Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mini Riset Kepemimpinan- Prodi Pendidikan Biologi UNIMED
Suasana mini riset 6 mahasiswi prodi Pendidikan Biologi UNIMED bersama penulis di SMA Negeri 14 Medan.

Mini Riset Kepemimpinan- Prodi Pendidikan Biologi UNIMED

Sebanyak 6 orang mahasiswi semester 1 Program Studi Pendidikan Biologi – Unimed tadi siang menemui penulis. “Pantesan bau SMA-nya masih terasa.” Candaku untuk mencairkan suasana ketika mengetahui bahwa mereka baru saja menjadi mahasiswa.

Kedatangan mereka di SMA Negeri 14 Medan tempat penulis mengabdikan diri adalah untuk melakukan mini riset sebagai tugas pada mata kuliah Kepemimpinan. Mereka mewawancarai penulis terkait kepemimpinan di SMA Negeri 14 Medan.

“Sebelum wawancara, kenalan dulu dong?” Sengaja hal ini penulis lakukan ketika melihat kecanggungan mereka yang saat itu langsung saja akan menyampaikan beberapa pertanyaan tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu.

 

Dengan santun mereka pun memperkenalkan diri :

1. Hasna Azizah Ginting

2. ⁠Hanifah Litania

3. ⁠Annisa Rahmah

4. ⁠Intan Nuraini

5. ⁠Fitria Alfarini Muthmainnah

6. ⁠Revana Alisya

Ada beberapa pertanyaan yang mereka ajukan kepada penulis terkait kepemimpinan. Dari mulai model kepemimpinan kepala sekolah yang diterapkan di SMA 14, hingga kesulitan yang dihadapi dan bagaimana cara meningkatkan prestasi siswa serta pendidikan karakter. Dari hasil bincang-bincang ringan dengan keenam mahasiswi UNIMED tersebut, penulisan pun mengemas artikel ringan ini.

Kepala sekolah sebagai pemimpin di lembaga pendidikan tentunya harus dibekali dengan beberapa keterampilan yakni meliputi keterampilan manajerial, keterampilan teknis dan keterampilan kepemimpinan yang kuat. Kesuksesan seorang kepala sekolah dalam kepemimpinannya adalah dengan memahami model kepemimpinan yang efektif dan ideal agar pada gilirannya mampu melaksanakan manajemen dan kepemimpinannya secara efektif, efisien, mandiri, produktif dan bertanggung jawab.

Idealnya seorang kepala sekolah harus menerapkan kepemimpinan yang demokrasi, di mana adanya saling menghargai dan hubungan yang harmoni antara pemimpin dan bawahan. Di dalam memutuskan sesuatu selalu berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat.

 

Seorang kepala sekolah harus memiliki visi yang jelas tentang arah dan tujuan sekolah. Visi ini harus menginspirasi dan membimbing staf, siswa, dan seluruh warga sekolah. Kepala sekolah harus menjadi pendengar yang baik dan mampu berkomunikasi secara efektif dengan semua pihak terkait, apakah terhadap staf, guru-guru, siswa, dan juga orang tua. Menjadi pendengar yang baik tentu menjadi kunci untuk bisa mempunyai pengaruh terhadap seluruh warga sekolah. Dengan bekal ini tentu saja kepala sekolah akan memiliki kemampuan untuk bisa memberdayakan seluruh warga sekolah hingga pada akhirnya semua tujuan akan tercapai.

Dalam melaksanakan tugasnya, kepala sekolah harus memiliki keterampilan dalam membangun tim yang kuat dan saling mendukung. Tentunya dalam hal ini harus memberdayakan staf, mendengarkan ide-ide mereka, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

 

Seorang kepala sekolah dengan kepemimpinan yang baik akan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Sebagaimana yang ada di SMA Negeri 14 Medan, perubahan-perubahan terus dilakukan dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada banyak upaya yang dilakukan baik secara sistem maupun proses dan hasil, harus diupayakan oleh kepala sekolah karena kepala sekolah dituntut mampu mendorong perubahan positif dan inovasi dalam pendidikan. Kepala sekolah harus menjadi agen perubahan yang menginspirasi staf dan siswa untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Sekarang ini, SMA Negeri 14 Medan terus bangkit dan bergerak untuk menciptakan berbagai prestasi. Sebagai contoh, adanya Komunitas Guru Belajar Bersama (KGBB) yang setiap dua pekan sekali menggelar kegiatan seminar pendidikan di mana para guru dapat belajar bersama dan saling bertukar pengalaman untuk peningkatan mutu proses pembelajaran di dalam kelas.

Sedangkan untuk siswa, selain adanya berbagai ekstra kurikuler, adanya upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap Senin, apel pagi setiap Rabu, Olah raga bersama dan Jumat Bersih serta Sasi Ceria (Sabtu Literasi Cerita Karya Siswa) adalah program-program yang dikemas untuk meningkatkan prestasi dan menguatkan karakter siswa.

Seorang kepala sekolah harus mau dan mampu mengoptimalkan sumber daya sekolah, pengembangan profesional staf melalui pelatihan, dukungan, dan umpan balik yang konstruktif. Untuk mengembangkan atau meningkatkan kompetensi dilakukan dengan pelatihan dan untuk meningkatkan kualifikasi dengan cara penyetaraan pendidikan.

Sepanjang perjalanan perahu pendidikan di SMA Negeri 14 Medan, tak jarang muncul permasalahan-permasalahan. Selama seluruh warga sekolah selalu bekerja sama dengan baik, menekan egonya masing-masing, semua permasalahan akan mudah dicarikan solusinya dengan cepat dan tepat.

 

 

 

 

 

 

#edisikuatkanhati#

#kepemimpinandemokrasi#

#musyawarahmufakat#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 21 September 2024

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post