergotong royong akan menyiapkan makanan beserta lauk pauk bagi keluarga ahli musibah. Biasanya, ketua pengajian Septin Haril dengan beberapa anggota akan segera ke pasar untuk berbelanja. Hal ini sudah menjadi kesepakatan ibu-ibu Pengajian Ash-Habul Jannah dalam rangka meringankan beban ahli musibah. Kegiatan ini sudah berjalan 3 tahun dan semoga dapat dilestarikan. Allohumma aamiin.

Tentu saja kita maklumi bersama pada saat musibah terjadi, keluarga dalam keadaan berduka dan terkadang membuat mereka kerepotan untuk menyediakan makanan bagi keluarga yang datang atau setelah mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Untuk itulah kegiatan ini dilaksanakan.

Setelah membaca surat Yasin, takhtim dan tahlil tadi, maka beberapa ibu-ibu anggota pengajian akan segera menuju rumah yang disepakati sebagai tempat memasak. Dilakukan secara bergotong royong, kegiatan ini akan menambah eratnya silaturrahim di kalangan warga. Apalagi dalam keadaan berduka, saudara kita sangat membutuhkan bantuan dan dukungan kita.

Sejatinya, saudara terdekat kita adalah tetangga. Itu sebabnya Rasulullah saw mengajarkan kepada kita untuk memuliakan tetangga. Sebagaimana sabda Rasulullah saw yang artinya :

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirnya maka hendaknya ia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillah, sambil memasak keceriaan tergambar di wajah ibu-ibu. Kegembiraan terpancar. Mungkin begitulah keutamaan dari silaturrahim yang dijanjikan Allah swt yaitu dipanjangkan umur dan dilapangkan rezekinya.

Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahim.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Selanjutnya upaya yang harus dilakukan adalah melestarikan kegiatan ini sebagai bentuk menjaga hubungan silaturrahim saling menguatkan terutama di kala berduka.

#edisikuatkanhati#

#jagasilaturrahim#

#menguatkandikaladuka#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Baiti Jannati, Perisai Pribumi, 31 Agustus 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post