Langit Biru di Sekokahku (16) Pentingnya Menjaga Lisan
Apel pagi yang sejak tahun ajaran 2024-2025 ini dilaksanakan setiap Rabu di SMA Negeri 14 Medan adalah bertujuan sebagai Penguatan Pendidikan Karakter. Pada apel pagi disampaikan banyak nasehat yang bergantian disampaikan oleh kepala sekolah dan tim manajemen. Selanjutnya, akan disampaikan oleh seluruh guru secara bergantian.
Pada apel pagi Rabu 25 September 2024, diberi kesempatan kepada Evi Juliyana Nasution, S.Pd., untuk menyampaikan nasehat kepada seluruh siswa. Staf kesiswaan yang juga mengampu mata pelajaran Matematika ini menyampaikan pesan bagaimana pentingnya menjaga lisan.
“Kenapa menjaga lisan itu sangat penting ?” Menurutnya, ada tiga hal yang membuat kita harus menjaga lisan sehingga di mana dan kapan pun kita harus senantiasa bertutur kata yang baik dan santun. Pertama, karena ucapan adalah doa. Maka seharusnya kita selalu mengucapkan hal-hal yang baik. Karena apa yang diucapkan merupakan doa. Jika bertutur kata yang tidak baik itu artinya sama dengan mendoakan hal-hal yang jelek terjadi.

Kedua, bahwa ucapan yang kita lontarkan dari lisan kita akan dapat menciptakan kerukunan dan ketenteraman. Perkataan yang baik dan lemah lembut akan membuat orang-orang yang mendengarkan damai hatinya. Sebaliknya tidak demikian jika kita berkata kasar. Evi Juliyana Nasution, S.Pd., mengambil contoh geng motor dengan ucapan yang kasar, kotor dan perilaku yang jauh dari sopan santun. Semua siswa wajib menghindari hal ini karena akan merugikan diri sendiri dan orang tua. Siswa yang terlibat di dalam geng motor acapkali tak segan berperilaku kasar dan kejam dengan senjata tajam di tangan. Namun sayangnya, jika teraniaya dan ditangkap polisi tidak dapat mengatasinya sendiri. Tetapi justru menyusahkan orang tua. Terutama seorang ibu yang harus bersusah payah mengurusi anak yang tertangkap karena geng motor. Hati ibu mana yang tidak terenyuh melihat anaknya menangis dalam kesulitan yang diciptakannya sendiri dengan tingkah polah yang tidak terpuji.
Ketiga, ucapan menggambarkan karakter seseorang dan menunjukkan etika seseorang. Orang yang sering berkata kasar, mencela, berbohong dan banyak lagi ucapan yang tidak terpuji, tentulah itu sebagai gambaran karakternya. Sebagai contoh siswa yang sering datang terlambat akan mencari-cari alasan dan berkata bohong. Tentu saja hal ini menunjukkan karakternya sebagai siswa yang tidak disiplin dan suka berbohong. Sebaliknya orang-orang yang selalu menjaga lisannya dengan baik, pastilah orang di sekelilingnya sangat respek dan senang dengan kesantunannya.
Mari kita biasakan bertutur kata yang baik. Yang kemudian akan menjadi budaya sekolah. Laksanakan apa yang dikatakan oleh guru-guru sebagai nasehat untuk menjalani hidup. Jangan biarkan hati kita mengeras sehingga tidak dapat menerima nasehat apa pun. Lihatlah betapa batu yang keras lama kelamaan dapat berlubang karena ditetesi air. Kenapa kita membiarkan hati kita mati dan lebih keras dari batu sehingga tidak tersentuh oleh nasehat apa pun.
#edisikuatkanhati#
#penguatanpendidikankarakter#
#menjagalisan#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 26 September 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan