Semangat Bhinneka Tunggal Ika Mewarnai Semarak Merdeka di SMA Negeri 14 Medan
Pada saat peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-79 tanggal 17 Agustus 2024 di SMA Negeri 14 Medan kemarin, kepala sekolah dan seluruh guru serta staf pegawai terlihat mengenakan pakaian adat daerahnya masing-masing. Sedangkan siswa, tiap-tiap kelas diwakili oleh sepasang siswa-siswi yang berpakaian adat dan selebihnya memakai seragam putih abu-abu.
Semarak pakaian adat ini menunjukkan kayanya negeri tercinta akan budaya daerah. Sebagaimana tertulis pada lambang negara Garuda Pancasila yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengutip dari situs Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pengertian Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia Garuda Pancasila.
Istilah Bhinneka Tunggal Ika diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular yang dikarang pada abad ke-14. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuno dengan menggunakan aksara Bali. Arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika apabila diterjemahkan kata demi kata adalah sebagai berikut :
• Kata Bhinneka artinya beraneka ragam.
• Kata Tunggal artinya 'satu', dan
• Kata Ika artinya 'itu'.
Sehingga Bhinneka Tunggal Ika artinya 'beraneka ragam itu satu' atau Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi tetap satu juga.

Dengan Bhinneka Tunggal Ika bangsa Indonesia umumnya dan warga sekolah SMA Negeri 14 Medan khususnya menyadari bahwa keberagaman, baik suku bangsa, agama, ras antar golongan, bukanlah unsur pemecah, melainkan faktor potensi atau modal terbentuknya persatuan dan kesatuan bangsa.
Di era globalisasi ini, Bhinneka Tunggal Ika menjadi benteng pemersatu yang selamanya akan tetap relevan bagi kehidupan bernegara. Adanya globalisasi harus dihadapi secara selektif dengan mengedepankan rasa persatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Belajar dari pengalaman sejarah, bangsa Indonesia menyadari bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika mendorong lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia. Semangat kedaerahan hanya akan memecah belah bangsa Indonesia sehingga mudah dikuasai oleh Bangsa lain.
SMA Negeri 14 Medan sebagai miniatur dari Sumatera Utara memiliki beragam suku. Dari pakaian adat yang dikenakan, didominasi oleh adat Batak dengan pakaian khasnya yaitu ulos. Ulos yang dikenakan pun beraneka ragam karena memang suku Batak di Sumatera Utara terdiri dari Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Angkola, Batak Pakpak Dairi, dan Batak Mandailing. Selain adat Batak, ternyata ada pula yang mengenakan adat Nias, Melayu, Minang Kabau, Jawa dan Bali. Hal ini tentu saja semakin menambah semarak dan semangat nasionalisme yang bergelora di dalam dada.

#edisikuatkanhati#
#bhinnekatunggalika#
#nkrihargamati#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 19 Agustus 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
