Ginjal Diserang dari Berbagai Penjuru
Pasien hemodialisis (hd) di Murni Teguh Memorial Hospital Medan bagaikan satu keluarga, kemungkinan karena seringnya bertemu dan merasa bernasib sama. Pasien ataupun keluarga pasien kerap bertegur sapa dan bercerita penyebab pasien bisa mengalami gagal ginjal. Tak hanya demikian, sesama keluarga pasien juga saling menguatkan dan memberi semangat pada saat pasien drop hingga berbagi pengalaman diet apa yang harus dipatuhi pasien hd.
Pasien hd memiliki riwayat masing-masing sehingga harus menjalani proses cuci darah. Penulis kerap bertanya pada pasien yang baru masuk tentang riwayat mereka. Ternyata banyak hal yang menyebabkan ginjal gagal menjalankan fungsinya dengan baik. Merangkum cerita dan pengalaman dari pasien serta hasil berselancar di dunia maya, berikut ini penyebab gagal ginjal. Bagaikan diserang dari berbagai penjuru, ginjal lumpuh tak berdaya dan peranannya digantikan oleh mesin hemodialisis.
Sebagian besar penyebab gagal ginjal dipicu oleh gaya hidup. Sedihnya lagi gagal ginjal tidak hanya dialami oleh orang dewasa tetapi juga dapat menyerang anak-anak.
Beberapa penyebab gagal ginjal pada anak-anak antara lain:
• Kelainan bawaan: Seperti ginjal polikistik atau hipoplasia ginjal.
• Glomerulonefritis: Peradangan pada glomeruli, bagian ginjal yang membantu menyaring darah.
• Infeksi ginjal: Seperti pielonefritis.
• Penyakit autoimun: Seperti lupus atau nefritis interstisial.
Gagal ginjal dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
1. Volume aliran darah ke ginjal yang rendah
Hilangnya aliran darah ke ginjal secara tiba-tiba dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut terjadi saat ginjal mengalami kerusakan berat yang baru terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari.
Aliran darah pada ginjal yang berkurang disebabkan banyak hal, seperti dehidrasi berat, perdarahan, shock, serangan jantung, reaksi alergi, luka bakar yang parah, infeksi berat, hipertensi, dan mengonsumsi obat anti inflamasi.
2. Saluran kemih yang terganggu
Saluran kemih yang bermasalah, seperti tersumbat, dapat menyebabkan racun menumpuk di ginjal dan membebani ginjal.
Kondisi yang dapat mengganggu aliran urine yang mungkin menyebabkan gagal ginjal, misalnya batu ginjal, pembesaran prostat, dan terdapat gumpalan darah pada saluran kemih.
Kemudian, beberapa jenis kanker juga dapat memblokir saluran urin, seperti kanker prostat, kanker usus besar, kanker kandung kemih, dan kanker serviks.
3. Diabetes
Diabetes adalah penyebab paling umum dari gagal ginjal. Terutama apabila penderitanya tidak mengelola masuknya kadar gula darah. Gula darah tinggi yang terus menerus dapat merusak organ tubuh, termasuk ginjal.
Tanpa pengelolaan yang tepat, gula darah tinggi dapat menyebabkan ginjal memburuk dari waktu ke waktu sehingga menyebabkan gagal ginjal.
4. Tekanan darah tinggi
Selain diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi) juga menjadi penyebab paling besar dari kondisi gagal ginjal.
Tekanan darah tinggi terjadi ketika darah mengalir melalui pembuluh darah tubuh dengan kekuatan yang meningkat. Lama-kelamaan, tingkat tekanan darah tinggi yang tidak diobati maka bisa merusak jaringan ginjal.
5. Mengonsumsi makanan dan minuman penyebab gagal ginjal
Apa yang kita konsumsi juga dapat meningkatkan risiko gagal ginjal. Misalnya, kebiasaan mengonsumsi minuman kalengan secara berlebihan. Dalam minuman kalengan mengandung bahan pengawet, gula tinggi, kafein. Jika berkepanjangan menimbulkan sakit berkepanjangan.
