Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Seledri si Aksesoris Sup yang Kaya Manfaat
Gambar : Seledri atau Daun Sup (sumber : RRI.com)

Seledri si Aksesoris Sup yang Kaya Manfaat

Seledri yang memiliki nama ilmiah Apium graveolens L, sering disebut juga dengan Daun Sup. Bisa jadi karena paling sering ditambahkan ke dalam sup. Kayaknya enggak sah rasanya kalau sup tanpa seledri.

Seledri (Apium graveolens L.) atau Daun Sup adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina, dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.

Ada tiga kelompok seledri yang dibudidayakan:

• Seledri daun atau seledri iris (A. graveolens Kelompok secalinum) yang biasa diambil daunnya dan banyak dipakai di masakan Indonesia.

• Seledri tangkai (A. graveolens Kelompok dulce) yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya dipakai sebagai komponen salad.

• Seledri umbi (A. graveolens Kelompok rapaceum), yang membentuk umbi di permukaan tanah; biasanya digunakan dalam sup, dibuat semur, atau schnitzel. Umbi ini kaya provitamin A dan K.

Kandungan Nutrisi pada Seledri

Manfaat seledri diperoleh dari kandungan nutrisi di dalamnya.

Dalam 100 gram seledri matang mengandung sekitar 23 kalori dan beragam nutrisi, seperti:

• 93 gram air

• 4,5 gram karbohidrat

• 2 gram serat

• 1 gram protein

• 0,1 gram lemak

• 260 miligram kalium

• 50 miligram kalsium

• 40 miligram fosfor

• 64 miligram natrium

Selain itu, seledri juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, dan folat. Berbagai jenis antioksidan pun terkandung di dalamnya, seperti beta karoten, lutein, zeaxanthin, dan flavonoid.

Aromanya yang khas berasal dari sejumlah komponen mudah menguap dari minyak asiri yang dikandung, paling tinggi pada buahnya yang dikeringkan. Kandungan utamanya adalah butilftalida sebagai pembawa aroma utama. Terdapat juga sejumlah flavonoid seperti graveobiosid A (1–2%)dan B (0,1–0,7%), serta senyawa golongan fenol. Komponen lainnya apiin, isokuersitrin, furanokumarin, serta isoimperatorin. Kandungan asam lemak utama adalah asam petroselin (40-60%). Daun dan tangkai daun mengandung steroid seperti stigmasterol dan sitosterol.

Berkat kandungan nutrisi dan antioksidan di dalamnya, ada banyak manfaat seledri yang baik untuk kesehatan tubuh, yaitu:

1. Mengontrol berat badan

Konsumsi seledri dalam bentuk makanan atau minuman, seperti jus seledri, cocok bagi Anda yang menjalani program diet untuk menurunkan berat badan. Selain kandungan kalorinya rendah, seledri juga mengandung serat yang tinggi sehingga dapat memberikan efek kenyang lebih lama.

Meski demikian, Anda tidak dapat menurunkan berat badan bila hanya mengandalkan seledri. Anda juga harus menerapkan pola hidup sehat lainnya untuk menjaga berat badan, misalnya berolahraga dengan rutin.

2. Menjaga kesehatan saluran cerna

Manfaat seledri juga diketahui baik untuk kesehatan saluran cerna. Manfaat ini diperoleh berkat kandungan air dan serat yang tinggi di dalamnya. Jadi, menambahkan seledri ke dalam makanan, seperti salad sayur, atau mengonsumsi jus seledri dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

3. Memperlancar menstruasi

Konsumsi seledri juga diketahui mampu meredakan rasa tidak nyaman dan perut kembung yang kerap dialami wanita saat menstruasi. Manfaat ini diperoleh dari kandungan air dan mineral di dalamnya yang dapat melemaskan otot perut yang kaku ketika haid sehingga mencegah nyeri atau kram perut.

4. Menyehatkan mata

Seledri termasuk salah satu sayuran yang baik untuk kesehatan dan fungsi mata. Manfaat ini berasal dari kandungan vitamin A dan antioksidan, seperti lutein. Aneka nutrisi tersebut baik dikonsumsi untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit mata, seperti katarak dan degenerasi makula.

5. Menurunkan tekanan darah

Ada manfaat seledri yang jarang diketahui, yaitu membantu menurunkan tekanan darah. Seledri mengandung kalium, antioksidan, dan senyawa phthalide yang dapat mengendurkan otot-otot dinding pembuluh darah arteri. Efek ini bisa membuat aliran darah lebih lancar dan menurunkan tekanan darah.

Oleh karena itu, seledri baik dikonsumsi sebagai salah satu pilihan sayuran yang sehat untuk mengontrol tekanan darah. Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk jus atau sup.

6. Memelihara kesehatan jantung

Seledri bisa menjaga kesehatan jantung berkat kandungan kalium di dalamnya yang mampu menurunkan tekanan darah dan menjaganya tetap normal. Kalium juga penting untuk mengatur irama detak jantung.

Selain itu, seledri juga mengandung serat dan antioksidan yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol, sehingga dapat mencegah terbentuknya sumbatan atau plak di pembuluh darah jantung (aterosklerosis).

7. Mengontrol gula darah

Mengonsumsi seledri, khususnya jus seledri, dapat mengontrol kadar gula darah. Manfaat ini diperoleh karena seledri termasuk dalam makanan dengan kadar indeks glikemik rendah.

Artinya, makan seledri tidak akan membuat gula darah cepat meningkat, sehingga lebih mudah terkontrol. Ini menjadikan seledri cocok dijadikan jus penurun gula darah yang efektif.

8. Mencegah pikun

Selain daunnya, biji seledri juga bisa dikonsumsi dan memiliki manfaat kesehatan. Biji pada bunga tanaman seledri mengandung senyawa yang disebut BuPh. Menurut penelitian, senyawa ini dapat meningkatkan kemampuan otak dalam berpikir dan mengingat.

Ekstrak biji seledri juga diketahui dapat mencegah penyakit Alzheimer. Namun, manfaat seledri ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

9. Mencegah anemia

Manfaat seledri untuk anemia dapat diperoleh dari bagian bijinya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 1 sendok makan biji seledri mampu memenuhi hampir 17% kebutuhan harian tubuh akan zat besi.

Oleh karena itu, mengonsumsi biji seledri dinilai bermanfaat bagi orang yang perlu meningkatkan kadar hemoglobin, misalnya penderita anemia atau kekurangan darah.

10. Mengurangi risiko terjadinya kanker

Kandungan antioksidan yang tinggi dalam seledri dapat mengurangi risiko terkena penyakit kanker. Kandungan flavonoid dan vitamin C di dalamnya mampu mencegah kerusakan sel tubuh akibat paparan radikal bebas yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit kanker.

Untuk mendapatkan manfaat seledri, Anda dapat memasukkan daun ini ke dalam makanan atau minuman yang sedang diolah, misalnya sup, salad, jus, atau smoothie.

Sebelum mengonsumsi seledri, pastikan Anda telah membersihkannya dengan air yang mengalir. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi kuman dan bahan lain yang dapat mengurangi manfaat seledri.

Dirangkum dari berbagai sumber referensi :

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

#edisikuatkanhati#

#tabulampot#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 11 Februari 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post