Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Khianat dan Cinta Dunia Lemahkan Perjuangan (Belajar dari Perang Uhud)
Jabal Uhud insert foto Al-ustaz Muhammad Iqbal, M.Pd.I (sumber : mhdiqbalmpdi)

Khianat dan Cinta Dunia Lemahkan Perjuangan (Belajar dari Perang Uhud)

Melihat status whatsapp Al-ustaz Muhammad Iqbal, M.Pd.I yang baru saja kembali dari perjalanan umrahnya bercerita tentang Jabal Uhud, menggiring memori penulis berkelana ke masa 40-an tahun yang silam saat belajar Siroh Nabawiyah di Madrasah Ibtidaiyah. Memori ini diperkuat karena saat itu yang mengajarkan pelajaran tersebut adalah ayahanda tercinta Alm. Al-ustaz Harun Ar Rasyid yang selalu penuh rasa takzim berbalut rindu hati ini menyebut namanya. Status whatsapp, memori belajar bersama ayahanda tercinta diperkuat dengan kesaksian penulis beberapa tahun yang silam saat berkesempatan mengunjungi Jabal Uhud, membingkai keinginan penulis meramu artikel sederhana ini.

Dalam pikiran bocah ibtidaiyah penulis saat itu, mendengar kisah perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan dan menyebarkan agama Allah SWT, memunculkan keasyikan tersendiri. Mengagumi baginda nabi dan para sahabat menumbuhkan benih-benih cinta yang insya Allah akan membuat Rasulullah SAW berkenan memberikan syafaatnya kelak. Namun sekarang penulis menyadari bahwa ada banyak mutiara hikmah yang Allah SWT titipkan dalam peperangan yang terjadi di Jabal Uhud yang sangat memilukan dan menyayat hati.

Kepiluan kisah ini juga terlihat dari kecintaan Rasulullah SAW pada para syuhada Uhud sebagaimana beliau berkata bahwa ruh syuhada Uhud tidak memperoleh tempat lain kecuali pada burung hijau yang melintasi sungai surgawi yang memakan buah-buahan yang ada di taman surga dan tak akan pernah kehabisan makanan. Rasulullah SAW juga menggambarkan bahwa Jabal Uhud sebagai bukit yang nantinya akan bisa dilihat di surga. Bagi jamaah haji/umrah yang berziarah ke bukit ini, insya Allah kelak saat berada di surga akan dapat menyaksikan kembali bukit ini.

Tidak seperti kebanyakan gunung di Indonesia, Gunung Uhud (Jabal Uhud) tingginya hanya sekitar 1.050 meter. Terletak sekitar lima kilometer dari arah timur laut pusat Kota Madinah Al-Munawwarah. Pada saat berada di Kota Suci Madinah, bagi jamaah haji maupun umrah berziarah ke Jabal Uhud telah menjadi menu utama. Hal ini disebabkan karena Jabal Uhud merupakan salah satu bukit yang memiliki nilai sejarah penting bagi kaum Muslimin. Di bukit ini terjadi peperangan yang sangat memilukan hati. Begitu pilunya hati mengingat banyaknya sahabat dan keluarga nabi yang gugur, termasuk di dalamnya paman Rasulullah Hamzah bin Abdul Mutholib yang bergelar Asadullah (Singa Allah).

 

Sesungguhnya pada saat perang Uhud yang terjadi pada 15 Syawal tahun ke-3 Hijriah (625 Masehi), pertempuran spiritual dan politik benar-benar dipertaruhkan. Saat itu, pasukan kaum Muslimin harus memilih antara keimanannya kepada agama dan kecintaan pada harta dunia. Belum lagi pengkhianatan yang dilakukan oleh Abdullah bin Ubay dengan 300 pasukannya, sehingga pasukan kaum Muslimin yang semula berjumlah 1000 tersisa menjadi 700 orang menambah catatan kelemahan pada pasukan kaum Muslimin. Sementara itu kaum Quraisy membawa lebih dari 3000 pasukan. Di awal pertempuran sebenarnya kaum Muslimin sudah unggul. Sebagaimana dikisahkan bahwa Rasulullah SAW telah mengatur strategi dengan membagi pasukan Muslimin menjadi dua bagian. Sebanyak 50 pasukan pemanah sebagai pasukan sayap kanan diposisikan di atas Jabal Uhud yang dipimpin oleh Abdullah bin Zubair. Mereka diperintahkan untuk melindungi pasukan sayap kiri dan melakukan serangan apabila kaum Quraisy menyerbu, terutama pasukan berkudanya. Rasulullah SAW memerintahkan pasukan pemanah ini untuk selalu berada di tempatnya dan tidak turun ke kaki bukit, apa pun yang terjadi, baik menang maupun kalah. Sedangkan pasukan lainnya, menunggu di celah bukit.

