Stop Bullying
Di SMA Negeri 14 Medan, setiap Rabu sebelum mengawali proses pembelajaran digelar apel pagi. Apel pagi ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, membangun kebersamaan, dan menyampaikan informasi.
Rabu, 12 Februari 2025 yang ditunjuk untuk menyampaikan amanat adalah Indra Sinaga, S.Pd., guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 14 Medan. Setelah menyampaikan salam, guru BK yang baru sebulan mutasi dari Pulau Nias ini membuka amanatnya dengan sebuah lagu berjudul “Dulu” yang dibawakan oleh Danang Widianto finalis X-Factor 2021.
Melalui pengeras suara seluruh siswa diminta mendengarkan dan menghayati lagu yang menggema di seluruh penjuru lapangan upacara. Siswa juga dipersilahkan untuk mengikuti syairnya agar lebih cepat mengerti maksud dari lagu tersebut.
Ternyata lagu tersebut bercerita tentang perundungan yang merupakan kisah nyata yang dialami Danang sang penyanyi dan pencipta lagu Dulu.
Berikut ini syair lagu Dulu karya Danang Widianto :
Dulu Ku Kau Maki
Ku Kau hina
Kau benci
Dulu Kau injak
Harga diri
Ku tak sempurna
Akan kubuktikan
Kan kulawan
Tak kan terhenti
Akan kubuktikan
Ku tak kan mati
Karena dibully
Dulu Engkau rengkuh
Semua maumu
Walau Ku ringkih
Dulu Kau berkuasa
Karena harta Bapakmu punya
Akan kubuktikan
Akan kulawan
Tak kan berhenti
Akan kubuktikan
Ku tak kan mati
Karena dibully
Melalui lagu ini, Indra Sinaga, S.Pd., sebagai guru BK di SMA Negeri 14 Medan mengajak seluruh siswa untuk menghentikan tindakan bullying. “Stop bulliying.” Begitu beliau berucap. Bullying atau perudungan adalah suatu bentuk tindak penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang lebih berkuasa atau lebih kuat terhadap orang lain yang dilakukan secara sengaja. Tindak kekerasan ini dilakukan baik secara verbal, nonverbal, ataupun kontak fisik langsung.
Indra Sinaga berulang kali menegaskan agar SMA Negeri 14 Medan kiranya menjadi sekolah yang aman, nyaman dan ramah anak. Tindakan perundungan ini dapat berdampak buruk pada korban, baik secara fisik maupun psikis bahkan ada yang bunuh diri mengakhiri hidupnya.
“Mari kita hentikan tindakan bullying ini. Berbicara dengan sopan dan saling menghormati satu sama lain. Jauhi situasi yang berpotensi memicu konflik atau kekerasan. Jangan jadi pelaku bullying, jadilah pembela kebenaran dengan melindungi dan membela yang lemah. Tak satu pun perbedaan yang dapat dijadikan alasan untuk merundung orang lain. Jika sempat terjadi bullying, berikan dukungan dan semangat pada korban untuk tetap percaya diri dan pola pikir serta tindakannya bisa lebih terarah.”
#edisikuatkanhati#
#stopperundungan#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan