Guru BK Bukan Polisi Sekolah
Kegiatan apel pagi setiap Rabu di SMA Negeri 14 Medan intens dilaksanakan hampir setahun belakangan ini. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, melatih tanggung jawab, menekan angka keterlambatan siswa dan membiasakan siswa untuk selalu disiplin.
Rabu, 19 Februari 2025 yang bertindak sebagai pembina adalah Syarafina Amalia Nasution, S.Psi., salah satu guru BK di SMA Negeri 14 Medan. Sebelum menyampaikan bimbingannya yang berjudul BK Bukan Polisi Sekolah, guru BK (Bimbingan dan Konseling) yang cantik ini meminta perwakilan siswa dari kelas X, XI dan XII untuk tampil ke depan menyampaikan pendapat mereka mengenai guru BK.
Kesempatan pertama diberikan kepada Michelle kelas X-1 yang menyampaikan pendapatnya bahwa guru BK adalah sebagai pembimbing agar siswa dapat mengenali potensi diri, mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sehingga dapat berkembang lebih baik. Michelle mengambil contoh siswa kelas 12 yang saat ini sedang galau memilih jurusan yang akan dimasuki di perguruan tinggi, dapat memperoleh bimbingan dari guru BK. Selain itu guru BK juga sebagai tempat berbagi cerita. Demikian menurut Michelle.
Dari kelas XI diwakili oleh Simon Tri Sasetya Zai yang memulai penjelasannya dengan menjelaskan akronim BK yaitu Bimbingan dan Konseling. Menurut Simon, bimbingan adalah tindakan preventif dan bersifat umum sedangkan konseling adalah tindakan setelah seorang siswa mengalami masalah yang bersifat individual. Bimbingan dan konseling ini dilakukan agar siswa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Muhammad Fauzan Zulfikar siswa kelas XII MIPA1sebagai perwakilan dari siswa kelas XII, mengatakan bahwa guru BK adalah teman tempat mencurahkan masalah sekaligus dapat memberi nasehat kepada siswanya.
Setelah ketiga siswa perwakilan dari kelas X, XI dan XII selesai menyampaikan pendapatnya, barulah Syarafina Amalia Nasution, S.Psi menyampaikan siapa sebenarnya guru BK dan apa peranannya di sekolah. Dimulai dengan menyampaikan julukan-julukan berkonotasi negatif yang diberikan siswa kepada guru BK antara lain sebagai polisi sekolah, tukang potong rambut, penyita barang, dan sebagainya. Padahal sesungguhnya hal tersebut diberlakukan agar siswa tidak melakukan kesalahan berlanjut. Ketika siswa melakukan kesalahan maka harus dilakukan pembinaan dan bimbingan.
Sejatinya guru BK adalah sebagai penolong dan pembina siswa agar tidak melakukan kesalahan berlanjut. Guru BK adalah sahabat kepercayaan siswa yang dapat menerima permasalahan yang sedang dihadapi dan menjaga kerahasiaannya. Semua masalah yang dihadapi siswa dapat didiskusikan dengan guru BK apakah masalah dengan teman sekelas, keluarga ataupun lingkungan. Guru BK siap mendengar dan menerima keluhan siswa agar fokus belajar demi masa depan. Jangan ragu dan takut untuk masuk ke ruangan BK. Masuk ke ruangan BK bukanlah aib. Semua siswa dapat dilayani dengan baik tanpa ada diskriminasi.
Apel pagi ditutup dengan “Tepuk Cinta” yang menggugah rasa dan membangkitkan semangat. Prok.., prok.., prok, cinta kecil. Prok...prok...prok, cinta sedang. Prok.., prok.., prok, cinta besar. Horrreee...
#edisikuatkanhati#
#gurubkbukanpolisisekolah#
#gurubktempatcerita#
#gurubksahabatsetia#
#gurubkorangtuadisekolah#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 19 Februari 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
