Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Langit Biru di Sekolahku (17) KGBB 14 Praktik Coaching Alur TIRTA

Langit Biru di Sekolahku (17) KGBB 14 Praktik Coaching Alur TIRTA

Komunitas Guru Belajar Bersama (KGBB) SMA Negeri 14 Medan di tahun ajaran 2024-2025 terus berpacu dengan program-programnya. Hal ini tentu saja menyahuti apa yang disampaikan oleh Eva Fitra,S.Pd., M.Si., untuk memperbaiki proses pembelajaran di dalam kelas demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Salah satu program belajar bersama di komunitas guru SMA Negeri 14 Medan ini adalah Praktik Coaching untuk mengatasi tantangan perubahan dengan lebih baik, mengidentifikasi area perbaikan, dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sebagaimana diketahui bahwa coaching dan mentoring bersama akan membantu memfasilitasi eksplorasi keterampilan, keinginan, kebutuhan, dan motivasi yang dikombinasikan dengan proses berpikir untuk membantu individu membuat perubahan kehidupan nyata.

Untuk kegiatan kali ini, Debora Lumbantoruan, S.Pd., yang merupakan guru penggerak angkatanke-5, didapuk sebagai narasumber untuk berbagi ilmu pengetahuannya tentang praktik coaching ini.

Pada prinsipnya coaching merupakan percakapan verbal, sekilas tampak sebagai obrolan biasa, namun bila kita perhatikan “obrolan” tersebut diatur dalam suatu alur yang terstruktur dan logis. Kali ini guru penggerak yang juga mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia ini mengangkat Coaching dengan Alur Tirta untuk kami praktikkan bersama.

Di dalam kelas, guru tidak hanya sebagai pengajar, pendidik, motivator maupun fasilitator tapi guru juga haru bisa menjadi seorang coach. Siswa dengan latar belakang yang berbeda, bukanlah kertas kosong yang dapat ditulisi dengan mudah. Latar belakang, bakat dan potensi yang berbeda ini menjadi tugas guru untuk bisa mengantarkan mereka ke posisi tertinggi sesuai dengan potensinya.

Menariknya, kegiatan komunitas belajar bersama ini selalu diisi dengan praktik sehingga guru-guru yang menjadi peserta dapat langsung merasakan bagaimana proses coaching ini dilaksanakan. Dipandu oleh moderator Nori Rapenta Nababan, S.Sos., semangat belajar bersama guru-guru menjadi terpantik. Beberapa guru tampil ke depan untuk beradu praktik coaching.

Dari apa yang disampaikan oleh narasumber, penulis menyimpulkan ada empat keterampilan yang harus dikembangkan guru dalam mengembangkan coaching, yakni keterampilan membangun dasar proses coaching, keterampilan membangun hubungan baik, keterampilan berkomunikasi, dan keterampilan memfasilitasi pembelajaran.

Menurut narasumber, ada sejumlah model dalam mengatasi permasalahan murid, termasuk meningkatkan dan mengembangkan potensi mereka, salah satunya adalah TIRTA. TIRTA adalah akronim dari Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi dan Tanggung jawab yang di dalamnya terdapat tahapan dari proses coaching itu sendiri. TIRTA merupakan pengembangan dari GROW model yang memiliki tujuan untuk melejitkan potensi murid agar lebih merdeka dalam menentukan arah dan capaiannya.

Berikut ini tahapan-tahapan yang dilalui dalam coaching alur TIRTA :

1. Tujuan

Di dalam tahapan ini, seorang Coach akan menanyakan tentang tujuan sebenarnya yang ingin diraih murid (coachee).

Pertanyaan yang dapat dimunculkan adalah:

- Apa rencana pertemuan ini?

- Apa Tujuannya?

- Apa definisi tujuan akhir yang diketahui?

- Apakah ukuran keberhasilan pertemuan ini?

2. Identifikasi

Di dalam tahapan identifikasi seorang Coach mengajukan beberapa penggalian informasi, seperti :

- Kesempatan apa yang Anda miliki saat ini?

- Apa kekuatanmu dalam mencapai tujuan?

- Jika dibuat skala, kira-kira Anda berada di posisi berapa untuk mencapai tujuan tersebut?

- Peluang apa yang Anda dapatkan?

- Kira-kira hambatan apa yang kemungkinan akan menghalangi Anda dalam meraih tujuan?

- Solusi apa menurut Anda yang terbaik?

3. Rencana Aksi

Pada tahapan rencana aksi, seorang Coach merancang aksi dengan sejumlah pertanyaan:

- Apa rencana Anda dalam mencapai tujuan?

- Adakah prioritas yang Anda miliki?

- Apa strategi untuk mencapai tujuan?

- Bagaimana jangka waktu yang Anda perlukan?, Apa ukuran keberhasilan rencana aksi Anda?

- Bagaimana cara Anda mengatasi dan mengantisipasi berbagi hambatan yang kemungkinan datang?

4. Tanggung Jawab

Di tahapan akhir coaching, seorang Coach mengarahkan Coachee dengan pertanyaan seperti :

- Apa komitmen Anda terhadap rencana aksi?

- Siapa dan apa yang dapat membantumu dalam menjaga komitmen?

- Bagaimana dengan tindak lanjut dari kegiatan coaching ini?

Langit biru di SMA Negeri 14 Medan semakin cerah dengan program-program seperti komunitas belajar bersama yang dilaksanakan oleh guru-guru. Dengan praktik coaching ini kita berharap para guru dapat memerankan Coach bagi siswa agar lebih merdeka dalam belajar, menentukan arah hidup, dan mampu menggali dan mengembangkan potensi mereka secara mandiri dan bertanggung jawab.

Semoga.

#edisikuatkanhati#

#coachingcoahccoachee#

#merdekabelajar#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 26 September 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post