Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Memperingati Hari Ulang Tahun Ala Rasulullah

Memperingati Hari Ulang Tahun Ala Rasulullah

Memperingati hari ulang tahun pada umumnya kerap dilakukan orang. Mulai dari sekadar mengadakan jamuan makan bersama keluarga, mentraktir teman, memberikan hadiah kejutan bagi yang berulang tahun, hingga tak sedikit pula yang menggelar pesta nan meriah.

Di kalangan umat Islam pun cukup banyak juga yang melakukan perayaan ulang tahun. Namun masih banyak juga yang bertanya bolehkah atau dilarangkah merayakan ulang tahun menurut hukum Islam?

Dari berbagai referensi yang penulis kumpulkan, tentu saja yang paling utama kita merujuk pada bagaimana Rasulullah SAW junjungan semesta alam dalam memperingati hari kelahirannya. Rasulullah memiliki cara tersendiri untuk memperingati hari lahirnya. Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU), hal ini dijelaskan dalam shahih Muslim dari hadis Abu Qatadah:

عَنْ أبِي قَتادَةَ الأنْصارِيِّ، أنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ فَقالَ: فِيهِ وُلِدْتُ وفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ

Diriwayatkan dari Abi Qatadah Al-Ansari, sesungguhnya Rasulullah pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan, dan pada hari itu diturunkannya Al-Qur'an kepadaku." (HR.Muslim).

Begitulah cara Rasulullah SAW merayakan hari kelahirannya yaitu dengan berpuasa di Hari Senin. Hingga saat ini kebiasaan Rasulullah SAW puasa saat hari kelahiran berkembang menjadi tradisi puasa weton puasa pada hari seseorang dilahirkan terutama di pulau Jawa. Puasa weton ini sama seperti kebiasaan Rasulullah SAW saat memperingati hari kelahirannya.

Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan umatnya untuk merayakan hari ulang tahunnya. Oleh karena itu, tidak ada nilai ibadahnya meskipun dilakukan. Hukum merayakan ulang tahun dalam Islam berbeda-beda pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama berpendapat bahwa merayakan ulang tahun diperbolehkan, selama tidak mengandung perbuatan yang diharamkan. Sementara sebagian ulama lainnya mengharamkannya.

Hukum perayaan ulang tahun lebih diperhatikan dalam tindakan aktivitasnya, jika melakukan hal-hal yang haram tentu hukumnya berdosa dan dilarang. Namun, jika melakukan hal-hal baik untuk bersyukur atas hari lahir tentu hukumnya tidak berdosa.

Hal yang paling penting dilakukan pada saat berulang tahun adalah memperbanyak amal ibadah untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur karena diberi panjang umur. Oleh karena itu seseorang dapat melakukan perbuatan baik seperti memberi sedekah, menyantuni anak yatim, atau membantu orang yang membutuhkan. Berdoa dan berzikir serta melakukan muhasabah untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik lagi.

#edisikuatkanhati#

#barakallahfiiumrikustiqbalmpdi#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, Hari ke-24 Tahun 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post