Selain minuman kalengan, kebiasaan mengonsumsi makanan penyebab gagal ginjal juga berakibat fatal, yaitu makanan dengan tinggi garam atau natrium dan tinggi gula.
6. Terlalu sering menahan buang air kecil
Kebiasaan menahan buang kecil terlalu sering juga dapat menyebabkan infeksi yang pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal. Selain itu, risiko batu ginjal juga semakin tinggi.
Batu kecil ini terbentuk dalam ginjal dari kelebihan natrium dan kalsium yang tidak dikeluarkan secara teratur melalui urine.
7. Penyakit genetik dan autoimun
Penyakit autoimun, seperti lupus dan nefropati IgA dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.
Selain itu, penyakit genetik bawaan, seperti penyakit ginjal polikistik, sindrom nefritis, glomerulonefritis, batu ginjal, atau infeksi ginjal berulang, juga dapat memperparah penyakit ini.
Jika kita memiliki faktor risiko ini, sebaiknya melakukan deteksi dini penyakit ginjal menjadi hal yang penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
8. Pola hidup tidak sehat
Penyebab gagal ginjal yang terakhir yaitu karena pola hidup yang tidak sehat. Berikut ini beberapa kebiasaan yang berasal gaya hidup yang dapat menyebabkan gagal ginjal:
• Kebiasaan kurang minum sehingga menyebabkan tubuh kekurangan cairan
• Obesitas
• Diet yang tidak sehat
• Kebiasaan merokok berlebihan
• Konsumsi obat-obatan terlarang dan narkoba.
9. Struktur ginjal yang tidak normal
10. Riwayat penyakit ginjal dalam keluarga
Ciri-ciri gagal ginjal
Pada tahap awal penyakit ginjal, banyak orang mengalami sedikit atau tanpa gejala. Ciri penyakit ginjal yang paling sering diduga sebagai gejala penyakit ginjal adalah sakit pinggang. Sakit pinggang tidak selalu mengindikasikan gagal ginjal tetapi menjadi salah satu gejala penyakit ini.
Selain itu, pembengkakan di anggota tubuh, kencing berkurang, kencing berbuih, tekanan darah melonjak, dan mual muntah juga menjadi tanda penyakit gagal ginjal.
Berikut ini beberapa kondisi yang dikenali sebagai gejala gagal ginjal:
• Kelelahan (kelelahan ekstrim)
• Sakit perut atau muntah
• Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi
• Pembengkakan, terutama di sekitar tangan atau pergelangan kaki
• Lebih sering ke kamar mandi
• Kejang otot (kram otot)
• Kulit kering atau gatal
• Nafsu makan yang buruk
Cara mencegah gagal ginjal
Meskipun gagal ginjal akibat penyakit ginjal kronis tidak dapat disembuhkan, kita dapat melakukan banyak hal untuk membantu menjaga fungsi ginjal agar tetap baik.
Berikut beberapa langkah pencegahan gagal ginjal yang dapat Anda lakukan:
• Ubah pola hidup menjadi lebih sehat. Kebiasaan dan rutinitas yang sehat dapat memperlambat seberapa cepat ginjal kehilangan kemampuan fungsionalnya.
• Pastikan untuk selalu memantau fungsi ginjal
• Jika menderita diabetes, pastikan untuk menjaga kadar gula darah agar tetap terkendali
• Jaga tingkat tekanan darah dalam kisaran normal.
• Buatlah pilihan diet yang sehat, seperti membatasi makanan tinggi protein dan sodium .
• Minum obat sesuai petunjuk pemakaian. Mengambil dosis yang terlalu tinggi, bahkan obat-obatan umum seperti aspirin, dapat membuat tingkat racun yang tinggi dalam waktu singkat sehingga dapat membebani ginjal.
(Disarikan dari berbagai sumber.)
Referensi :
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
#edisikuatkanhati#
#gagalginjalhemodialisis#
#empati#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Murni Teguh Memorial Hospital, Ruang hd lt 5, Hari ke 27 Tahun 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
