Keutamaan Menuntut Ilmu di Bulan Ramadhan
Akhirnya pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Bersama(SEB) No.2 Tahun 2025 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama mengenai proses pembelajaran di bulan Ramadhan tahun 1446 H/2025 M. SEB ini mengatur jadwal dan bentuk pembelajaran yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadhan, termasuk pembelajaran mandiri, tadarus, pesantren kilat, serta kegiatan keagamaan lainnya sesuai dengan keyakinan peserta didik. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlangsungan pembelajaran sambil mendorong penguatan nilai-nilai keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia.
Sebelumnya beredar wacana bahwa selama bulan Ramadhan pembelajaran di satuan pendidikan diliburkan. Beragam respon pun bermunculan. Ada yang hanyut akan nostalgia saat di masa kecil dulu libur sepanjang Ramadhan. Penulis pun mengalami masa-masa seperti itu. Pada masa kanak-kanak dahulu, setelah sahur kami berbondong-bondong ke masjid. Setelah sholat shubuh kemudian berjalan ke alun-alun ataupun stadion, yang jelas setiap sudut kota ramai dengan fenomena “Asmara Subuh.” Saat itu rasanya “fine-fine” saja melakukan hal demikian. Bedanya dengan sekarang, meskipun banyak orang di jalanan tidak menimbulkan keributan. Begitu polosnya anak-anak di masa itu ditambah lagi memang dunia hiburan dan teknologi tidak secanggih sekarang ini. Kemudian, di siang hari biasanya diisi dengan membaca buku tetapi lebih didominasi dengan aktivitas “puasa ular” alias tidur melulu. Akhirnya, menunggu waktu berbuka menjadi terasa sangat lama.
Di tengah kontroversi apakah sebaiknya pada bulan Ramadhan sekolah diliburkan total atau tidak, penulis mencoba mengulik mana yang terbaik. Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT. Dalam bulan ini, tentu saja umat Islam dapat meningkatkan amal ibadah dan memperdalam ilmu agamanya.
Di sisi lain, dalam melaksanakan ibadah puasa tentu saja mengakibatkan rasa lapar dan haus yang membuat kita dapat mengambil hikmah betapa sakitnya menahan lapar dan haus sehingga kita bisa merasàkan apa yang dirasakan saudara kita ketika yang kesulitan memperoleh makanan dan minuman. Namun sesungguhnya banyak hikmah yang didapatkan dari orang yang berpuasa yaitu antara lain :
• Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
• Menumbuhkan kepedulian sosial
• Melatih kesabaran dan keteguhan hati
• Menjaga kesehatan fisik dan mental
• Menanamkan rasa empati
• Meningkatkan kualitas ibadah
• Membantu membersihkan hati dan jiwa
• Mengendalikan hawa nafsu
• Mengajarkan untuk bersyukur
• Membantu menurunkan berat badan
Tentu saja kondisi lapar dan haus ini menjadi pertimbangan bagi anak-anak dalam menjalankan proses pembelajaran di sekolah. Apalagi bagi anak-anak usia dini sebagai pemula dalam menjalankan ibadah puasa perlu dipertimbangkan pengaturan waktunya untuk membiasakan mereka berpuasa.
Orang yang paling merasakan dampak bersekolah di bulan Ramadhan sudah dapat dipastikan adalah Ibu di rumah. Butuh energi ekstra bagi seorang Ibu untuk mempersiapkan hidangan sahur dan berbuka ditambah lagi menyiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke sekolah. Tak ada yang bisa menyangkal betapa lelahnya seorang Ibu. Namun, lelah itu akan berbayar lillah. Karena ternyata belajar di bulan Ramadhan mendatangkan begitu banyak kebaikan bagi yang melaksanakannya. Sabarnya seorang Ibu akan Allah gantikan dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Keutamaan belajar di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Belajar di bulan Ramadhan dapat membantu meningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Dalam Islam, ilmu pengetahuan dan agama saling berkaitan dan saling memperkuat. Dengan belajar, seseorang akan semakin memahami ajaran-ajaran agama dan semakin dekat dengan Allah SWT.
2. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Belajar di bulan Ramadhan juga merupakan salah satu bentuk amal ibadah yang dapat menambah pahala. Setiap amal baik yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan mendapat pahala yang berlipat ganda dari pada bulan lainnya.
3. Memperbaiki hidup menjadi lebih baik.
Belajar di bulan Ramadhan dapat membantu meningkatkan pengetahuan seseorang, baik dalam hal agama maupun dalam hal dunia. Dengan meningkatkan pengetahuan, seseorang dapat memperbaiki diri dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
4. Menjadi contoh bagi orang lain.
Belajar di bulan Ramadhan dapat menjadi contoh bagi orang lain untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan. Sebagai muslim, kita harus menjadi teladan bagi orang lain dan menunjukkan bahwa belajar adalah suatu hal yang sangat penting dan dianjurkan dalam agama Islam.
Dalam Islam, menuntut ilmu hukumnya wajib. Oleh karena itu, belajar di bulan Ramadhan memiliki pahala yang besar dan sangat dianjurkan. Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar di bulan Ramadhan dan manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan diri dan mendapat pahala yang besar dari Allah SWT.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila telah masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Selain itu, ada satu seruan yang terdengar dari Allah SWT, ‘Hai orang-orang yang beriman, dekatkanlah diri kalian kepada-Ku dengan memperbanyak amal ibadah pada bulan ini, dan belajarlah di dalamnya. Karena sesungguhnya pelajaran pada bulan Ramadhan lebih afdol daripada pelajaran di bulan-bulan lainnya.'” (HR. Ibnu Majah).
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menekankan bahwa belajar di bulan Ramadhan memiliki pahala yang lebih besar daripada belajar di bulan-bulan lainnya. Belajar di bulan Ramadhan juga merupakan suatu bentuk ibadah yang dapat membantu meningkatkan ketakwaan dan keimanan seseorang.
Dengan alasan-alasan tersebut di atas, maka akan menjadi motivasi bagi kita untuk tetap semangat belajar meskipun dalam keadaan berpuasa.
(Disarikan dari berbagai sumber.)
#edisikuatkanhati#
#tetapbelajarmeskipuasa#
#menuntutilmuhukumnyawajib#
#pahalaberlipatganda#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, Hari ke-26 Tahun 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
