Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Penjarakan Siswa yang Tak Betah di Dalam Kelas
Ilustrasi pembelajaran aktif. (Sumber : Blog Guru)

Penjarakan Siswa yang Tak Betah di Dalam Kelas

Sadis amat. Segitunya.” Membaca judul tersebut kok sepertinya gurunya enggak profesional pake bingitzzz. Hehehe. Sabar yaa...Bapak dan Ibu. Kita baca sampai tuntas. Tulisan ini terinspirasi dari opini Guru Hebat Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd., seorang pakar teknologi pendidikan yang biasa disapa Om Jay oleh semua siswanya di SMP Lab School Jakarta.

Penulis sendiri banyak menjura dari tulisan-tulisan beliau yang selalu menginspirasi untuk guru biasa seperti penulis ini. Mengamalkan quote “Membaca menambah ilmu menulis mengikat ilmu,” tulisan sederhana ini pun hadir. “Terima kasih, Om Jay. Telah menginspirasi.”

Uniknya Om Jay menggunakan kata “memenjarakan” siswa yang berkonotasi negatif menjadi bermuatan positif. Kata penjara menurut KBBI berarti mengurung atau menyekap. Om Jay menggunakan kata ini untuk mengurung atau menyekap perhatian siswa agar terfokus pada proses pembelajaran di dalam kelas. Tentu saja guru harus piawai mengelola kelasnya sehingga perhatian anak dapat terpenjara di dalam kelas.

Dari tulisan Om Jay yang berjudul : Banyak Murid Atau Siswa Terpenjara Bila Guru Melakukan 7 Cara ini, Nah Cara Nomor 7 Kayaknya Mantap Banget Dilakukan di Kelas!, berikut ini cara-cara memenjarakan siswa dengan kasih sayang yang penulis dapatkan dari tulisan tersebut, yaitu:

1. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman.

Sebelum masuk ke dalam kelas, guru harus memastikan situasi dan kondisi kelasnya apakah sudah nyaman untuk dilaksanakannya proses pembelajaran. Kenyamanan ini terkait dengan kebersihan, kerapian, keindahan, suhu udara di dalam kelas serta pencahayaan sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

2. Menggunakan Metode Pembelajaran yang Menarik.

Metode pembelajaran yang menarik dan interaktif akan mampu “memenjarakan” perhatian siswa untuk tetap di dalam kelas. Ada banyak metode pembelajaran yang bisa diramu oleh guru seperti diskusi, permainan ataupun proyek yang dapat membuat siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi dalam belajar.

3. Membuat Siswa Merasa Aman dan Terlindungi.

Guru harus membuat pengaturan kelas berupa kesepakatan kelas yang dibuat bersama di mana peraturan itu harus jelas dan konsisten sehingga siswa tidak merasa terancam ataupun terintimidasi.

4. Menggunakan Teknologi untuk Meningkatkan Pembelajaran.

Di era kemajuan teknologi yang sangat pesat ini, untuk menarik minat siswa salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran seperti menggunakan aplikasi pembelajaran, video, dan multimedia sehingga membuat siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi dalam belajar.

5. Membuat Siswa Merasa Terhubung dengan Guru dan Teman.

Membangun komunikasi yang baik selama pembelajaran akan membuat siswa merasa nyaman. Pengaturan kegiatan pembelajaran harus berbasis kerja sama dan komunikasi satu sama lain sehingga siswa merasa didengar dan dihargai.

6. Menggunakan Bahasa yang Positif dan Mendukung.

Dalam berkomunikasi dengan siswa guru harus menggunakan bahasa yang positif, jelas dan terarah dengan baik. Dengan demikian akan membuat siswa mudah memahami dan memusatkan perhatiannya dengan baik pada saat belajar.

7. Membuat Siswa Merasa Berharga dan Diapresiasi.

Terkadang kita sering lupa betapa pujian kecil yang kita berikan kepada siswa pada saat dia menyampaikan pendapatnya mampu membangkitkan motivasi belajarnya.

Merasa berharga dan diapresiasi adalah manusiawi. Jangan kikir mengapresiasi prestasi siswa sekecil apa pun.

Mudah-mudahan dengan 7 cara-cara di atas dapat “memenjarakan” siswa tetap nyaman, fokus dan termotivasi belajar di dalam kelas.

#edisikuatkanhati#

#memenjaraperhatiansiswadikelas#

#pembelajaranaktifinteraktifinovatif#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, Awal Pebruari 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post