Guru Masa Depan
Sebuah Catatan Guru Pamong dari Pendampingan Mahasiswa PLP II (Pengenalan Lapangan Persekolahan II ) UNIMED di SMA Negeri 14 Medan.
(Tulisan ini didedikasikan untuk Afni, Grace dan Yani mahasiswa PLP II Jurusan Pendidikan Biologi UNIMED 2024. Jadilah guru yang pantas untuk digugu dan ditiru. Siapkan dirimu dengan menuntut ilmu sebaik-baiknya baik di UNIMED maupun di “Universitas Kehidupan”. Pada kenyataannya, Universitas Kehidupan lebih banyak mengajarkan ilmu yang dapat kita aplikasikan dalam menjalani hidup ini.)

Selalu ada harapan baru tiap kali mahasiswa dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan yang datang untuk melakukan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Mengapa demikian? Tak lain karena berarti masih ada generasi muda yang berminat mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Pengenalan Lapangan Persekolahan adalah praktik lapangan bagi Program Sarjana Pendidikan untuk memberikan pengenalan lapangan terkait persekolahan yang dilaksanakan di luar kampus.
Jum’at 29 November 2024 berakhir masa PLP2 mahasiswa dari Universitas Negeri Medan di SMA Negeri 14 Medan. Dosen Pembimbing Lapangan pun melakukan penjemputan terhadap mahasiswa-mahasiswa yang sudah dititipkan di sekolah kami sejak 9 September 2024 yang lalu. Selama itu pula mereka belajar secara langsung bagaimana melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas bersama siswa yang memiliki latar belakang dan tingkah laku berbeda-beda.
Ada 3 mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi yang dititipkan pada penulis sebagai guru pamongnya, yaitu :
1. Afni Nurjanah ( NIM : 4213341050)
2. Putry Grace Sinaga (NIM : 4213341054)
3. Yani Siagian (NIM : 4213341011)

Kebutuhan akan adanya guru tak pernah berhenti. Selama peradaban berlangsung, selama itu pula kehadiran guru selalu dibutuhkan dalam situasi dan kondisi bagaimana pun. Sebagaimana Kaisar Hirohito Jepang menanyakan “Berapa jumlah guru yang tersisa?” Kata-kata ini merupakan reaksi yang dikeluarkan Kaisar Jepang tersebut setelah mengetahui luluh lantaknya Hiroshima dan Nagasaki karena bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II. Pertanyaan kaisar tersebut bukan tanpa alasan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan guru untuk bangkit kembali dari kehancuran.
Di era sekarang ini di mana teknologi berubah sangat cepat yang mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan berakibat pada terjadinya perubahan kebutuhan di masyarakat. Menghadapi hal tersebut dibutuhkan sosok guru masa depan yang dapat beradaptasi dengan segala sesuatu yang serba digital sehingga dapat memberikan pendidikan yang relevan dan efektif.
Mahasiswa-mahasiswa dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan dengan berbagai disiplin ilmu ini akan menjadi guru masa depan yang nantinya akan memiliki kemampuan dan keterampilan dengan karakteristik tertentu sehingga dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada sekarang ini. Tak bisa dipungkiri tentunya guru-guru muda ini akan lebih adaptif dengan perkembangan teknologi.

Keterampilan dan karakteristik seperti apa yang harus dimiliki guru masa depan, tentu saja tidak terlepas dari peran guru itu sendiri. Sejatinya seorang guru adalah sebagai pengajar dan pembelajar.
1. Guru sebagai pengajar.
Untuk menjadi pengajar yang baik, guru harus bisa mempersiapkan dirinya, baik persiapan pengetahuan, kecakapan dan keterampilan serta sikap yang dapat digugu dan ditiru. Dengan demikian seorang guru akan mampu mengelola proses pembelajaran secara efektif.
2. Guru sebagai pembelajar.
Seorang guru harus terbuka terhadap semua perubahan. Siap belajar secara terus menerus sebagai upaya menyegarkan dan menambah kompetensinya serta meningkatkan kualitas profesionalnya. Dengan belajar terus menerus guru akan dapat mempersiapkan dirinya dengan baik, memiliki program kerja yang jelas. Tidak sekadar hanya berupa program rutin semata dalam pemenuhan administrasi namun lebih kepada merencanakan bagaimana setiap pembelajaran yang dilakukan berhasil maksimal.
Selain itu, guru masa depan harus bisa memanfaatkan teknologi di dalam pembelajaran sehingga memunculkan inovasi-inovasi baru dalam metode pembelajaran. Dengan demikian seorang guru akan bisa memotivasi peserta didik untuk semangat belajar sebagaimana yang dicontohkan oleh gurunya.
Namun yang tak kalah penting bagi seorang guru di samping berperan mentransfer ilmu pengetahuan, guru juga harus mampu menjadi contoh teladan bagi siswanya. Seorang guru yang baik harus mencontohkan nilai-nilai etika moral dalam dedikasi kerja maupun perangai sehari-hari. Hal ini akan menumbuhkan rasa bangga di dalam diri siswa akan gurunya tersebut sehingga pembelajaran yang berkualitas pun mudah dibangun dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
#edisikuatkanhati#
#gurumasadepan#
#beranimengajarsiapbelajar#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 4 Desember 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan