Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mencegah Gagal Ginjal
Ilustrasi sepasang ginjal manusia

Mencegah Gagal Ginjal

“Mengapa harus hemodialisis (cuci darah)?” Keluarga pasien menanyakan perihal hemodialisis yang harus dilakukan dokter untuk mengatasi kondisi kesehatan pasien. “Ya karena fungsi ginjalnya sudah sangat menurun, tinggal 4%. Begitu ilustrasi singkat percakapan dokter dengan keluarga pasien yang akan menjalani hemodialisis.

Percakapan tersebut penulis muat di awal tulisan untuk menggiring pemikiran kita mengenai tugas ginjal di dalam tubuh kita. Ginjal adalah organ tubuh yang berbentuk seperti kacang merah seukuran kepalan tangan dengan panjang sekitar 10-12 cm. Organ ini berjumlah sepasang yaitu kanan dan kiri. Posisinya berada di bawah tulang rusuk bagian belakang dan mendekati bagian tengah punggung pada kedua sisi tulang belakang.

Ginjal adalah organ yang bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi pembersihan darah dalam tubuh. Dengan demikian kita dapat memahami jika ginjal rusak maka tidak bisa melakukan fungsinya dengan baik sehingga salah satu penanganannya adalah hemodialisis. Dengan begitu, tubuh tidak akan menimbun racun akibat kerusakan ginjal.

Hemodialisis adalah prosedur yang direkomendasikan kepada pasien pengidap gagal ginjal kronis, atau ketika fungsi ginjal pasien telah menurun hingga 15 persen. Hal ini dapat diketahui apabila pasien gagal ginjal mengalami gejala seperti, sesak napas, kelelahan, mual dan muntah. Tujuan dilakukan hemodialisis adalah untuk membantu organ ginjal melakukan tugasnya dalam tubuh.

Selain berfungsi menyaring darah, ginjal juga berfungsi menghilangkan kelebihan air dati tubuh dan mempertahankannya pada saat dibutuhkan. Ginjal juga mengatur kadar fosfat, kalsium, dan mineral lainnya di dalam tubuh. Organ ini juga ikut mengatur tekanan darah karena menghasilkan hormon penting yang dibutuhkan untuk fungsi ini, serta dalam produksi sel darah merah yang membawa nutrisi penting dan oksigen ke seluruh tubuh. Karena memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh, jadi penting bagi kita untuk menjaga agar berfungsi dengan baik.

Gejala umum masalah ginjal meliputi, perubahan kuantitas dan warna urine, muntah, pusing, masalah pernapasan, anemia, kelelahan, bau mulut, sering merasa dingin, rasa sakit yang tiba-tiba muncul di dalam tubuh, dan kulit gatal.

Berikut ini beberapa kebiasaan yang menyebabkan kerusakan pada ginjal yang penulis kumpulkan dari berbagai sumber.

1. Menunda keinginan untuk buang air kecil.

Salah satu penyebab utama kerusakan ginjal adalah tidak mengosongkan kandung kemih tepat waktu.

Dengan begini, urine akan tetap berada di kandung kemih untuk periode yang lebih lama sehingga memungkinkan pembiakan bakteri dalam urine berlipat ganda. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih atau ginjal.

Mempertahankan urine dapat menyebabkan inkontinensia urine dan gagal ginjal, karena meningkatkan tekanan pada ginjal. Jika Anda salah satu orang yang biasa menunda keinginan buang air kecil, saatnya untuk berubah sebelum terlambat.

2. Asupan air yang tidak cukup.

Jika tubuh kekurangan air, darah akan terkonsentrasi sehingga akan ada lebih sedikit aliran darah ke ginjal. Ini menghambat kemampuan ginjal untuk membuang racun dari tubuh dan semakin banyak racun di dalam tubuh, semakin banyak pula masalah kesehatan yang muncul.

Jumlah konsumsi air harian yang direkomendasikan yaitu 10 hingga 12 gelas. Dengan cara ini, tubuh akan terhidrasi dengan baik dan ginjal akan sehat.

Di sisi lain, jangan mengonsumsi terlalu banyak air karena dapat mengeraskan fungsi ginjal.

3. Asupan garam tinggi.

Menurut banyak penelitian, asupan garam meningkatkan kuantitas protein urine, yang merupakan faktor risiko lain yang memicu penyakit ginjal. Setiap jumlah garam yang lebih tinggi dari 5 gram sehari berbahaya untuk ginjal dan kesehatan tubuh.

4. Penggunaan analgesik secara biasa.

Mereka yang mengalami pengurangan fungsi ginjal harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi penghilang rasa sakit. Analgesik harus diambil untuk waktu yang singkat dan pada dosis serendah mungkin, bahkan untuk mereka yang memiliki fungsi ginjal normal.

5. Diet protein tinggi.

Asupan tinggi protein secara kronis meningkatkan tekanan glomerulus dan penyaringan hiper, sehingga meningkatkan beban metabolik ginjal yang meningkatkan risiko masalah ginjal.