Di sisi lain kaum Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan, membagi pasukan menjadi tiga bagian. Sayap kanan dipimpin oleh Khalid bin Walid. Kelompok inilah yang akan berhadapan dengan pasukan Islam yang menetap di sayap kiri. Kemudian, sayap kiri Quraisy dipimpin Ikrimah bin Abu Jahal. Bagian tengah dan sekaligus panglima bagi kedua sayap itu dipimpin oleh Amr bin Al-Ash. Selain itu, Abu Sufyan juga menempatkan 100 orang pemanah di barisan depan.

Perang antara pasukan kaum Muslimin yang berjumlah 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah yang berjumlah 3.000 orang itu, akhirnya berkobar selama tujuh hari. Dalam perang dahsyat itu pasukan Muslimin sebenarnya sudah memperoleh kemenangan yang gemilang. Namun, kemenangan tersebut berbalik menjadi kisah pilu dan menyayat hati, yang membuat baginda Rasulullah SAW sangat bersedih.

Hal ini disebabkan karena pasukan pemanah kaum Muslimin yang tadinya ditempatkan di Bukit Uhud, tergiur dengan harta benda kaum Quraisy yang melarikan diri. Melihat kaum Quraisy melarikan diri dan barang bawaannya tergeletak di lembah Uhud, membuat pasukan pemanah tergiur dan lupa akan pesan Rasulullah SAW. Pasukan pemanah berlomba meninggalkan posnya dengan menuruni bukit untuk mengambil harta rampasan perang tersebut. Padahal sebelumnya Rasulullah SAW telah menginstruksikan agar tidak meninggalkan Bukit Uhud, walau apa pun yang terjadi.

Kekosongan pos oleh pemanah tersebut digunakan oleh panglima kaum Quraisy, Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam). Ia menggerakkan kembali tentaranya guna menyerang umat Islam. Akibat serangan balik tersebut, umat Islam mengalami kekalahan yang tidak sedikit. Sebanyak 70 orang sahabat gugur sebagai syuhada. Termasuk paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul Muthalib. Rasulullah sangat bersedih atas kematian pamannya tersebut.

Kematian paman nabi ini, tidak terlepas dari ulah Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan. Hindun mengupah Wahsyi Alhabsyi, seorang budak yang dijanjikan akan dimerdekakan, untuk membunuh Hamzah. Setelah Hamzah bin Abdul Mutholib terbunuh, dengan sangat kejam Hindun bin Utbah bersama wanita Quraisy lainnya memotong-motong tubuh paman nabi tersebut. Bahkan Hindun sempat merobek perut Hamzah, mengambil jantungnya dan mengunyahnya dengan penuh kemarahan dan kekejaman. Hal ini didorong oleh rasa dendamnya kepada Hamzah karena ayah dan saudaranya yang mati pada saat perang Badar.

Dalam pertempuran itu, Rasulullah SAW juga mengalami luka-luka yang cukup parah. Bahkan, sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai pelindung Rasulullah, gugur dengan tubuh dipenuhi anak panah.

Setelah perang usai dan kaum Quraisy mengundurkan diri kembali ke Makkah. Rasulullah pun memerintahkan agar para sahabat yang gugur dimakamkan di tempat mereka roboh. Jenazah para syuhada Uhud ini, akhirnya dimakamkan dekat lokasi perang serta disholatkan satu per satu sebelum dikuburkan.

Adapun Sayidina Hamzah bin Abdul Muthalib, disholatkan sebanyak 70 kali. Semua sahabat yang gugur pada perang Uhud disholatkan satu persatu. Setiap sahabat yang gugur dibaringkan di dekat jenazah Hamzah RA, kemudian disholatkan oleh Rasulullah bersama para sahabat. Setelah itu, sahabat yang syahid itu pun diangkat, sedangkan jenazah Hamzah RA tetap dibiarkan. Selanjutnya didatangkan lagi jenazah sahabat lain di dekat Hamzah RA , kemudian disholatkan. Begitu seterusnya hingga semua sahabat yang syahid selesai disholatkan. Sedangkan Hamzah RA ikut disholatkan bersama masing-masing dari sahabat yang gugur sebanyak 70 orang. Beliau pun dimakamkan menjadi satu dengan Abdullah bin Jahsyi (sepupu Nabi) di lokasi terpisah dengan lokasi para syuhada yang lain.

Pelajaran terbesar yang diajarkan dari kisah pilu ini adalah bahwa pengkhianatan adalah musuh paling jahat dalam sebuah perjuangan. Menjunjung tinggi agama Allah SWT akan membuat hambanya selamat, sedangkan cinta dunia hanya tipu muslihat belaka. Memelihara rasa dendam dan benci di dalam hati akan membuat seseorang dikuasai oleh kejahatan dan kekejaman.

Disarikan dari berbagai sumber.

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

 

#edisikuatkanhati#

#cintaallahcintarasulullah#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

 

 

 

 

 

Wallahu a’lam bishowab

 

 

 

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 12 September 2024

 

 

 

 

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post