Jangan Biarkan Rajab Berlalu Begitu Saja
Bulan Rajab adalah bulan yang mulia dan termasuk ke dalam empat bulan haram dalam Islam bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Keempat bulan ini disebutkan dalam Al-Qur'an, pada Surah At-Taubah ayat 36.
Empat bulan haram memiliki keistimewaan dan dianjurkan untuk memperbanyak amal sholeh.
Keistimewaan empat bulan haram adalah sebagai berikut :
• Bulan haram merupakan waktu gencatan senjata umat Islam.
• Bulan haram mengajarkan umat Islam untuk menghargai waktu dan meningkatkan kualitas ibadah.
• Bulan haram mengajarkan pentingnya menjaga perdamaian dan menghindari konflik.
Di tahun 1446H/2025M ini, bulan Rajab akan segera berlalu. Namun masih ada beberapa hari lagi untuk mengisi hari di akhir bulan Rajab yang mulia. Meskipun tidak ada amalan yang khusus diwajibkan pada minggu terakhir di bulan Rajab ini, memperbanyak ibadah dan amalan baik sangat dianjurkan sebagai persiapan diri menyambut Ramadhan.
Mengingat bulan Rajab adalah bulan yang penuh berkah, memperbanyak zikir dan doa kepada Allah adalah amalan yang sangat dianjurkan. Dengan berzikir akan membuat kita selalu ingat akan kebesaran Allah. Zikir dapat berupa tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir serta perbanyak sholawat kepada junjungan yang mulia Rasulullah SAW.
Perbanyak memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk memohon ampunan agar hidup penuh keberkahan dan keridhoan-Nya. Bermunajat kepada Allah kiranya diberi keberkahan umur sehingga bisa bertemu dengan bulan Ramadhan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allohumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ.
Artinya: Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.
Berikutnya, masih ada kesempatan untuk berpuasa sunah Senin-Kamis ataupun puasa Dawud (berpuasa sehari dan berbuka sehari) atau puasa sunah mutlak. Puasa adalah cara yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak pahala. Sebagaimana hadis berikut ini :
“Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah!” (HR Abu Dawud dan yang lainnya).
Hadits di atas merupakan anjuran untuk melakukan sekaligus meninggalkan puasa. Maksudnya adalah berpuasa semampunya saja.
Amalan lainnya yang dapat dilakukan dalam rangka lebih mendekatkan diri kepada Allah adalah sholat sunah. Apakah sholat sunat rawatib yang mengiringi sholat fardhu, sholat tahajud di malam hari, sholat dhuha di pagi hari dan banyak sholat sunah lainnya untuk menambah catatan amal baik dan keberkahan dalam hidup.
Sholat sunah rawatib juga memiliki keutamaan umum untuk mengantarkan seorang hamba kepada rida Allah dan kenikmatan surga, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat An-Nasa’i dari Ummu Habibah berikut ini, meski terdapat sedikit perbedaan jumlah rakaat.
“Dua belas rakaat yang ditunaikan seseorang maka sebuah rumah di surga akan dibangunkan untuknya, yakni empat rakaat sebelum zuhur, dua rakaat setelah zuhur, dua rakaat sebelum ashar, dua rakaat setelah magrib, dan dua rakaat sebelum subuh.”
Menyempatkan membaca dan merenungkan Al-Qur’an di sela aktivitas sehari-hari Membaca adalah kebiasaan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan membaca Al-Qur’an dapat menambah pemahaman agama dan memperkuat iman serta menenangkan jiwa. Banyak sekali keutamaan membaca ayat Al-Qur’an, baik keutamaan membaca ayat Al-Qur’an secara umum maupun secara khusus. Membaca Al-Qur’an sendiri termasuk ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain, sebagaimana yang diriwayatkan oleh an-Nu‘man ibn Basyir:
“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR Al-Baihaqi).
Di atas segalanya, perbanyaklah istighfar, memohon ampunan kepada Allah SWT. Istighfar adalah amalan penting yang sangat dianjurkan dalam setiap waktu apalagi di bulan-bulan yang penuh berkah seperti bulan Rajab. Istighfar akan membersihkan hati dan jiwa. Dalam kitab Kifayatul Atqiya mengutip dari Sahih Ibn Hibban terdapat sebuah Hadits yang diriwayatkan Ibn Umar:
“Bertobatlah kalian semua kepada Allah. Maka sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya setiap hari sebanyak seratus kali.”
Pentingnya hablumminallah tidak serta merta membuat manusia mengabaikan hablumminannas sebagaimana firman Allah SWT di dalam surat Ali Imran ayat 112 :
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia".
Maka, berinfak dan bersedekah merupakan amal yang sangat dianjurkan sebagai salah satu bentuk menjaga hablumminannas. Sedekah di bulan Rajab, terutama di minggu terakhirnya, diyakini membawa keberkahan. Sedekah dapat diberikan kepada yang membutuhkan, baik berupa uang, makanan, atau bentuk bantuan lainnya. Dengan berinfak, kita juga dapat membersihkan harta dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.
Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 254 yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim.”
Masih dalam kaitan melaksanakan hablumminannas, mari selalu meniaga dan mempererat hubungan silaturahmi dengan keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita. Menjaga silaturahmi merupakan salah satu cara untuk memperbanyak pahala dan mendapatkan keridhaan Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahmi.”
Semoga Ddngan memperbanyak amalan-amalan di atas, kita termasuk orang-orang yang memanfaatkan waktunya di akhir bulan Rajab untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam mencapai mardhatillah.
(Disarikan dari berbagai sumber.)
#edisikuatkanhati#
#rajabbulanmulia#
#persiapanmenujuramadhan#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, Hari ke-25 Tahun 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
