Sya'ban sebagai Bulan Persiapan Menuju Ramadhan
Hari ini tanggal 2 Pebruari 2025 yang berarti bulan Sya’ban 1446 H telah memasuki hari ke-3 berdasarkan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), karena Kementerian Agama RI mengumumkan bahwa pada tanggal 31 Januari 2025 telah masuk pada bulan Sya'ban.
Dengan datangnya bulan Sya'ban artinya kita sudah sangat dekat dengan bulan Ramadhan. Semoga Allah memberkahi kita di bulan Sya’ban dan memberikan kesempatan kepada kita untuk memasuki bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan, keberkahan dan keampunan.
Mengutip dari kajian Ulama kharismatik Ustadz Adi Hidayat (UAH) dan Buya Yahya pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon mengatakan, Rasulullah SAW memberikan satu isyarat kepada umatnya agar mempersiapkan bekal sebelum Ramadhan tiba. Bekal yang dapat menguatkan ruh, tenaga, dan kekuatan spiritual, sehingga ketika bulan suci tiba kita bersemangat untuk melakukan amalan-amalan.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa karena bulan ini penuh dengan keberkahan dan pahala. Bulan penuh berkah ini menjadi waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan memperbaiki diri secara moral dan spiritual. Dengan persiapan yang baik, kita dapat menjalankan bulan Ramadhan secara maksimal untuk meraih pahala dari Allah SWT. Maka dari itu, sebaiknya kita mempersiapkan diri dalam menghadapi bulan Ramadhan.
Dengan begitu, Sya'ban menjadi bulan persiapan agar umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan optimal. Bulan Sya'ban adalah bulan yang penuh berkah dan memiliki keistimewaan tersendiri sebelum datangnya bulan suci Ramadan.
Bulan Sya’ban adalah momentum yang sangat baik digunakan untuk mempersiapkan bekal sebelum memasuki Ramadhan. Menurut UAH, muslim yang tidak mempersiapkan sejak Sya’ban umumnya akan merasa lemas dan tidak punya gairah untuk meningkatkan ibadah pada Ramadhan.
Salah satu persiapan yang dapat dilakukan di bulan Sya’ban adalah melakukan amalan spesial yang sering dilakukan Rasulullah SAW yaitu puasa. Seperti yang diriwayatkan Sahabat Usamah bin Zaid, Rasulullah SAW saat masuk bulan Sya’ban memiliki kebiasaan meningkatkan amalan beliau.
Rasulullah SAW mencontohkan langsung kepada kita bagaimana meningkatkan amalan dengan banyak berpuasa di bulan Sya’ban sehingga para sahabat pun heran melihatnya. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa : “Bulan Sya’ban itu sebetulnya agung. Tidak seperti yang kamu bayangkan. Sya’ban juga punya keistimewaan yang sangat istimewa seperti Rajab punya keistimewaan dan seperti Ramadhan yang lebih istimewa lagi.”
Banyak orang yang tidak sadar tentang keistimewaan Sya’ban. Padahal bulan ini ada di antara Rajab dan Ramadhan, menghimpit dua bulan istimewa dalam Islam.
Apa saja keistimewaan bulan Sya’ban?
Rasulullah SAW mengatakan bahwa pada bulan Sya’ban amal-amal kita secara langsung dilaporkan, disampaikan, diangkat kepada Allah SWT. “Dalam hal ini tentu saja Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan. Tidak Dilaporkan pun Allah telah mengetahui, namun ini menunjukkan suatu keistimewaan sebagaimana malaikat banyak yang melihat amalan kita, ini adalah suatu kebanggaan,” UAH menjelaskan.
Oleh karenanya, Rasulullah SAW berpuasa pada bulan Sya’ban. Rasulullah SAW menginginkan pada saat amalnya dilaporkan kepada Allah SWT sedang dalam keadaan melakukan amal saleh yaitu berpuasa.
Mengapa ibadah puasa yang diperbanyak oleh Rasulullah SAW pada bulan Sya’ban? Karena pada saat berpuasa orang yang beriman akan menjaga dua hal yaitu menjaga amal saleh dan menghindari amal salah.
Pertama, menjaga amal saleh agar konsisten ditingkatkan. Orang yang berpuasa biasanya senang membaca Al-Qur’an, berzikir dan berdo’a, sedekah, serta amal saleh lainnya. Kedua, orang yang berpuasa akan menjaga diri untuk tidak beramal salah karena minimal takut batal puasanya sehingga dengan demikian orang yang berpuasa itu amalannya cenderung baik.
Jadi, amalan spesial Sya’ban yang sering dilakukan Rasulullah SAW adalah puasa. Semoga kita dapat mengamalkannya minimal sehari. Puasa Sya’ban sangat baik jika dilakukan di hari-hari utama berpuasa seperti Senin, Kamis, atau Ayyamul Bidh. Buya Yahya menegaskan bahwa berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Aisyah RA pernah berkata:
"Aku tidak pernah melihat Nabi itu menyempurnakan puasanya selama sebulan penuh selain di bulan Ramadan. Dan aku tidak melihat Nabi banyak berpuasa melebihi di bulan Sya'ban."
Puasa di bulan Sya’ban ini juga sebagai kesempatan bagi yang memiliki utang puasa di tahun sebelumnya untuk membayarnya.
Keutamaan terbesar yang lain di bulan Sya'ban adalah pada malam Nisfu Sya’ban yaitu kesempatan mendapatkan pengampunan Allah. Namun, ada golongan yang tidak mendapatkan pengampunan, yaitu mereka yang memiliki kebencian dan permusuhan di dalam hati. Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai keutamaan dan amalan di malam nisfu Sya’ban, namun menurut Buya Yahya, ada riwayat yang menyatakan bahwa Allah memberikan pengampunan di malam tersebut karena itu kesempatan mendapatkan pengampunan Allah harus disambut dengan penuh kesungguhan.
Rasulullah SAW bersabda di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu‘adz bin Jabal.
يطلع الله الي جميع خلقه ليلة النصف من الشعبان فيغفر لجميع خلقه الا لمشرك او مشاحن
Artinya, “Allah memandang semua makhluk-Nya pada malam nisfu Sya‘ban kemudian mengampuni dosa mereka kecuali dosa musyrik dan dosa kemunafikan yang menyebabkan perpecahan.”
Persiapan lainnya yang harus kita lakukan di bulan Sya’ban dalam kaitannya menuju Ramadhan adalah memperkuat iman dengan mempelajari ilmu agama untuk membantu agar dalam beribadah selama Ramadhan sesuai dengan syariat yang diajarkan Rasulullah SAW.
Baik puasa sunah, membaca Al-Quran, berzikir dan berdo’a, sedekah ataupun amal saleh lainnya yang dilakukan pada bulan Sya’ban adalah sebagai persiapan fisik dan mental menuju Ramadhan sehingga membantu jasmani dan rohani untuk lebih siap dalam menjalankan ibadah puasa. Wallahu a'lam bishowab.
Referensi :
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
#edisikuatkanhati#
#rajabsya’banramadhan#
#keberkahankemuliaankeampunan#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 2 Februari 2025.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