Oleh karena itu, hal terbaik untuk ginjal adalah membatasi jumlah konsumsi daging. Bagi yang sudah menderita penyakit ginjal harus segera berhenti mengonsumsinya karena bisa memperburuk.

6. Minum terlalu banyak alkohol.

Jika minum alkohol dalam jumlah berlebihan, asam urat akan disimpan di tubulus ginjal yang menyebabkan obstruksi tubular yang meningkatkan risiko gagal ginjal. Alkohol juga menyebabkan dehidrasi dan menghambat fungsi ginjal normal.

7. Merokok.

Merokok meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, serta menurunkan aliran darah dan menyempitkan pembuluh darah di ginjal.

Kebiasaan tidak sehat ini dapat memperburuk penyakit ginjal yang ada dan dapat mempercepat menurunnya fungsi ginjal.

Cara terbaik untuk mencegah hal ini adalah berhenti merokok karena kebiasaan ini berbahaya bagi setiap bagian tubuh Anda.

8. Terlalu banyak mengonsumsi kafein.

Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak kafein, tekanan darah akan meningkat yang akan membebani fungsi ginjal. Semakin lama, ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Kidney International telah menerbitkan sebuah studi tahun 2002 yang menurutnya konsumsi kafein sangat berkaitan dengan batu ginjal.

Kafein dapat meningkatkan ekskresi kalsium dalam urine.

9. Mengabaikan infeksi umum.

Mengabaikan batuk, pilek, flu, radang amandel, faringitis, dan infeksi umum lainnya dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius.

Jika Anda tidak mengobati infeksi umum ini, virus dan bakteri dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

10. Kurang tidur.

Banyak orang mengabaikan pentingnya tidur yang tepat karena gaya hidup yang terlalu sibuk. Tidur 6 hingga 8 jam sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

11. Tidak Mengontrol Diabetes dan Hipertensi.

Diabetes dan hipertensi adalah dua kondisi medis utama yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Tingginya kadar gula darah dalam diabetes dan tekanan darah tinggi dalam hipertensi dapat merusak pembuluh darah di ginjal dan menyebabkan kerusakan pada jaringan ginjal. Penting untuk mengontrol diabetes dan hipertensi dengan mengikuti rencana perawatan yang direkomendasikan oleh dokter, termasuk mengikuti diet yang sehat, berolahraga secara teratur, dan mengambil obat sesuai petunjuk dokter.

12. Mengonsumsi Makanan Siap Saji.

Makanan cepat saji banyak mengandung fosfor, yaitu zat mineral yang berperan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Meskipun begitu, konsumsi makanan cepat saji seperti soda, sosis, dan kornet bisa membuat tubuh kelebihan fosfor. Batas jumlah fosfor yang masuk ke dalam tubuh sebaiknya tidak lebih dari 700 mg per hari.

Jumlah mineral yang terlalu banyak akan mempersulit ginjal untuk mencerna fosfor dan mengeluarkan ekses. Penumpukan fosfor atau hiperfosfatemia bisa memicu penyakit seperti gagal ginjal kronis, diabetes, dan penurunan fungsi tulang.

13. Malas Bergerak.

Duduk dalam waktu lama telah dikaitkan dengan penyakit ginjal. Aktivitas fisik sendiri diketahui dapat menurunkan risiko penyakit ginjal. Aktivitas fisik dapat meningkatkan metabolisme glukosa yang menjadi salah satu faktor penting dalam kesehatan ginjal.

14. Sering makan makanan manis.

Kebiasaan yang merusak ginjal lainnya adalah sering mengonsumsi makanan manis. Tingginya asupan gula juga mengganggu fungsi ginjal.

Memperoleh asupan gula dari kue, permen, es krim, atau minuman ringan secara berlebihan tentu dapat memengaruhi berat badan Anda.

WHO menyebutkan bahwa pada tahun 2016 terdapat lebih dari 650 juta orang dewasa di seluruh dunia mengalami obesitas. Obesitas diketahui dapat menyebabkan diabetes dan hipertensi yang menjadi faktor risiko utama dari gagal ginjal kronis. Mendapatkan asupan diet rendah gula membantu Anda untuk menjaga berat badan ideal.

Kesehatan ginjal bukanlah hal yang bisa dianggap remeh, karena peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan tubuh yang optimal. Dengan mengubah kebiasaan hidup yang tidak sehat dan menggantinya dengan kebiasaan yang mendukung kesehatan ginjal, kita dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap organ vital ini.

Ingatlah bahwa ginjal adalah organ vital yang memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Menjaga kesehatan ginjal berarti menjaga kesehatan secara keseluruhan. Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai informasi dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara mencegah kerusakan ginjal.

Disarikan dari berbagai sumber.

Referensi :

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

#edisikuatkanhati#

#gagalginjal4%#

#hemodialisis#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

RS. MITRA MEDIKA PREMIERE, Lantai 18 Ruang 1818, 29 Oktober 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post