Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Cinta yang Berbeda
Ilustrasi cinta yang berbeda. (Sumber: Fimela)

Cinta yang Berbeda

Suasana hening saat dua orang perawat terlihat sedang memasang alat Hemodialisa (Hd) pada pasien yang tepat berada di samping bed suami yang juga sedang menjalani proses Hd. Pasien yang satu ini masuk paling akhir ke ruangan Hd. Kulirik jam di dinding ruangan yang menunjukkan pukul 19.00 WIB. Artinya ini waktu tak biasa bagi pasien Hd . Pasien Hd biasanya masuk pagi hari pada pukul 08.00 WIB dan siang pada pukul 14.00 WIB. Ternyata pasien ini emergency yang harus segera menjalani tindakan Hd.

Jumlah perawat yang menangani kulihat bertambah menjadi 3. Ada banyak alat yang dipasang dan tindakan yang mereka lakukan untuk pasien tersebut. Aku sendiri bisa melihat kondisi pasien yang antara sadar dan tidak. Seorang pria berusia sekitar 25-an yang ternyata anak pasien kulihat duduk di ujung kaki pasien. Memperhatikan dengan cermat apa yang dilakukan perawat terhadap ibunya yang lemah tak berdaya.

“Pung..., opung..., bisa dengar kan?” Tanya seorang perawat sambil memasang alat di lengan pasien. “Kok kakak panggil opung. Nanti tahu-tahu ibu ini bukan orang Batak.” Protes seorang perawat menanggapi cara temannya memanggil pasien. “Nggak pa-pa, Kak. Betul, Boru Siahaan mamak kami.” Terdengar anak pasien yang sedari tadi diam memperhatikan tindakan perawat menjawab pertanyaan si perawat. (Opung adalah panggilan untuk kakek atau nenek bagi orang Batak.)

Tak berapa lama, datang seorang pria yang kutebak usianya lebih tua dari pria yang menunggui pasien tadi. Terlihat lebih dewasa. Namun jelas terlihat ia tak bisa menyembunyikan kesedihan di wajahnya melihat kondisi ibu mereka. Tak seperti saudaranya yang duduk tegar menunggui ibunya yang lemah tak berdaya.

Ekspresi wajahnya jelas berusaha membendung air mata yang seakan berdesakan ingin keluar dari kelopak matanya. Beberapa kali ia mengerjapkan matanya, berjuang agar buliran bening itu tidak keluar. Kulihat ia tak berhasil melakukan itu karena beberapa saat kemudian ia berjalan ke luar dan duduk di kursi tunggu yang ada di sisi ruangan, menyembunyikan tangisnya.

Pemandangan ini sungguh menyentuh hati. Anak-anak yang dibalut kesedihan karena kondisi ibunya yang tak berdaya melawan penyakit yang diderita. Tak hanya itu, ternyata kejadian berikutnya sungguh semakin membuat hati ini tersentuh. Seorang pria yang usianya hampir sama dengan pria yang menjaga ibunya tadi masuk ke ruangan Hd. Tebakanku mereka hanya terpaut 1 atau 2 tahun. Entah siapa yang lebih tua aku tak berhasil mengidentifikasi. Meski berulang kali kucuri pandang wajah mereka, berusaha memastikan siapa yang lebih tua di antara mereka.

Sikap yang ditunjukkan pria yang baru masuk ini berhasil membuat hati meleleh. Ia langsung mendekat ke ibunya yang terbaring. Diusapnya kepala, wajah dan tangan ibunya dengan lembut dan penuh kasih. Adegan ini dilakukannya berulang-ulang dengan mimik yang tenang sambil sesekali menanyakan kondisi ibu mereka.

Sebuah pemandangan yang bagiku mengajarkan bahwa tiap orang menunjukkan rasa cintanya dengan cara yang berbeda. Tiga anak laki-laki dengan caranya masing-masing menghadapi kondisi ibunya yang sedang berjuang melawan sakitnya. Ada yang tak mampu berkata-kata, terdiam seribu bahasa, yang lain berurai air mata dan ada pula dengan sentuhan lembutnya.

Bagaimana pun caranya, semua merupakan ungkapan rasa cinta kepada orang tua yang telah menyayangi mereka. Kini, rasa cinta itu sedang bertarung dengan rasa takut akan kehilangan orang yang mereka cintai dan hormati di atas segalanya, Ibu.

#edisikuatkanhati#

#panggunghemodialisa#

#cintaibudananak#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

RS.Murni Teguh Medan, Ruangan Hd, Awal 2025

#edisikuatkanhati#

#panggunghemodialisa#

#cintaibudananak#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

RS. Murni Teguh Medan, Ruang Hd lt.5, Awal 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post